Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Scrutinizing Integrative Learning in Arabic Instruction Pradi Khusufi Syamsu; Achmad Satori Ismail; Sukron Kamil; Muhbib Abdul Wahab
International Journal of Islamic Thought and Humanities Vol. 2 No. 1 (2023): International Journal of Islamic Thought and Humanities
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.928 KB) | DOI: 10.54298/ijith.v2i1.78

Abstract

This research aims to find new ideas in integrative Arabic learning. The research conducted in this article is qualitative. Extracting research sources takes one form, sources of bibliographical data in the form of authoritative books and journal articles related to integrative Arabic learning. In terms of approach, this study uses a qualitative approach and a philosophical approach. The qualitative approach is related to the quality, value, or meaning that is explained through language or words. While the philosophical approach to explaining the scientific basis and nature or wisdom of a formal object. This study confirms that integrative Arabic learning is learning Arabic that combines the four language skills (listening, speaking, reading, and writing), elements of Arabic, language competence (competence linguistics, communicative competence, and cultural competence) and integrates all aspects of learning both academic and non-academic so that all Arabic learning programs are designed and implemented in an integrated and programmed manner in every student's daily life. Integrative Arabic learning is precisely in accordance with the character of the language itself which is an inseparable unit where the breadth of language must be treated as a whole and not narrowly. Several scholars who support the above opinion include Ibn Khaldun, Tamam Hassan, Ahmad Abduh Iwadh, Muhbib Abdul Wahab, Munther Younes, Farid Khalfawi, and Balqasim Malikiyah. The conclusion of this study is different from Noam Chomsky's opinion who concluded that language ability is a natural talent, not determined by the natural environment because language is not a habit.
Muhammad Qaddur: Biografi Intelektual, Karya-Karyanya, Pemikiran Kebahasaaraban, dan Pengaruhnya terhadap Pengembangan Linguistik Arab Fatimah Azzahra Putri; Muhbib Abdul Wahab; Erta Mahyudin; Azkia Muharom Albantani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini mengkaji pemikiran kebahasaaraban Ahmad Muhammad Qaddur sebagai salah satu tokoh penting dalam studi linguistik Arab modern. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan biografi intelektual Qaddur, mengidentifikasi karya-karya utamanya, menganalisis karakter pemikirannya, serta menelusuri pengaruhnya terhadap pengembangan linguistik Arab di dunia Arab dan non-Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka terhadap karya-karya Qaddur, artikel ilmiah, dan penelitian akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Qaddur memiliki kontribusi signifikan dalam menjembatani warisan linguistik Arab klasik dengan teori linguistik modern, khususnya dalam bidang fiqh al-lughah, ilmu al-aṣwāt, dan pembinaan terminologi linguistik Arab. Pemikirannya bercorak integratif, historis, dan deskriptif, namun tetap berpijak pada komitmen normatif terhadap pelestarian bahasa Arab fuṣḥā. Selain itu, keterlibatannya dalam Majma‘ al-Lughah al-‘Arabiyyah Damaskus memperkuat perannya dalam perumusan kebijakan bahasa dan standardisasi istilah kebahasaan. Pengaruh pemikiran Qaddur juga terlihat dalam dunia akademik non-Arab, termasuk Indonesia, terutama dalam kajian semantik, analisis kesalahan berbahasa, dan pendidikan bahasa Arab. Dengan demikian, Qaddur dapat diposisikan sebagai figur sentral dalam upaya modernisasi linguistik Arab tanpa memutus keterkaitannya dengan tradisi keilmuan klasik.
Pengembangan Strategi Pembelajaran Insya’ Perspektif Rasyid Ahmad Thu‘aimah dan Ali Madkur sebagai Fondasi Keterampilan Produktif Bahasa Arab Fatimah Azzahra Putri; Muhbib Abdul Wahab; Akmal Walid Ahkas
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/vtjh0532

Abstract

Studi ini berfokus pada pengembangan strategi pembelajaran insya’ sebagai keterampilan puncak dalam bahasa Arab yang mengintegrasikan aspek linguistik, kognitif, dan afektif. Latar belakang penelitian ini adalah masih dominannya praktik pembelajaran insya’ yang bersifat struktural dan berorientasi hafalan kaidah sehingga tujuan komunikatif belum tercapai secara optimal. Penelitian bertujuan merumuskan strategi pengembangan pembelajaran insya’ berbasis sintesis pemikiran Rasyid Ahmad Thu‘aimah dan Ali Ahmad Madkūr sebagai fondasi keterampilan produktif bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kepustakaan dan analisis isi terhadap karya kedua tokoh serta literatur terkait maharah kitābah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pilar latihan bermakna, komunikatif, integratif, dan bertahap menurut Thu‘aimah, jika dipadukan dengan pendekatan humanistik Madkūr yang menempatkan menulis sebagai proses kognitif–afektif dan reflektif, menghasilkan model pembelajaran insya’ yang komunikatif, kontekstual, dan berorientasi pada peserta didik. This study focuses on the development of a composition learning strategy as a peak skill in Arabic that integrates linguistic, cognitive, and affective aspects. The background of this research is the dominance of structural-based composition learning practices that focus on memorizing rules, which means communicative goals are not optimally achieved. The study aims to formulate a strategy for developing composition learning based on the synthesis of the ideas of Rasyid Ahmad Thu‘aimah and Ali Ahmad Madkūr as the foundation for productive Arabic language skills. The method used is qualitative with literature study and content analysis of the works of these two figures and related literature on maharah kitābah. The findings show that the pillars of meaningful, communicative, integrative, and gradual practice according to Thu‘aimah, when combined with Madkūr's humanistic approach that positions writing as a cognitive-affective and reflective process, result in a communicative, contextual, and learner-oriented composition learning model.