Aura Sekar Widyaningrum
Universitas Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Jalur Kritis dan Percepatan dengan Metode Precedence Diagram Method (PDM) dan Metode Crashing pada Pekerjaan Struktur Proyek Pembangunan Gedung Aura Sekar Widyaningrum; Empung Empung; Hidayanto Hidayanto; Shanti Astri Noviani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17600

Abstract

Percepatan dalam pembangunan proyek adalah strategi yang diterapkan untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal yang direncanakan tanpa mengorbankan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang jalur kritis, yang lebih lanjut akan digunakan untuk analisis perubahan durasi dan biaya setelah percepatan. Penelitian ini menganalisis pekerjaan struktur pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan dengan metode Precedence Diagram Method (PDM) untuk mendapatkan jalur kritis dengan software. Selain itu diterapkan pula metode crashing  pada aktivitas yang berada di jalur kritis dengan alternatif penambahan tenaga kerja, penambahan jam lembur, serta kombinasi dari kedua alternatif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh aktivitas pekerjaan berada pada jalur kritis, sehingga penjadwalan dengan metode PDM terbukti efektif dalam mengidentifikasi aktivitas yang memengaruhi penyelesaian proyek. Strategi percepatan yang diterapkan mampu mengurangi durasi proyek dengan variasi efektivitas, di mana kombinasi penambahan tenaga kerja dan jam lembur memberikan hasil paling optimal dengan peningkatan biaya yang relatif kecil. Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan metode PDM dalam proyek konstruksi karena kemampuannya dalam memetakan jalur kritis secara jelas. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak percepatan terhadap kualitas pekerjaan, khususnya risiko penurunan mutu akibat jam lembur, serta penerapan pendekatan Time Cost Trade Off (TCTO) yang lebih komprehensif, mencakup aspek biaya material, peralatan, dan risiko keterlambatan, sehingga hasil perhitungan percepatan dapat lebih aplikatif.