Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kerangka Profil Pelajar Pancasila pada pembelajaran Sosiologi kelas X di SMAN 1 Kecamatan Harau. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pendidikan karakter di era Kurikulum Merdeka serta kebutuhan pembentukan nilai moral pada peserta didik yang berada pada fase transisi remaja awal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan nilai- nilai karakter seperti toleransi, gotong royong, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, dan kemampuan bernalar kritis dalam pembelajaran Sosiologi, terutama melalui materi diferensiasi sosial, kegiatan diskusi kelompok, dan kesepakatan kelas yang dibuat pada awal semester. Penerapan ini sejalan dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan sosial siswa. Namun, penelitian juga menemukan beberapa tantangan, seperti pengaruh budaya digital, kurangnya keteladanan dari lingkungan keluarga, dan minimnya evaluasi karakter yang sistematis. Secara keseluruhan, penerapan pendidikan karakter di SMAN 1 Kecamatan Harau telah berjalan baik dan relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka, tetapi memerlukan penguatan kolaborasi sekolah,orang tua serta inovasi metode pembelajaran untuk meningkatkan efektivitasnya.