Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK PELAKU  TINDAK PIDANA DALAM PERSPEKTIF UNDANG – UNDANG SISTEM PERADILAN PIDANA  ANAK UU NO.11 TAHUN 2012 DI INDONESIA Eka Kurniawatie
CORPUS JURIS : JURNAL ILMU HUKUM Vol. 1 No. 2 (2025): CORPUS JURIS : Jurnal Ilmu Hukum, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/corpusjuris.v1i2.2111

Abstract

Penerapan perlindungan hukum bagi anak pelaku tindak pidana merupakan isu penting dalam sistem peradilan pidana Indonesia, terutama setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. UU ini menegaskan bahwa setiap anak, termasuk anak yang berkonflik dengan hukum, berhak memperoleh perlindungan khusus untuk menjamin kelangsungan hidup, tumbuh kembang, serta masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan implementasi perlindungan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana dalam perspektif UU Perlindungan Anak, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi aparat penegak hukum dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi anak pelaku tindak pidana diterapkan melalui prinsip kepentingan terbaik bagi anak, jaminan atas pendampingan hukum dan sosial, penghindaran dari kekerasan selama proses hukum, serta penerapan tindakan dan sanksi yang bersifat edukatif dan rehabilitatif. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala dilapangan dan khususnya bagi penegakan hukum terkait proses pemidanaan anak itu sendiri, seperti keterbatasan lembaga khusus anak, kurangnya pemahaman aparat penegak hukum terhadap pendekatan keadilan restoratif, serta minimnya dukungan keluarga,sesungguhnya peran keluarga itu sangat penting mengingat anak berasal dari keluarga tumbuh dan berkembang dari keluarga pula dan sangat mempunyai pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak dalam pola asuh sehingga membentuk anak dari dalam dirinya dan keluarga merupakan faktor internaldan merupakan support sistem dalam pola asuh dan tumbuh kembang,serta pembentukan karakter watak dan sifat sebelum anak masuk kedunia luar atau eksternal  dan selain itu  lingkungan sosial juga mempengaruhi tumbuh kembang anak dari luaratau merupakan faktor eksternal . Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan perlindungan hukum bagi anak pelaku tindak pidana sangat bergantung pada sinergi antar peran keluarga, lembaga penegak hukum, kebijakan yang konsisten,pemerintah serta partisipasi masyarakat dalam mendukung pemulihan anak karena anak adalah tunas bangsa dan generasi penerus bangsa dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap bangsa
IMPLIKASI HUKUM PIDANA TERHADAP PRAKTIK POLIGAMI ILEGAL DALAM PERSPEKTIF KITAB UNDANG – UNDANG HUKUM PIDANA PASAL 279 – DELIK ADUAN DI INDONESIA Eka Kurniawatie
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i1.2283

Abstract

This community service program aims to increase legal literacy and awareness among the Walantaka District community regarding the practice of illegal polygamy and marriage without the consent of the legal wife, which are classified as criminal offenses under Article 279 of the Criminal Code (KUHP) and Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. Illegal polygamy remains prevalent due to a lack of legal understanding, a patriarchal culture, and the perception that marriage is a private matter. The program's implementation methods included legal counseling, focus group discussions, legal consultations, and assistance to the community and victims. The results of the program indicate an increase in public understanding of the legal consequences of illegal polygamy and the legal rights of legal wives as victims. This activity also encouraged the community to report violations of marital law through the criminal offense mechanism. This program contributes to strengthening legal awareness, women's protection, and the effectiveness of law enforcement at the local level.