Ahmad Solihin
Universitas PTIQ Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Nilai Pendidikan Islam dengan Budaya Jawa dalam Perspektif Emha Ainun Nadjib Ahmad Solihin; Muhammad Azmi Al-Farisi
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v10i1.10109

Abstract

This study explores the idea of ​​integration between Islamic educational values ​​and Javanese culture according to Emha Ainun Nadjib through an analysis of his works. This study includes a library research study using a qualitative descriptive method with a character approach. Data sources were obtained from: interviews with figures (Cak Nun) and his biological child (Sabrang MDP), as well as an inventory of his thoughts in the form of books, the CakNun.com YouTube channel which is directly managed by Rumah Maiyah and Kiai Kanjeng. The results of the study show that Javanese cultural values ​​and educational values ​​according to Cak Nun Islam's view are almost incompatible with each other. The verse of the Qur'an which reads "famayyakmal mitsqola dzarrotin khoiroyyaroh wa mayyakmal mitsqola dzarrotin syarroiyaroh", in Javanese society before the arrival of Islam there was a philosophy of "ngunduh woing pakarti". Javanese people already have knowledge based on the results of their ijtihad, so that Javanese people understand what is good and bad in their lives. Keywords : Integration, Value of Islamic education, Javanese Culture, Emha Ainun Nadjib
Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pembelajaran Tematik untuk Membangun Karakter Anak Usia Dini M Renaldy Fadillah; Ahmad Solihin
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2025): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini, terutama melalui pendekatan pembelajaran yang relevan dengan nilai-nilai budaya dan agama. Penelitian ini berfokus pada isu rendahnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran tematik di PAUD, yang berpotensi melemahkan pembentukan karakter anak yang berlandaskan akhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam diintegrasikan dalam pembelajaran tematik di PAUD A Palabuhanratu, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan karakter anak usia dini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru dan orang tua, serta analisis dokumen kurikulum. Pendekatan tematik dipilih karena fleksibilitasnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, sopan santun, dan tanggung jawab, melalui cerita, lagu, dan kegiatan bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD A telah mengintegrasikan nilai-nilai Islam melalui tema-tema seperti "Aku Cinta Allah" dan "Nabi Teladanku," yang diterapkan dalam kegiatan sehari-hari seperti sholat berjamaah, hafalan doa, dan permainan edukatif berbasis akhlak. Integrasi ini terbukti meningkatkan pemahaman anak tentang nilai-nilai Islam dan mendorong perilaku positif, seperti saling berbagi dan menghormati orang lain. Namun, tantangan seperti kurangnya pelatihan guru dalam merancang pembelajaran tematik Islami masih perlu diatasi. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan penguatan keterlibatan orang tua untuk mendukung keberlanjutan pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
Konsep dan Relevansi Pendidikan Anak Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Ibnu Miskawaih Ahmad Solihin
El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak Vol. 6 No. 01 (2026): El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56872/t6t03s23

Abstract

Artikel ini mengkaji dan mengomparasi konsep pendidikan anak menurut perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Ibnu Miskawaih, serta menganalisis relevansinya terhadap tantangan pendidikan karakter di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis dan komparatif. Sumber data primer adalah Kitab Tuhfat al-Maudud bi Ahkam al-Maulud karya Ibnu Qayyim (Dar Ibn Hazm, 2019) dan Kitab Tahdzib al-Akhlaq wa Tathhir al-A'raq karya Ibnu Miskawaih (Beirut, 2005), yang dilengkapi dengan literatur sekunder berupa artikel jurnal dan buku-buku terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menitikberatkan pendidikan anak pada pendekatan teosentris, yakni pengembangan fitrah, pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak, dan keteladanan orang tua sejak fase pra-natal. Sementara itu, Ibnu Miskawaih menekankan pendekatan antroposentris-filosofis yang berfokus pada penyeimbangan tiga daya jiwa manusia—daya pikir (al-quwwah al-natiqah), daya emosi (al-quwwah al-ghadhabiyah), dan daya keinginan (al-quwwah al-syahwiyah)—melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengendalian diri secara rasional. Meskipun berasal dari tradisi keilmuan yang berbeda—tasawuf-teologis dan filsafat etika—kedua tokoh memiliki titik temu yang kuat pada pentingnya pembiasaan, keteladanan, dan peran lingkungan dalam pembentukan karakter anak. Konsep mereka sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter kontemporer dalam mengatasi krisis moral di kalangan generasi muda.