p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Avisenna Jemika
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketahanan Keluarga Pernikahan Dini Akibat Pergaulan Bebas di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Avisenna Jemika; Aulia Agustina Wardianti; Natasya Permata Guselsa; Dila Aulia; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan ketahanan keluarga pada pasangan yang menikah di usia dini akibat pergaulan bebas di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Fenomena pernikahan dini sering kali dipicu oleh faktor pergaulan bebas, yang dapat berdampak pada ketahanan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pasangan yang menikah pada usia dini. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menarik karena mengangkat isu pernikahan dini yang sering kali dianggap tabu dan kurang mendapatkan perhatian serius. Dengan fokus pada Kecamatan Kinali, Pasaman Barat, penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi pasangan muda dalam mempertahankan keutuhan keluarga. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti dampak pergaulan bebas sebagai faktor pendorong pernikahan dini, yang relevan dengan fenomena sosial yang berkembang di masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria tertentu, seperti pasangan yang menikah di usia dini akibat pergaulan bebas. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti. Hasil yang ditemukan adalah seks pranikah (melakukan seks sebelum menikah) yang memicu terjadinya pernikahan dini, cara mempertahankan keluarga dalam pernikahan dini, kesulitan ekonomi karena nikah dini, perasaan tertekan dan terjebak karena nikah dini.
Transformasi Estetika dan Makna Ruang Publik: Studi Pantai Parkit Padang Pasca Banjir 2025 Ghina Asyifa Rahmadani; Aulia Nabila Sarweni; Avisenna Jemika; Aliya Rhamadani; Aulia Agustina W; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi estetika dan makna ruang publik Pantai Parkit Padang pasca bencana galodo (banjir bandang) yang terjadi pada November 2025. Penelitian ini penting dilakukan mengingat bencana tersebut menyebabkan perubahan morfologi pesisir yang ekstrem, termasuk terbentuknya pulau baru akibat sedimentasi dan mundurnya garis pantai, sehingga mendorong perubahan signifikan dalam cara masyarakat memandang, menggunakan, dan memaknai ruang publik tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus yang dilaksanakan di Pantai Parkit, Kota Padang pada tahun 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak enam orang, terdiri dari empat pengunjung, satu pelaku UMKM, dan satu masyarakat lokal. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir 2025 mengubah kondisi fisik, sosial, dan ekonomi kawasan secara bersamaan: kondisi kebersihan menurun akibat tumpukan kayu dan sampah plastik, namun terbentuknya pulau baru justru melahirkan daya tarik wisata baru yang meningkatkan keragaman pengunjung. Perubahan ini turut memengaruhi pola penggunaan ruang publik, memunculkan solidaritas sekaligus konflik pemanfaatan sumber daya, serta mendorong adaptasi ekonomi bagi pelaku UMKM. Yang menarik dari penelitian ini adalah bagaimana sebuah bencana alam secara paradoks tidak hanya merusak, tetapi juga menciptakan makna ruang publik baru yang berbasis fenomena geomorfologis unik di tengah masyarakat urban pesisir.