Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR DAN NILAI MORAL DALAM NOVEL SI LAMSIJAN KAEDANAN KARYA KI UMBARA Muhamad Aldiansah; Ratnawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i2.786

Abstract

The aim of this research is to describe the structure and moral values ​​contained in the novel Si Lamsijan Kaédanan by Ki Umbara with an analysis of the structure and moral values. This research is qualitative research using qualitative descriptive methods. The research technique used is a literature review technique. The instrument used in this research was a data card. The first result of this research is the structure in the novel Si Lamsijan Kaédanan and the second is the moral ajén in the novel Si Lamsijan Kaédanan. The theme in this novel is about love and infatuation; The plot used in this story is a mixed plot; There are 15 perpetrators in this novel; The settings contained in this novel include 99 settings; the title of the novel Si Lamsijan Kaédanan refers to the main character, namely Si Lamsijan; The point of view used in this novel is third person unlimited; there are 4 language styles and 43 tones; 59 symbolism; and this novel includes dramatic irony. third, there are 19 moral values ​​contained in the novel, including 4 human morals towards God, 3 human morals towards oneself, 9 human morals towards other humans, 1 human moral towards time, and 2 human morals in the pursuit of outer and inner satisfaction. The output of this research is to produce articles published in national journals.
ANALISIS AFIKSASI DALAM NOVEL DIRAWU KELONG KARYA AHMAD BAKRI Rahayu; Ratnawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1841

Abstract

This study investigates the forms, functions, and meanings of affixation (kecap rundayan) in the Sundanese-language novel Dirawu Kélong by Ahmad Bakri. Using a descriptive qualitative method and content analysis approach based on Sudaryat’s (2013) morphological theory, 420 affixation instances were identified and classified into five types: prefixation, infixation, suffixation, confixation, and ambifixation. The results show suffixation as the most dominant form (54.76%), followed by prefixation (24.05%), ambifixation (12.86%), infixation (5.48%), and confixation (2.86%). In terms of function, affixed words were mostly nouns (44.52%), verbs (41.90%), and adjectives (7.86%). Each affix form contributes specific grammatical meanings, such as indicating possession, passive/active voice, or plurality. The research highlights the richness of Sundanese morphology within literary texts and emphasizes its importance for preserving regional language through literature. It also serves as a linguistic reference for both academic and educational contexts, supporting Sundanese language maintenance and revitalization among younger generations. Keywords: Keywords: affixation; Sundanese morphology; linguistic analysis; novel; regional language preservation
FENOMENA TINDAK TUTUR BAHASA SUNDA PADA NOVEL ISTRI-ISTRI NU DIPIHORMAT KARYA MEMEN DURACHMAN Ratnawati; Mega Sri Rahmah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.208

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini memiliki latar belakang mengenai pentingnya memahami konteks tuturan dan tindak tutur agar tehindar dari kesalahpahaman dalam memahami suatu tuturan. Sumber data penelitian ini adalah novel Sunda novel Istri-istri nu Dipihormat karya Memen Durachman karena novel Sunda memiliki banyak pesan-pesan kehidupan dan menjadi salah satu upaya melestarikan bahasa Sunda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tindak tutur dalam dialog novel Istri-Istri nu Dipihormat karya Memen Durachman melalui teori Austin. Metode yang dipakai adalah metode deskriptif analitis dengan memakai teknik pengumpulan data berupa telaah pustaka dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari  385 dialog yang terdapat dalam novel, bentuk tindak tutur yang ditemukan dalam novel ini yaitu, lokusi dengan jumlah 202 tuturan, ilokusi sejumlah 193 tuturan, dan perlokusi sejumlah 228 tuturan. Hasil penelitian ini bisa digunakan untuk alternatif dalam pembelajaran paguneman yang sesuai dengan KIKD, sehingga bisa menjadi upaya melestarikan bahasa Sunda. KATA KUNCI: Dialog; novel; tindak tutur >  THE PHENOMENON OF SPEECH ACTS IN THE SUNDANESE NOVEL ISTRI-ISTRI NU DIPIHORMAT BY MEMEN DURACHMAN   ABSTRACT: This research is motivated by the importance of understanding the context of speech and speech acts to avoid misunderstanding in understanding speech. The source of the research data is the Sundanese novel Wife-wife nu Dipihormat by Memen Durachman because Sundanese novels have many messages about life and are one of the efforts to preserve the Sundanese language. The purpose of this research is to find out the speech acts in the dialogue of Memen Durachman's novel Wife-Wife nu Dipihormat through Austin's theory. The method used is the descriptive analytical method using data collection techniques in the form of literature review and data analysis. The results of the study show that of the 385 dialogues in the novel, the forms of speech acts found in this novel are locations with a total of 202 utterances, illocutionary acts with a total of 193 utterances, and perlocutions with a total of 228 utterances. The results of this study can be used as an alternative in paguneman learning that is by KIKD, so that it can be an effort to preserve Sundanese. KEYWORDS: Dialogue; novel; speech art
Analisis Struktur dan Nilai Moral pada Kumpulan Dongeng Di Sukabumi Heni Asmiati; Ratnawati
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 12 No 1 (2026): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v12i1.5084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur naratif dan nilai moral yang terkandung dalam tiga dongeng Sukabumi, yaitu Sasakala Situ Sukarame, Sasakala Pelabuhan Ratu, dan Sasakala Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dongeng memiliki struktur naratif yang jelas mencakup tema, tokoh, alur, latar, dan amanat. Tema utama yang muncul adalah keserakahan dan akibatnya, keyakinan masyarakat terhadap kekuatan gaib, serta perjuangan dalam membangun permukiman baru. Nilai moral yang ditemukan meliputi nilai religius (iman, syukur, taqwa), nilai individu (jujur, sabar, mandiri, rajin), nilai sosial (gotong royong, saling menghormati), dan nilai lingkungan (menjaga alam, menghormati aturan adat, tidak serakah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dongeng Sukabumi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL KEMBANG NU DIPITINEUNG KARYA TETY S NATAPRAWIRA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Novia Rahmawati; Ratnawati
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 12 No 1 (2026): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v12i1.5752

Abstract

Adanya ragam budaya khususnya bahasa daerah bisa mempengaruhi terjadinya peristiwa kebahasaan. Salah satunya peristiwa alih kode dan campur kode yang bisa diperoleh dari media tulis contohnya novel. Novel Kembang nu Dipitineung karya Tety S Nataprawira belum pernah ada yang meneliti, novel ini juga banyak menggunakan alih kode dan campur kode dengan menggunakan 8 bahasa yaitu bahasa Sunda, Indonesia, Jawa, Betawi, Inggris, Latin, Spanyol dan Belanda. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur novél, alih kode dan campur kode dalam novel Kembang nu Dipitineung karya Tety S Nataprawira. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analisis, teknik pengumpulan data yaitu observasi non partisipan dan telaah pustaka atau studi pustaka. Instrumen yang digunakan yaitu kartu data serta luaran dari penelitian ini merupakan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional. Hasil penelitian mengenai struktur novel mempunyai tema perjuangan, cinta dan harapan; alur yang digunakan yaitu alur mundur; karakter dalam novel terdapat 84 karakter; latar terdapat 143 latar; judul novel Kembang nu Dipitineung mengacu pada karakter utama yaitu Sekar Asih; sudut pandang yang digunakan yaitu orang ketiga tak terbatas; terdapat 7 gaya bahasa dan 114 nada; 98 simbolisme; serta novel ini termasuk ironi dramatis. Alih kode dalam novel terdapat 62 alih kode intern dan 7 alih kode ekstern. Sedangkan, campur kode dalam novel terdapat 29 campur kode intern dan 27 campur kode ekstern.