Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pandangan Guru Kimia SMA terhadap Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran di Era Digital Bambang Susilo; Das Salirawati; Sunartri Sunartri
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.368

Abstract

Artificial Intelligence (AI) menawarkan potensi besar dalam meningkatkan pembelajaran kimia di SMA. Penerapan teknologi AI dalam pendidikan menjadi kebutuhan yang mendesak, terutama untuk membantu guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Namun, pemanfaatan AI di sekolah terutama di daerah Kabupaten Sleman, masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan pemahaman guru dan adaptasi teknologi AI yang relatif baru. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian ini untuk memahami sejauh mana pandangan guru terhadap pembelajaran kimia berbasis AI dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pandangan guru teradap pembelajaran kimia berbasis AI. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus yang melibatkan 20 orang guru kimia di berbagai SMA Negeri di Kabupaten Sleman sebagai responden, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa kebanyakan guru baru mempunyau pemahaman dasar tentang AI dan baru tertarik menggunakannya. Aplikasi AI seperti ChatGPT dan Gemini AI menjadi pilihan utama. Guru melihat AI bisa memberikan umpan balik lebih cepat dan meningkatkan semangat belajar siswa. Meskipun begitu, ada beberapa kendala seperti guru yang belum terlalu paham cara menggunakan AI, fasilitas sekolah yang kurang mendukung, dan kekhawatiran soal kualitas informasi data dari AI. Kebanyakan guru juga belum pernah ikut pelatihan teknologi AI. Selain itu, penting agar ada lebih banyak pelatihan AI, fasilitas sekolah ditingkatkan, dan AI digunakan dengan bijak.
Improving students' chemical literacy skills through experiential learning on global warming concepts Sunartri Sunartri; Antuni Wiyarsi; Bambang Susilo
International Journal on Education Insight Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijei.v7i1.15846

Abstract

Improving chemical literacy is an important task in learning in the global and sustainable development era. However, chemistry learning at schools still tends to focus on mastering theoretical concepts. Therefore, a learning model that is able to provide meaningful and contextual learning experience is needed, one of which is the experiential learning model. The experiential learning model is considered capable of facilitating students in constructing knowledge and developing chemical literacy skills. This study aims to analyze students’ chemical literacy skills before and after learning using the experiential learning model on the topic of global warming, as well as analyzing their improvement. This study employed a quasi-experimental method with a one-group pretest–posttest design and was conducted in two public senior high schools in Sleman Regency, Indonesia, with a sample of 144 Grade X students. Data were collected using chemical literacy tests that had been validated theoretically and empirically. The data were analyzed using a paired t-test and N-gain scores. The results showed a significant difference between pretest and posttest scores, with an improvement in chemical literacy skills in the medium category. These findings indicate that the application of the experiential learning model is effective in improving students’ chemical literacy skills on global warming topics.