p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Dian Aulia Purnama
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stigma Masyarakat Terhadap Korban Pelecehan Seksual dalam Keluarga di Pariaman Elsa Rahayu; Dian Aulia Purnama; Muliati Sukma; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji stigma masyarakat terhadap korban pelecehan seksual dalam keluarga di Pariaman, yang merupakan fenomena sosial yang kompleks dan memiliki dampak negatif terhadap korban. Penelitian ini menarik untuk dilakukan/penting dilakukan karena pelecehan seksual yang dilakukan oleh anggota keluarga menimbulkan trauma psikologis yang mendalam bagi korban, terutama anak-anak dan perempuan, yang sering kali mengalami perasaan takut, malu, dan kehilangan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung interaksi sosial di lingkungan tempat korban tinggal, sedangkan wawancara dilakukan terhadap korban, keluarga korban, tokoh masyarakat, pekerja sosial, dan aparat desa atau pihak terkait lainnya. Studi dokumentasi digunakan untuk mengkaji data dari laporan kasus, berita media, serta dokumen lembaga sosial. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria informan antara lain adalah korban atau penyintas pelecehan seksual dalam keluarga, anggota keluarga korban, tokoh adat atau agama, aktivis perlindungan anak dan perempuan, serta pihak aparat yang pernah menangani kasus tersebut. Jumlah informan dalam penelitian ini berkisar antara 5 hingga 6 orang, bergantung pada kedalaman data yang diperoleh dan prinsip saturasi informasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban pelecehan seksual dalam keluarga di Pariaman menghadapi berbagai bentuk stigma sosial yang memperparah penderitaan mereka. Oleh karena itu, korban mengalami tekanan psikologis dan sering kali tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat.
Ketimpangan Pengetahuan Lingkungan antara Masyarakat Kota dan Desa Dian Aulia Purnama; Alifia Izmi Azzahra; Ani Agustina; Aliya Syaputry; Farhan Alhu Linadri; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan dekonstruksi sosiologis terhadap fenomena ketimpangan pengetahuan lingkungan yang terjadi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Secara mendalam, kajian ini hendak memetakan sejauh mana disparitas posisi sosial dan aksesibilitas wilayah mempengaruhi derajat penguasaan informasi krisis ekologi serta kesiapsiagaan bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang berlandaskan paradigma interpretatif, dengan menerapkan studi perbandingan antara karakteristik wilayah urban dan rural. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang meliputi wawancara mendalam terhadap informan lintas generasi, observasi partisipatif pada fasilitas publik, serta studi dokumentasi literatur sekunder terkini. Hasil penelitian mengungkap bahwa masyarakat perkotaan memiliki keunggulan akses informasi berbasis teknologi digital serta literasi lingkungan teoretis-global. Sebaliknya, masyarakat pedesaan mengalami kendala infrastruktur digital dan "kemiskinan informasi", tetapi memiliki keunggulan dalam pengetahuan praktis yang berakar kuat pada kearifan lokal, norma adat, dan sensitivitas ekologis langsung. Kesenjangan pengetahuan ini diperburuk oleh pola komunikasi kebijakan pemerintah yang terlalu elitis dan bersifat dari atas ke bawah (top-down), sehingga istilah ilmiah sulit dipahami masyarakat bawah. Studi ini menyimpulkan pentingnya peran mahasiswa sebagai jembatan informasi untuk merumuskan model komunikasi kebijakan yang inklusif, partisipatif, dan transformatif guna mengintegrasikan pengetahuan saintifik modern dengan kearifan lokal demi mewujudkan keadilan ekologis serta pembangunan yang berkelanjutan.