Rifky Sandi Kurniawan
Universitas Veteran Bangun Nusantara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN KARAKTER SISWA DI ERA TEKNOLOGI MELALUI NOVEL CEROS DAN BATOZAR Anisa Puspita Sari; Wilsa Fentani; Rifky Sandi Kurniawan; Dewi Kusumaningsih
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i3.1027

Abstract

This article discusses efforts to improve student character in the technological era through the novels “Ceros and Batozar” as learning media. In an educational context that is increasingly influenced by technological advances, it is important to apply character values ​​in learning activities. The novel was chosen as an effective means of exploring relevant character values, such as honesty, intelligence, toughness, and caring. These values ​​are very important for students' personal development in facing the challenges of the times. Through the implementation of learning methods such as group discussions, problem-based learning (PBL), and project-based learning (PjBL), students are invited to analyze and discuss these values ​​and relate them to the social problems around them. In this way, it is hoped that students will not only improve their communication skills and creativity, but also strengthen the internalization of character values ​​that are important in life. The main aim of this article is to identify the role of the “Ceros and Batozar” novels in improving students' personality characteristics by highlighting the values ​​contained in the narrative, as well as how these values ​​can be internalized by readers. The research was conducted using a qualitative approach with data analysis techniques. Data were analyzed using thematic techniques which allowed researchers to identify, analyze and discuss themes related to the values ​​of the characters in the novel. It is hoped that this article can provide understanding to educators in developing effective learning strategies to strengthen students personalities in the digital era, as well as strengthening value and character-based learning that is relevant to current technological developments.
VARIASI BAHASA SLOGAN PADA IKLAN GOJEK DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Wilsa Fentani; Anisa Puspita Sari; Rifky Sandi Kurniawan; Sri Wahono Saptomo; Suparmin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.1204

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mengungkap pola variasi bahasa yang digunakan dalam slogan iklan Gojek pada media sosial Instagram serta makna komunikatif yang dibangun melalui penggunaan variasi tersebut. Fenomena bahasa dalam iklan digital menunjukkan kecenderungan adaptasi terhadap dinamika bahasa populer yang berkembang di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda sebagai pengguna utama media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif sosiolinguistik untuk menelaah bentuk, kecenderungan, dan fungsi penggunaan variasi bahasa dalam slogan iklan. Sumber data diperoleh dari slogan iklan yang dipublikasikan pada akun Instagram resmi Gojek, yaitu @gojekindonesia, yang berupa kata dan frasa dalam konten promosi. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik sadap dan teknik catat, serta diperkuat melalui dokumentasi berupa tangkapan layar. Analisis data menggunakan metode padan ekstralingual untuk menghubungkan unsur kebahasaan dengan konteks sosial, budaya, dan tujuan komunikasi dalam praktik periklanan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa yang muncul dalam slogan iklan Gojek mencakup tiga bentuk utama, yaitu variasi bahasa gaul (slang), variasi bahasa Indoglish, dan variasi bahasa plesetan. Ketiga bentuk variasi tersebut berfungsi sebagai strategi linguistik untuk membangun kedekatan dengan audiens, memperkuat daya tarik persuasif pesan iklan, serta menciptakan identitas komunikasi yang selaras dengan kultur bahasa digital masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan variasi bahasa dalam slogan iklan tidak hanya berperan sebagai bentuk kreativitas linguistik, tetapi juga sebagai strategi komunikasi yang efektif dalam memperkuat citra merek dan meningkatkan keterlibatan pengguna di ruang media sosial.
Penggunaan tindak tutur ilokusi Ferry Irwandi pada media sosial youtube Rifky Sandi Kurniawan; Sukarno Sukarno; Suparmin Suparmin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) in Progress
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i2.16198

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya YouTube, telah mengubah pola komunikasi menjadi lebih terbuka dan berpengaruh dalam pembentukan opini publik. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai tindakan komunikatif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis, kecenderungan, dan fungsi tindak tutur ilokusi yang digunakan Ferry Irwandi dalam komunikasi di YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data simak dan catat. Data berupa tuturan Ferry Irwandi yang diambil dari beberapa konten YouTube, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif, berdasarkan klasifikasi tindak tutur ilokusi menurut Searle, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 28 data tindak tutur ilokusi dengan dominasi pada tindak tutur asertif (9 data) dan tindak tutur ekspresif (9 data), diikuti tindak tutur direktif (5 data), tindak tutur komisif (3 data), dan tindak tutur deklaratif (2 data). Dominasi tindak tutur asertif menunjukkan peran penutur dalam membangun opini dan kerangka pemahaman audiens, sedangkan tindak tutur ekspresif memperkuat keterlibatan emosional penutur. Tindak tutur direktif berfungsi sebagai sarana persuasi, sementara tindak tutur komisif dan tindak tutur deklaratif berperan sebagai pendukung dalam membangun kredibilitas dan penegasan nilai. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi oleh Ferry Irwandi membentuk cara berkomunikasi yang terarah dan efektif, dengan memadukan fungsi informatif, ekspresif, dan persuasif. Oleh karena itu, tindak tutur ilokusi berperan penting dalam membentuk opini publik dan mengatur interaksi komunikasi di media sosial dengan lebih baik.