Ansorul Alim
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Actualisation of Muhammad Iqbal’s Islamic Educational Philosophy in the Context of Modern Education Ansorul Alim; Amri Saputra; Mahmud Arif
Al-Hikmah: International Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Education Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/m512zy90

Abstract

This research discusses Muhammad Iqbal’s Islamic educational philosophy and its relevance in the context of modern education. This study is motivated by concerns about the current direction of education, which tends to become trapped in materialistic and instrumental orientations, thereby neglecting the moral and spiritual dimensions of the human being. Using a qualitative approach with a library research method, this study examines Iqbal’s major works such as The Reconstruction of Religious Thought in Islam, Asrar-i-Khudi, and Rumuz-i-BeKhudi, as well as various secondary sources that explore the influence and actualisation of his ideas in the field of education. The findings indicate that Iqbal’s philosophy of education is rooted in the concept of Khudi, namely human self-awareness as a being endowed with creative and spiritual potential to realise divine values in life. According to Iqbal, education must be a process of shaping individuals who are dynamic, independent, and responsible towards themselves and society. He rejects educational models that blunt creativity and focus solely on memorisation, as such approaches distance human beings from their true nature as free and creative beings. In the context of modern education, Iqbal’s ideas are relevant as a foundation for reforming the Islamic education system towards a balance between reason and faith, freedom of thought and moral responsibility, as well as intellectual advancement integrated with spiritual depth. This research emphasises that the actualisation of Iqbal’s thought in modern education can serve as a philosophical basis for developing an educational paradigm that is humanistic, transcendental, and contextual to contemporary challenges. By integrating spiritual values and rationality, Islamic education has the potential to produce individuals who are not only intellectually capable but also possess strong character, faith, and ethical awareness.  
Pendidikan Islam untuk Generasi Muda: Tren dan Arah Riset di Sekolah Dasar Amri Saputra; Ansorul Alim; Havid Nur Solikhin; Nurlailatul Nikmah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan arah perkembangan riset bertema Pendidikan Islam untuk Generasi Muda di Sekolah Dasar pada periode 2017–2025. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual anak sejak usia dini, sehingga perlu dikaji secara ilmiah bagaimana perkembangannya dalam konteks globalisasi dan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik dengan memanfaatkan data publikasi dari basis data internasional yang diolah melalui perangkat lunak Biblioshiny (Bibliometrix for R). Analisis dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu analisis deskriptif untuk mengidentifikasi produktivitas publikasi, penulis, dan afiliasi teratas; serta analisis jaringan untuk memetakan kolaborasi penulis dan keterkaitan tematik antar kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi dengan pertumbuhan tahunan sebesar 22,28%, melibatkan 94 penulis dari berbagai institusi di Asia Tenggara, terutama Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Malaya, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Tema dominan mencakup Islamic education, character, dan elementary school, yang menegaskan fokus riset pada integrasi nilai-nilai Islam dan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah dasar. Selain itu, mulai muncul tema baru seperti digital learning, affective approach, dan inclusive education sebagai respons terhadap perubahan sosial dan teknologi pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kajian pendidikan Islam di sekolah dasar tengah berkembang menuju arah yang lebih humanis, inklusif, dan multidisipliner, dengan potensi besar dalam memperkuat pendidikan karakter generasi muda yang religius, moderat, dan adaptif terhadap tantangan global.