Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Modal Sosial dalam Membangun Ketahanan Masyarakat pada Era Post-Pandemi Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Muhammad Mustakfibillah; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 memunculkan dinamika sosial, ekonomi, dan psikologis yang menantang ketahanan masyarakat di berbagai level. Pada era post-pandemi, modal sosial menjadi elemen yang semakin signifikan dalam menentukan kemampuan masyarakat untuk pulih, beradaptasi, dan mempertahankan keberlanjutan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis bagaimana modal sosial melalui dimensi bonding, bridging, dan linking berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi, kesehatan mental, serta solidaritas sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa modal sosial bonding memperkuat dukungan emosional dan rasa memiliki, yang menjadi faktor pelindung terhadap stres dan kecemasan selama krisis. Sementara itu, modal sosial bridging mampu memperluas jaringan kolaborasi, menghidupkan kembali ekonomi lokal, serta memfasilitasi inovasi sosial melalui komunitas digital dan interaksi hybrid. Transformasi interaksi sosial pasca-pandemi menunjukkan bahwa masyarakat mengadopsi pola komunikasi dan kerja sama yang memadukan ruang fisik dan digital, memperkuat struktur jaringan sosial yang adaptif dan inklusif. Temuan lain mengungkap bahwa solidaritas sosial yang lahir pada masa pandemi terus berlanjut dalam bentuk program pemulihan komunitas, distribusi sumber daya, dan dukungan pendidikan, sehingga memperkuat collective efficacy masyarakat. Kesimpulannya, modal sosial terbukti menjadi fondasi utama ketahanan masyarakat pada era post-pandemi, tidak hanya dalam konteks pemulihan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga stabilitas psikososial dan kohesi sosial jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi modal sosial sebagai strategi pembangunan sosial yang berkelanjutan.