Arfiani Yulianti Fiyul
Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Ahlussunah Waljama’ah Curriculum Management in Forming Student Characteristics Masduki; Ahmad Fikri Aziz Masduki; Arfiani Yulianti Fiyul; Ade Jamarudin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2026): February Soial and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala and Collaboration Yayasan Yusda Edu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/sejarah.v11i1.235

Abstract

This research aims to analyze the management of ASWAJA based local content curriculum to build the character of students who are faithful, devout and noble. This is a case study approach descriptive qualitative research, carried out in religious-based educational institutions. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies, then analyzed using data reduction. Result of research showed that at the planning stage, the curriculum was designed by determining Aswaja-based subjects, selecting competent teachers, and providing relevant learning resources. Curriculum implementation involves developing a syllabus, preparing lesson plans, and implementing learning methods that integrate Aswaja values. Evaluation is carried out reflectively and summatively to measure the success of curriculum implementation. However, several obstacles such as the lack of innovative learning methods and teacher rotation are challenges that needed to be overcome. This research confirmed that Aswaja values have strategic potential moderate, inclusive, based on local wisdom. For optimization, synergy is needed between educational institutions, the community and the government in ensuring the sustainability of local content curricula as a solution to face the moral crisis in the modern era.
Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan SDM Terhadap Peningkatan Kompetensi Karyawan Perbankan di Indonesia Aryo Alamsyah; Arfiani Yulianti Fiyul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Training and human resource development are important factors in improving the competence of banking employees in Indonesia, especially amid digital transformation and increasing competition in the financial industry. This study aims to analyze the effect of training and human resource development on improving the competence of banking employees using a qualitative method with a literature review approach. The data were obtained from various scientific journals and relevant previous studies. The results indicate that training and human resource development have a positive effect on improving technical skills, service quality, technological adaptability, and employee productivity in the banking sector. Therefore, banking companies need to continuously improve sustainable human resource development programs. Pelatihan dan pengembangan SDM merupakan faktor penting dalam meningkatkan kompetensi karyawan perbankan di Indonesia, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan persaingan industri keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan SDM terhadap peningkatan kompetensi karyawan perbankan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan SDM berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan teknis, pelayanan, adaptasi teknologi, dan produktivitas kerja karyawan perbankan. Oleh karena itu, perusahaan perbankan perlu terus meningkatkan program pengembangan SDM secara berkelanjutan.
Pelatihan, Pengembangan, dan Manajemen Karir Training Effectiveness - Career Path & Talent Development Juan Areza Fernanda; Singgih Puji Raharjo; Arfiani Yulianti Fiyul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of technology and globalization has triggered significant disruptions in the skills required in the modern workforce, resulting in a widespread skills gap phenomenon. Amid organizational demands to continuously adapt and remain competitive, employees face psychological challenges such as anxiety, mental exhaustion, and fears of losing the relevance of their competencies. This conceptual article examines the urgency of strategically integrating training, development, and career management through a more humanistic and human-centered approach. Through a literature review and synthesis of contemporary Human Resource Management theories, this study explores key factors influencing training effectiveness, including the 70:20:10 Model, Andragogy Theory, and the Kirkpatrick-Phillips Evaluation Model, as well as the role of talent development through the 9-Box Matrix, Dual Career Paths, and Individual Development Plans (IDPs). The findings indicate that the effectiveness of human resource development can no longer be measured solely by financial Return on Investment (ROI); rather, it should be assessed by the extent to which organizations humanize their workforce through the alignment of strategic business objectives with employees' personal aspirations. Empathetic integration through Individual Development Plans (IDPs) is shown to serve as a vital bridge in developing resilient, adaptive talent with high levels of intrinsic satisfaction in a VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) environment. Kemajuan teknologi dan globalisasi yang pesat telah memicu gangguan yang signifikan dalam keterampilan yang dibutuhkan dalam tenaga kerja modern, mengakibatkan fenomena kesenjangan keterampilan yang meluas. Di tengah tuntutan organisasi untuk terus beradaptasi dan tetap kompetitif, karyawan menghadapi tantangan psikologis seperti kecemasan, kelelahan mental, dan ketakutan kehilangan relevansi kompetensi mereka. Artikel konseptual ini mengkaji urgensi mengintegrasikan pelatihan, pengembangan, dan manajemen karir secara strategis melalui pendekatan yang lebih humanistik dan berpusat pada manusia. Melalui tinjauan literatur dan sintesis teori Manajemen Sumber Daya Manusia kontemporer, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas pelatihan, termasuk Model 70:20:10, Teori Andragogi, dan Model Evaluasi Kirkpatrick-Phillips, serta peran pengembangan bakat melalui Matriks 9-Kotak, Jalur Karir Ganda, dan Rencana Pengembangan Individu (IDP). Temuan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas pengembangan sumber daya manusia tidak lagi dapat diukur hanya dengan Return on Investment (ROI) finansial; sebaliknya, itu harus dinilai dengan sejauh mana organisasi memanusiakan tenaga kerja mereka melalui penyelarasan tujuan bisnis strategis dengan aspirasi pribadi karyawan. Integrasi empati melalui Rencana Pengembangan Individu (IDP) terbukti berfungsi sebagai jembatan vital dalam mengembangkan talenta yang tangguh, adaptif dengan tingkat kepuasan intrinsik yang tinggi dalam lingkungan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity).
Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan SDM Terhadap Peningkatan Kompetensi Karyawan Perbankan di Indonesia Aryo Alamsyah; Arfiani Yulianti Fiyul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Training and human resource development are important factors in improving the competence of banking employees in Indonesia, especially amid digital transformation and increasing competition in the financial industry. This study aims to analyze the effect of training and human resource development on improving the competence of banking employees using a qualitative method with a literature review approach. The data were obtained from various scientific journals and relevant previous studies. The results indicate that training and human resource development have a positive effect on improving technical skills, service quality, technological adaptability, and employee productivity in the banking sector. Therefore, banking companies need to continuously improve sustainable human resource development programs. Pelatihan dan pengembangan SDM merupakan faktor penting dalam meningkatkan kompetensi karyawan perbankan di Indonesia, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan persaingan industri keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan SDM terhadap peningkatan kompetensi karyawan perbankan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan SDM berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan teknis, pelayanan, adaptasi teknologi, dan produktivitas kerja karyawan perbankan. Oleh karena itu, perusahaan perbankan perlu terus meningkatkan program pengembangan SDM secara berkelanjutan.
Pelatihan, Pengembangan, dan Manajemen Karir Training Effectiveness - Career Path & Talent Development Juan Areza Fernanda; Singgih Puji Raharjo; Arfiani Yulianti Fiyul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of technology and globalization has triggered significant disruptions in the skills required in the modern workforce, resulting in a widespread skills gap phenomenon. Amid organizational demands to continuously adapt and remain competitive, employees face psychological challenges such as anxiety, mental exhaustion, and fears of losing the relevance of their competencies. This conceptual article examines the urgency of strategically integrating training, development, and career management through a more humanistic and human-centered approach. Through a literature review and synthesis of contemporary Human Resource Management theories, this study explores key factors influencing training effectiveness, including the 70:20:10 Model, Andragogy Theory, and the Kirkpatrick-Phillips Evaluation Model, as well as the role of talent development through the 9-Box Matrix, Dual Career Paths, and Individual Development Plans (IDPs). The findings indicate that the effectiveness of human resource development can no longer be measured solely by financial Return on Investment (ROI); rather, it should be assessed by the extent to which organizations humanize their workforce through the alignment of strategic business objectives with employees' personal aspirations. Empathetic integration through Individual Development Plans (IDPs) is shown to serve as a vital bridge in developing resilient, adaptive talent with high levels of intrinsic satisfaction in a VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) environment. Kemajuan teknologi dan globalisasi yang pesat telah memicu gangguan yang signifikan dalam keterampilan yang dibutuhkan dalam tenaga kerja modern, mengakibatkan fenomena kesenjangan keterampilan yang meluas. Di tengah tuntutan organisasi untuk terus beradaptasi dan tetap kompetitif, karyawan menghadapi tantangan psikologis seperti kecemasan, kelelahan mental, dan ketakutan kehilangan relevansi kompetensi mereka. Artikel konseptual ini mengkaji urgensi mengintegrasikan pelatihan, pengembangan, dan manajemen karir secara strategis melalui pendekatan yang lebih humanistik dan berpusat pada manusia. Melalui tinjauan literatur dan sintesis teori Manajemen Sumber Daya Manusia kontemporer, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas pelatihan, termasuk Model 70:20:10, Teori Andragogi, dan Model Evaluasi Kirkpatrick-Phillips, serta peran pengembangan bakat melalui Matriks 9-Kotak, Jalur Karir Ganda, dan Rencana Pengembangan Individu (IDP). Temuan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas pengembangan sumber daya manusia tidak lagi dapat diukur hanya dengan Return on Investment (ROI) finansial; sebaliknya, itu harus dinilai dengan sejauh mana organisasi memanusiakan tenaga kerja mereka melalui penyelarasan tujuan bisnis strategis dengan aspirasi pribadi karyawan. Integrasi empati melalui Rencana Pengembangan Individu (IDP) terbukti berfungsi sebagai jembatan vital dalam mengembangkan talenta yang tangguh, adaptif dengan tingkat kepuasan intrinsik yang tinggi dalam lingkungan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity).
KEPEMIMPINAN ADAPTIF DALAM PENILAIAN KINERJA KEPALA MADRASAH UNTUK PENGUATAN MUTU PENDIDIKAN Arfiani Yulianti Fiyul
Epistemic: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Perkumpulan Peneliti dan Pegiat Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70287/epistemic.v5i2.492

Abstract

This study examines how adaptive leadership shapes the implementation of the Principal Performance Appraisal in public madrasahs as a mechanism for improving educational quality. It addresses the gap between the formal policy design of the appraisal system and its practical enactment at the school level. A qualitative approach with a descriptive case study design was employed. Data were collected through semi-structured interviews, field observations, and document analysis involving selected principals of public madrasahs in Sukabumi Regency. The data were analyzed thematically using the Miles and Huberman interactive model, supported by source triangulation and data verification. The findings show that adaptive leadership enables principals to translate policy demands into context-sensitive school practices, manage resistance to change, and foster collaborative quality improvement. Principals who exercised adaptive leadership promoted teacher participation, strengthened internal coordination, and developed locally grounded strategies for quality assurance. These findings indicate that adaptive leadership is crucial for bridging national policy expectations and institutional realities in madrasahs. This study contributes to the literature by offering a contextual model of Islamic educational leadership that is practical, responsive, and relevant to quality improvement in public madrasahs.
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Arfiani Yulianti Fiyul; Eko Supratono
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 4 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v4i2.93

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menciptakan Model pembelajaran yang berfokus pada proyek yang mampu mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah dasar negeri dan swasta. Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada proyek memberi peluang bagi siswa untuk berkolaborasi atau berkelompok dalam menyelesaikan proyek yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kemampuan berpikir kritis sangatlah krusial untuk dipahami oleh siswa untuk dapat menghadapi tantangan dari globalisasi dan digitalisasi. Metode pengembangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi), yang meliputi lima tahap penelitian: tahapan yang meliputi analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan penilaian. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa. model pendekatan pembelajaran yang berfokus pada tugas berbasis proyek yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar, baik negeri maupun swasta. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan model ini sebagai pendekatan pembelajaran alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
MSDM Modern: Kompetensi, Industri 5.0, dan Isu Kontemporer Ayu Anix Matunisa; Girana Zalfa Abdu; Arfiani Yulianti Fiyul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of technology has driven a radical paradigm shift from conventional Human Resource Management (HRM) toward adaptive and modern HRM in the Industry 5.0 era. Distinguishing itself from Industry 4.0 which heavily focused on automation, Industry 5.0 champions a human-centric philosophy that reinstates humans at the center of innovation. This paper aims to analyze the transformation of modern HRM, future competency development models, the integration of Artificial Intelligence (AI) and People Analytics, and organizational strategies in addressing various contemporary issues such as hybrid working and employee well-being. The method employed is a descriptive literature review, examining various regulations, global reports, and scientific journals. The discussion highlights that AI implementation and HR digitalization significantly enhance administrative efficiency and the accuracy of evidence-based management. However, the adoption of smart technology also triggers critical challenges, including digital skill gaps, transformational workloads, and issues regarding ethics and data privacy. This paper concludes that the success of modern HRM in the Industry 5.0 era is determined not merely by technology adoption, but by a symbiotic balance between advanced digital systems (augmented intelligence) and human capital capacity building through continuous upskilling and reskilling cycles, psychologically safe work environments, and human-centered leadership. Perkembangan teknologi yang sangat pesat mendorong pergeseran paradigma Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) konvensional menuju MSDM modern yang adaptif di era Industri 5.0. Berbeda dengan Industri 4.0 yang berfokus pada otomatisasi, Industri 5.0 mengusung filosofi human-centricity yang menempatkan manusia kembali sebagai pusat inovasi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi MSDM modern, model pengembangan kompetensi masa depan, integrasi Artificial Intelligence (AI) dan People Analytics, serta strategi organisasi dalam menghadapi berbagai isu kontemporer seperti kerja hibrida (hybrid working) dan kesejahteraan karyawan (employee well-being). Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif dengan menelaah berbagai regulasi, laporan global, dan jurnal ilmiah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa implementasi AI dan digitalisasi HR secara signifikan meningkatkan efisiensi administrasi dan akurasi pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based management). Namun, adopsi teknologi cerdas ini memicu tantangan berupa kesenjangan kompetensi digital (digital skill gap), beban kerja ganda (transformational workload), serta isu etika dan privasi data. Artikel ini menyimpulkan bahwa keberhasilan MSDM modern di era Industri 5.0 tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi cerdas, melainkan oleh keseimbangan simbiotik antara kecanggihan sistem digital (augmented intelligence) dengan penguatan kapasitas modal insani melalui siklus upskilling dan reskilling, lingkungan kerja yang aman secara psikologis, serta kepemimpinan yang berpusat pada manusia (human-centered leadership).
Strategi Kepala Sekolah dalam Mengelola Hubungan Publik di SMP Negeri 4 Kota Cimahi Arfiani Yulianti Fiyul; Masduki
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan publik (public relations) memainkan peran krusial dalam dunia pendidikan, terutama dalam membangun citra positif sekolah, meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan memperkuat komunikasi antara sekolah dan publik yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kepala sekolah di SMP Negeri 4 Kota Cimahi mengelola hubungan publik dan menerapkan strategi komunikasi yang efektif. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dua arah yang lebih dialogis, peran aktif Komite Sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital yang bijak, sangat penting dalam membangun hubungan yang produktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, keterampilan digital, dan perubahan kebijakan pendidikan yang terus berkembang. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan keterampilan komunikasi kepala sekolah, optimalisasi penggunaan teknologi untuk komunikasi, dan penguatan peran Komite Sekolah dalam pengambilan keputusan. Dengan implementasi yang tepat, hubungan publik sekolah dapat memperkuat citra positif dan meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat.
Analisis Motivasi Belajar sebagai Prediktor Pemahaman Siswa SDN Lita Sembada Bandung Barat Arfiani Yulianti Fiyul; Lina Sukanti
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis motivasi belajar sebagai prediktor pemahaman belajar siswa sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek penelitian adalah siswa SDN Lita Sembada Kabupaten Bandung Barat. Data motivasi belajar dikumpulkan menggunakan angket skala Likert, sedangkan data pemahaman belajar diperoleh melalui tes atau dokumentasi nilai hasil belajar. Analisis data meliputi statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar dan pemahaman belajar siswa berada pada kategori baik. Analisis regresi mengindikasikan bahwa motivasi belajar dapat dijadikan sebagai prediktor pemahaman belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan motivasi belajar dalam mendukung pemahaman belajar siswa sekolah dasar.