Penggunaan beton sebagai salah satu pilihan konstruksi bangunan sipil lebih dikenal luas dibandingkan dengan bahan konstruksi lain seperti kayu dan baja. Beberapa alasan mengapa digunakan beton, karena beton memiliki kekuatan yang tinggi, proses produksi yang relatif mudah, harga relatif terjangkau, serta ketahanan terhadap cuaca yang sangat baik. Namun demikian, disamping keunggulan beton, beton memiliki beberapa kelemahan diantaranya emisi karbon yang cukup tinggi, berat satuan yang besar (2400 kg/m3) dan sifatnya yang kedap air. Sifat yang kedap air tersebut, apabila dilihat dari perpektif lingkungan pada konteks perkerasan jalan merupakan sebuah masalah. Permukaan yang kedap membatasi air hujan untuk bisa meresap ke tanah, sehingga air menjadi limpasan yang kemudian terbuang ke saluran drainase. Hal ini merupakan hal yang kurang ramah lingkungan, sehingga perlu dicari upaya agar beton menjadi lebih porous sehingga mampu menjadi solusi perkerasan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, diperlukan inovasi dalam hal produksi beton yang mampu meloloskan air / porous sebagai aplikasi dalam perkerasan yang ramah lingkungan. Pembuatan beton yang lolos air / porous (pervious concrete) secara teori akan sangat tergantung pada pembentukan rongga udara dalam beton dengan faktor penting gradasi agregat dan faktor air semen yang digunakan. Untuk menjawab kesulitan tersebut, penelitian ini akan mencoba mengaplikasikan material limbah genteng dalam menciptakan beton dengan rongga udara yang cukup untuk meloloskan air / porous. Penggunaan limbah genteng berkorelasi positif dengan nilai porositas beton. Nilai otimum antara kuat tekan dan porositas diperoleh dari penggunaan limbah genteng sebesar 15%