This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Rahma Juita
Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Edukatif dan Sosial dalam Mencegah Tawuran di Kalangan Remaja Kota Padang Salsabila Luthfiyana; Rahma Juita; Salsabila Ramadani Sitompul; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan edukatif di sekolah dan pendekatan sosial yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam mengendalikam kasus tawuran di Kota Padang. Penelitian ini penting dilakukan karena tawuran di kalangan remaja semakin meningkat dan menggangu ketertiban umum serta membahayakan masa depan generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 5 informan, dengan kriteria informan adalah Guru BK, Kepolisian, dan pelajar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi literature. Observasi dilakukan untuk mengamati proses pendekatan edukatif yang dilakukan oleh pihak sekolah dan mengamati pendekatan sosial yang dilakukan pihak kepolisian dalam menangani kasus tawuran di kota padang. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dengan jelas mengenai pencegahan yang dilakukan oleh sekolah dan pihak kepolisian dalam menangani kasus tawuran di Kota Padang melalaui pendekatan edukatif dan pendekatan sosial. Teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencegahan tawuran dikalangan remaja dapat dilakukan diantaranya pertama, pendekatan edukatif dilakukan untuk memberikan pemahaman, membentuk sikap, dan membina perilaku remaja melalui kegiatan pendidikan baik formal maupun informal. Kedua, pendekatan sosial melibatkan upaya membangun hubungan, komunikasi, dan kolaborasi antara berbagai pihak di lingkungan sekitar remaja termasuk keluarga, masyarakat, sekolah, dan kepolisian.
Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Galodo 2025 di Keluarahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Nindya Shafwa; Delmira Syafrini; Mela Yuliana; Rahma Juita; Priskila Natasia Br. Saragih; Sabrina Asifa U Nabila
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.550

Abstract

Bencana galodo yang terjadi di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada tahun 2025 tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Kondisi ini mendorong terjadinya berbagai bentuk perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat pasca galodo 2025, bentuk resiliensi dan strategi bertahan hidup yang dilakukan dalam proses pemulihan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 8 orang informan. Adapun kriteria pemilihan informan yaitu masyarakat yang terdampak galodo di Kelurahan Lubuk Minturun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) meningkatnya solidaritas sosial dan gotong royong (2) kehilangan mata pencarian (3) ketergantungan pada bantuan eksternal (4) pembangunan infrastruktur mitigasi bencana. Namun demikian, masyarakat menunjukkan resiliensi melalui pembangunan kembali sumber mata pencaharian, pemanfaatan jaringan sosial dan kekerabatan, serta meningkatnya kesadaran terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Budaya Pemberian Hadiah dalam Momen Seminar Proposal: Studi Sosiologi Budaya di Kalangan Mahasiswa Nindya Shafwa; Hanafi Saputra; Mela Yuliana; Rahma Juita; Laras Andira; Siti Faizah Atika Maisyah
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.621

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya budaya pemberian hadiah pada momen seminar proposal dan ujian komprehensif di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Padang yang telah menjadi bagian dari praktik sosial dalam lingkungan kampus. Fenomena ini tidak lagi dimaknai sebagai tindakan sukarela semata, tetapi juga sebagai simbol apresiasi, dukungan sosial, dan penanda hubungan pertemanan yang memengaruhi pola interaksi antarmahasiswa. Di sisi lain, budaya tersebut berpotensi menimbulkan tekanan sosial berupa rasa sungkan dan kewajiban tidak tertulis untuk memberikan atau membalas hadiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna budaya pemberian hadiah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian berjumlah 7 mahasiswa yang pernah memberikan maupun menerima hadiah pada momen seminar proposal dan ujian komprehensif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya pemberian hadiah dimaknai sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan akademik, simbol perhatian dan dukungan emosional, serta penanda kedekatan hubungan sosial. Keberlangsungan budaya ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial kampus, pewarisan kebiasaan antarangkatan, media sosial, dan hubungan timbal balik dalam pertemanan. Meskipun memperkuat solidaritas dan relasi sosial mahasiswa, praktik ini juga dapat menimbulkan tekanan sosial berupa rasa sungkan dan kewajiban tidak tertulis untuk membalas pemberian. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya membangun budaya apresiasi yang lebih menekankan ketulusan, dukungan emosional, dan kehadiran sosial daripada nilai material hadiah.