Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Dinamika Perubahan Sosial Masyarakat Digital dan Dampaknya terhadap Identitas Remaja Hilalludin Hilalludin; Siti Nur Suciowati; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masyarakat digital telah menghadirkan perubahan sosial yang cepat, kompleks, dan multidimensional, yang secara signifikan memengaruhi pembentukan identitas remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan sosial digital serta dampaknya terhadap konstruksi identitas remaja dalam perspektif pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah literatur mutakhir yang mencakup teori identitas, budaya digital, literasi keagamaan, dan pedagogi Islam modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang digital menjadi arena baru bagi remaja dalam mengekspresikan diri, namun sekaligus menghadirkan tekanan performativitas, paparan risiko moral, dan fenomena fragmentasi identitas antara dunia online dan offline. Temuan juga mengungkap bahwa remaja Muslim menghadapi tantangan etis yang semakin kompleks, termasuk keaslian diri, kejujuran digital, serta otoritas keagamaan yang semakin terdisrupsi oleh algoritma dan konten populer. Di sisi lain, ruang digital menyediakan peluang untuk pembelajaran agama yang lebih inklusif melalui akses literatur, komunitas kajian virtual, dan konten dakwah kreatif. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membekali remaja dengan literasi digital religius, etika bermedia, dan kesadaran spiritual, sehingga mampu menavigasi realitas digital secara bijak. Sintesis penelitian menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan nilai akhlaq dengan kompetensi digital sebagai kontribusi pemikiran penting untuk pengembangan model pembinaan identitas remaja yang etis, kritis, dan adaptif di era masyarakat digital.
Peran Modal Sosial dalam Membangun Ketahanan Masyarakat pada Era Post-Pandemi Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Muhammad Mustakfibillah; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 memunculkan dinamika sosial, ekonomi, dan psikologis yang menantang ketahanan masyarakat di berbagai level. Pada era post-pandemi, modal sosial menjadi elemen yang semakin signifikan dalam menentukan kemampuan masyarakat untuk pulih, beradaptasi, dan mempertahankan keberlanjutan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis bagaimana modal sosial melalui dimensi bonding, bridging, dan linking berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi, kesehatan mental, serta solidaritas sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa modal sosial bonding memperkuat dukungan emosional dan rasa memiliki, yang menjadi faktor pelindung terhadap stres dan kecemasan selama krisis. Sementara itu, modal sosial bridging mampu memperluas jaringan kolaborasi, menghidupkan kembali ekonomi lokal, serta memfasilitasi inovasi sosial melalui komunitas digital dan interaksi hybrid. Transformasi interaksi sosial pasca-pandemi menunjukkan bahwa masyarakat mengadopsi pola komunikasi dan kerja sama yang memadukan ruang fisik dan digital, memperkuat struktur jaringan sosial yang adaptif dan inklusif. Temuan lain mengungkap bahwa solidaritas sosial yang lahir pada masa pandemi terus berlanjut dalam bentuk program pemulihan komunitas, distribusi sumber daya, dan dukungan pendidikan, sehingga memperkuat collective efficacy masyarakat. Kesimpulannya, modal sosial terbukti menjadi fondasi utama ketahanan masyarakat pada era post-pandemi, tidak hanya dalam konteks pemulihan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga stabilitas psikososial dan kohesi sosial jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi modal sosial sebagai strategi pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Transformasi Budaya Lokal di Tengah Arus Modernisasi Global Hilalludin Hilalludin; Miftahul Adila Fitria; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi budaya lokal dalam arus modernisasi global telah menjadi isu sentral dalam kajian sosial dan keagamaan kontemporer, khususnya dalam konteks pendidikan dan pemikiran Islam di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan budaya lokal, peran teknologi digital dalam reinterpretasi budaya, serta implikasinya terhadap konstruksi identitas Muslim modern. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, kajian ini menelaah literatur akademik mutakhir yang relevan dalam bidang antropologi budaya, sosiologi global, dan pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa transformasi budaya lokal tidak bersifat linear, melainkan merupakan proses dialektis yang melibatkan negosiasi antara nilai tradisional, kultur global, dan pengaruh ruang digital. Teknologi digital berfungsi sebagai arena baru bagi produksi, adaptasi, dan revitalisasi budaya lokal, yang melahirkan bentuk-bentuk budaya hibrid yang lebih adaptif. Dalam perspektif pendidikan Islam, perubahan budaya ini menuntut pendekatan pedagogis yang integratif dan kontekstual, sebagaimana ditegaskan oleh paradigma integratif-interkonektif. Nilai-nilai budaya lokal yang sejalan dengan prinsip akhlak Islam dapat berperan sebagai fondasi pendidikan karakter dan penguatan identitas Muslim di tengah tantangan global. Kesimpulannya, transformasi budaya lokal tidak hanya merefleksikan perubahan sosial, tetapi juga membuka peluang pembaruan pedagogis dan penguatan identitas keislaman yang lebih relevan dengan realitas masyarakat modern.
Analisis Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Komunikasi Generasi Z di Indonesia Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Dedi Sugari; Muhammad Farhan Rifky Afif
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap pola komunikasi Generasi Z di Indonesia dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z sebagai digital natives mengalami perubahan signifikan dalam cara berinteraksi akibat penetrasi teknologi digital dan budaya global. Hasil kajian literatur mengungkap bahwa media sosial tidak hanya mengubah struktur komunikasi dari yang sebelumnya berbasis tatap muka menjadi digital, instan, dan visual, tetapi juga memengaruhi dinamika relasi sosial, pembentukan identitas, serta praktik komunikasi sehari-hari. Generasi Z mengembangkan gaya bahasa baru, memprioritaskan komunikasi singkat, dan mengekspresikan diri melalui simbol, meme, serta konten audiovisual. Selain itu, ketergantungan pada validasi sosial melalui likes, views, dan komentar menciptakan dimensi psikologis baru dalam interaksi digital yang berdampak pada pembentukan citra diri dan kesejahteraan emosional. Temuan juga menunjukkan adanya hibriditas budaya melalui proses glokalisasi, di mana Generasi Z mengadaptasi budaya global tanpa meninggalkan identitas lokal. Perubahan pola komunikasi ini menuntut adaptasi pendidikan, terutama dalam memperkuat literasi digital, literasi budaya, serta kemampuan komunikasi yang etis dan kritis. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial menjadi arena penting dalam membentuk komunikasi, identitas, dan komunitas Generasi Z, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan dan kebijakan sosial yang lebih responsif terhadap dinamika budaya digital kontemporer.
Kearifan Lokal sebagai Modal Humaniora dalam Penguatan Harmoni Sosial Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani; Adel Vieka Octamiana
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran kearifan lokal sebagai modal humaniora dalam memperkuat harmoni sosial di tengah tantangan globalisasi, modernisasi, dan penetrasi budaya digital. Berangkat dari kegelisahan akademik bahwa nilai-nilai lokal mulai terpinggirkan oleh budaya global yang serbainstan, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka mendalam untuk menelaah relevansi dan transformasi nilai budaya lokal dalam konteks sosial kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai modal sosial yang mampu menguatkan kohesi, solidaritas, serta resolusi konflik melalui mekanisme trust, reciprocity, dan identitas kolektif. Dalam pendidikan humaniora, nilai-nilai lokal terbukti berpengaruh signifikan dalam membentuk karakter dan kesadaran kritis generasi muda melalui proses internalisasi nilai yang terstruktur, sebagaimana ditegaskan dalam kerangka pendidikan humanistik. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa modernisasi justru mendorong terjadinya adaptasi kreatif kearifan lokal melalui proses glokalisasi, menghasilkan bentuk-bentuk baru seperti gotong royong digital, komunitas daring berbasis solidaritas, dan revitalisasi budaya melalui platform digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kearifan lokal memiliki fleksibilitas kultural yang memungkinkan masyarakat mempertahankan identitas, merawat keberagaman, dan menciptakan harmoni sosial di tengah perubahan global yang cepat. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa kearifan lokal merupakan modal humaniora strategis yang berperan penting dalam membangun ketahanan sosial dan memperkuat integrasi masyarakat di era modern.
Model Pembelajaran Tahfiz Berbasis Neurosains untuk Meningkatkan Daya Hafal Santri Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Nur Nasywa Abidah
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tahfiz Al-Qur’an membutuhkan strategi yang tidak hanya memperkuat hafalan jangka pendek, tetapi juga menjaga ketahanan memori dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, pendekatan berbasis neurosains menawarkan kerangka ilmiah yang membantu santri mengoptimalkan proses menghafal melalui pemahaman cara kerja otak. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran tahfiz berbasis neurosains serta dampaknya terhadap peningkatan daya hafal santri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan tahfiz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip memori seperti spaced repetition, chunking, penguatan emosional, dan pemilihan waktu belajar yang sesuai ritme biologis mampu mempercepat proses menghafal. Selain itu, pendekatan multisensori dan aktivitas motorik membantu memperkuat jalur memori sehingga santri lebih mudah mengingat ayat dalam jangka panjang. Teknik regulasi diri seperti latihan pernapasan, pengaturan waktu belajar, dan pemantauan progres terbukti meningkatkan konsentrasi dan konsistensi hafalan. Secara keseluruhan, model pembelajaran tahfiz berbasis neurosains berkontribusi pada peningkatan efektivitas hafalan, stabilitas memori, dan motivasi santri. Integrasi neurosains dalam tahfiz menjadi inovasi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren modern sekaligus mempertahankan nilai-nilai tradisi.
Peran Literasi Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Abdul Hamid
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi Al-Qur’an dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik di lingkungan pendidikan Islam modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas bahwa kemampuan peserta didik memahami, membaca, dan menghayati pesan Al-Qur’an belum seluruhnya berkembang optimal, padahal kecerdasan spiritual merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter religius, kesadaran etis, serta kepekaan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, memanfaatkan berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan karya penelitian terbaru mengenai literasi Al-Qur’an dan pengembangan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kemampuan membaca teks suci, tetapi menjadi instrumen utama dalam menumbuhkan pemahaman makna ayat secara tematik dan kontekstual sehingga peserta didik mampu menginternalisasi nilai-nilai ilahiah ke dalam perilaku sehari-hari. Selain itu, penelitian menemukan bahwa kecerdasan spiritual meningkat ketika proses literasi Qur’ani diintegrasikan dengan aktivitas reflektif, pembiasaan ibadah, serta pembelajaran yang memadukan aspek kognitif, afektif, dan moral. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa literasi Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam pembentukan kecerdasan spiritual, dan lembaga pendidikan perlu memperkuat strategi pembelajaran yang komprehensif agar peserta didik tidak hanya cakap membaca Al-Qur’an tetapi juga mampu memahami, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata.
Implementasi Metode Tilawah Tartil sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Al-Qur’an Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Umi Maslichah
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Tilawah Tartil merupakan salah satu pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan ketelitian, ketenangan, dan ketepatan dalam membaca sesuai kaidah tajwid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode tersebut sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an pada peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan Tilawah Tartil dilakukan melalui pembacaan contoh oleh guru, latihan bersama, dan pembacaan individu yang disertai umpan balik positif. Penerapan metode ini terbukti meningkatkan motivasi peserta didik karena memberikan pengalaman belajar yang lebih tenang, terarah, dan tidak menegangkan. Peserta didik merasakan peningkatan kemampuan membaca sehingga muncul rasa percaya diri dan motivasi intrinsik. Faktor pendukung implementasi metode ini antara lain kompetensi guru, lingkungan yang kondusif, serta dukungan keluarga dan lembaga. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kesulitan membedakan makhraj huruf, motivasi awal rendah, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, Metode Tilawah Tartil dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an apabila diterapkan secara konsisten dengan dukungan lingkungan belajar yang memadai.
Integrasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Penguatan Karakter di Lembaga Pendidikan Islam Modern Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Mita Okta Viyani; Ayna Wahyuni
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam penguatan karakter di lembaga pendidikan Islam modern sebagai respons terhadap tantangan moral di era globalisasi. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin terbuka menyebabkan peserta didik terpapar dengan berbagai nilai yang tidak selalu sejalan dengan ajaran Islam, sehingga lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter yang berlandaskan nilai Qur’ani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, kasih sayang, dan keadilan menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter. Integrasi nilai Qur’ani dilakukan melalui kurikulum, kegiatan pembiasaan, budaya sekolah, dan keteladanan guru sebagai model utama bagi peserta didik. Selain itu, tantangan seperti pengaruh budaya digital dan keterbatasan kemampuan pedagogis guru dapat diatasi melalui inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi pendidik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Al-Qur’an memberikan kontribusi signifikan dalam membangun peserta didik yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga memiliki kepribadian berakhlak mulia dan siap menghadapi perubahan zaman.
Pendekatan Tafsir Tematik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Antawiria Wira Santanu; Ayna Wahyuni
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk bertransformasi menuju metode yang lebih relevan, interaktif, dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang potensial adalah tafsir tematik, yaitu metode yang mengelompokkan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan tema tertentu sehingga menghasilkan pemahaman yang utuh dan mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, meliputi analisis buku tafsir, artikel ilmiah, dan dokumen pembelajaran digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tafsir tematik sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI di era digital karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan masalah-masalah kontemporer seperti etika digital, pergaulan modern, serta tantangan moral generasi muda. Pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi Al-Qur’an digital, video pembelajaran, multimedia interaktif, dan platform e-learning memberikan dukungan signifikan dalam meningkatkan antusiasme, motivasi, dan partisipasi siswa. Guru PAI memainkan peran strategis dalam merancang kegiatan pembelajaran berbasis tema, memilih sumber digital yang kredibel, serta memfasilitasi diskusi kritis untuk memperkuat literasi keagamaan siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan tafsir tematik melalui media digital tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memperkuat pemahaman nilai-nilai Qur’ani secara kontekstual dan aplikatif. Dengan demikian, pendekatan ini relevan untuk diadopsi sebagai strategi pembelajaran PAI modern karena mampu membentuk kompetensi keagamaan, literasi digital islami, serta karakter yang selaras dengan kebutuhan abad 21.