Adanya ragam budaya khususnya bahasa daerah bisa mempengaruhi terjadinya peristiwa kebahasaan. Salah satunya peristiwa alih kode dan campur kode yang bisa diperoleh dari media tulis contohnya novel. Novel Kembang nu Dipitineung karya Tety S Nataprawira belum pernah ada yang meneliti, novel ini juga banyak menggunakan alih kode dan campur kode dengan menggunakan 8 bahasa yaitu bahasa Sunda, Indonesia, Jawa, Betawi, Inggris, Latin, Spanyol dan Belanda. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur novél, alih kode dan campur kode dalam novel Kembang nu Dipitineung karya Tety S Nataprawira. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analisis, teknik pengumpulan data yaitu observasi non partisipan dan telaah pustaka atau studi pustaka. Instrumen yang digunakan yaitu kartu data serta luaran dari penelitian ini merupakan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional. Hasil penelitian mengenai struktur novel mempunyai tema perjuangan, cinta dan harapan; alur yang digunakan yaitu alur mundur; karakter dalam novel terdapat 84 karakter; latar terdapat 143 latar; judul novel Kembang nu Dipitineung mengacu pada karakter utama yaitu Sekar Asih; sudut pandang yang digunakan yaitu orang ketiga tak terbatas; terdapat 7 gaya bahasa dan 114 nada; 98 simbolisme; serta novel ini termasuk ironi dramatis. Alih kode dalam novel terdapat 62 alih kode intern dan 7 alih kode ekstern. Sedangkan, campur kode dalam novel terdapat 29 campur kode intern dan 27 campur kode ekstern.
Copyrights © 2026