Suparmin Suparmin
Universitas Veteran Bangun Nusantara

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

BENTUK SANTUN BERBAHASA DI SEKOLAH DASAR Suparmin Suparmin
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 4 (2018): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v3i4.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk santun berbahasa dalam percakapan di kelas. interaksi antara siswa dengan guru. Jenis pendekatan yang digunakan, yaitu kualitatif deskriptif. Kegiatan penelitian ini dengan menggunakan metode pengumpulan data, yaitu metode simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan catat. Data penelitian berwujud ungkapan bahasa berupa kata-kata dan kalimat penutur. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data lisan yang berupa peristiwa tutur antara para penutur, yaitu antara siswa dengan guru. Bentuk santun berbahasa siwa ketika berinteraksi dengan guru dalam pembelajaran di kelas, sangat dominan diwujudkan melalui tiga modus tuturan yaitu: 1) permintaan; 2) permohonan; dan 3) mengharap. Meminta merupakan tindak kesantunan direktif yakni memiliki tujuan mengharapkan kepada mitra tutur supaya diberi sesuatu seperti yang diminta oleh penutur.
PEMBELAJARAN TEKS BIOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 WURYANTORO TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Sri Wahyuni; Sri Muryati; Suparmin Suparmin
Asas: Jurnal Sastra Vol 12, No 1 (2023): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v12i1.42219

Abstract

Tujuan penelitian ini guna mendeskripsikan (1) rencana pelaksanaan pembelajaran evaluatif teks biografi pada siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Wuryantoro, (2) pelaksanaan pembelajaran mengevaluasi hal-hal keteladanan teks biografi pada siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Wuryantoro , (3) Penilaian akademik menilai apa yang dapat ditiru dari teks biografi pada siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Wuryantoro. Tata riset ini memakai tata riset deskriptif berupa penelitian kualitatif. Informasi yang diperoleh dari proses pembelajaran pada siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri Wuryantoro. Informasi dalam penelitian ini diantaranya berbentuk kata, kalimat yang relevan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran teks biografi. Metode pengumpulan riset ini menggunakan pengamatan, pencatatan, dan dokumentasi. Langkah yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini, yaitu: data reduksi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil riset ini bisa disimpulkan ialah mencakup 1) perencanaan untuk melakukan pembelajaran evaluatif pada teks biografi yang ditulis oleh guru telah berdasarkan pedoman Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, meliputi pengembangan capaian pembelajaran, tahapan, serta penilaian, 2) pelaksanaan pembelajaran teks biografi dilakukan saat pertemuan kedua di KD. 3.14 dimulai dengan kegiatan pendahuluan, dasar, dan penutup, 3) evaluasi pembelajaran dilakukan dengan cara penilaian di akhir pembelajaran dengan mengumpulkan hasil pekerjaan ke guru bahasa Indonesia meliputi penilaian pengetahuan dan keterampilan.
PENGGUNAAN DIKSI DALAM IKLAN KULINER MEDIA LUAR RUANG DI JALAN PRACIMANTORO-GIRITONTRO WONOGIRI TAHUN 2021 Fajar Alfian; Titik Sudiatmi; Suparmin Suparmin
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan bentuk penggunaan diksi dalam iklan kuliner media luar ruang di jalan Pracimantoro-Giritontro Wonogiri tahun 2021, 2) mendeskripsikan makna yang ditimbulkan dalam iklan kuliner media luar ruang di jalan Pracimantoro-Giritontro Wonogiri tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, karena dalam prosesnya dilakukan dengan cara mendeskripsikan mengenai data yang telah ditemukan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 18 data penggunaan diksi dalam iklan kuliner media luar ruang di jalan Pracimantoro- Giritontro Wonogiri tahun 2021, yang terdiri dari bentuk penggunaannya dan makna yang ditimbulkan dari penggunaan diksi dalam iklan kuliner media luar ruang di jalan Pracimantoro-Giritontro Wonogiri tahun 2021. Bentuk penggunaannya terbanyak merupakan frasa, sedangkan makna yang ditimbulkan terdapat makna yang bukan sebenarnya.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 3-6 TAHUN DI DESA GIRIMARTO KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI PADA TAHUN 2021 Berlyana Rahmawati; Titik Sudiatmi; Suparmin Suparmin
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemerolehan kosakata benda anak usia 3-6 tahun di desa Girimarto dan mendeskripsikan proses produksi kalimat anak usia 3-6 tahun di desa Girimarto. Penelitian ini dilakukan melalui metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata dan kalimat. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 anak yang menjadi sampel dari beberapa dusun yang ada di desa Girimarto. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui teknik simak dan catat. Di samping metode tersebut juga dilakukan dengan rekaman dan wawancara langsung dengan orang tua dan tetangga sekitar. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitiannya berupa pemerolehan kosakata benda anak usia 3-6 tahun di desa Girimarto dan produksi kalimat anak usia 3-6 tahun di desa Girimarto.
Narasi kehidupan dalam metafora pada lirik lagu “Anak jalanan” karya Shandy Sondoro Arie Hermawan; Titik Sudiatmi; Suparmin Suparmin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan metafora dalam lirik lagu “Anak Jalanan” karya Sandhy Sondoro sebagai medium penggambaran realitas kehidupan anak jalanan. Fokus analisis terletak pada identifikasi jenis metafora dan representasinya dalam menggambarkan kehidupan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif dengan metode deskriptif, karena data yang dikumpulkan berupa lirik lagu dalam bentuk kata-kata. Data dianalisis dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan metafora berdasarkan teori metafora konseptual Lakoff dan Johnson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lirik lagu “Anak Jalanan” ditemukan tiga jenis metafora, yaitu metafora struktural, metafora orientasional, dan metafora ontologis. Metafora struktural digunakan untuk menggambarkan posisi sosial anak jalanan sebagai kelompok marginal dalam kehidupan metropolitan. Metafora orientasional merepresentasikan kondisi emosional anak jalanan yang penuh kegelisahan dan ketidakpastian meskipun berada di tengah keramaian kota. Sementara itu, metafora ontologis berfungsi untuk memaknai konsep abstrak seperti restu dan dukungan sosial sebagai unsur penting dalam membentuk kehidupan anak jalanan. Melalui penggunaan metafora tersebut, lirik lagu “Anak Jalanan” tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai media kritik sosial dan sarana untuk membangun empati terhadap kehidupan anak jalanan.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SASTRA DIGITAL BERBASIS KRITIK SASTRA, SDGs, DAN AI SEBAGAI PENGUATAN LITERASI KRITIS PESERTA DIDIK Pardyatmoko Pardyatmoko; Wahyu Dini Septiari; Sukarno Sukarno; Suparmin Suparmin; Natasya Ayu Permadani; Annisa Ummu Habibah
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.12068

Abstract

Literature learning in schools is still predominantly dominated by a textual approach that focuses on understanding the intrinsic and extrinsic elements of literary works, resulting in limited development of students’ critical literacy skills. At the same time, the rapid advancement of digital technology, the growing utilization of Artificial Intelligence (AI), and the demands of achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) require innovative learning models capable of integrating critical thinking, digital literacy, and global awareness. This study aims to develop a digital literature learning model based on literary criticism, SDGs, and AI to strengthen students’ critical literacy. The research employed a Research and Development (R&D) approach adapted from the Borg and Gall model, consisting of needs analysis, planning, product development, expert validation, revision, limited field testing, and evaluation stages. The participants included Indonesian language teachers and 32 eleventh-grade students at SMK Negeri 1 Wonogiri. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, expert validation sheets, and pretest-posttest assessments, and were analyzed using quantitative and qualitative techniques. The results produced a learning model comprising six main stages: issue orientation, close reading, literary criticism, reflective discussion, creative production, and authentic assessment. Expert validation indicated a feasibility score of 86.8%, categorized as highly feasible. The limited field trial demonstrated an improvement in students’ critical literacy, with the mean score increasing from 59.7 to 83.2 and an N-Gain score of 0.58, which falls within the moderate category. The findings reveal that the integration of literary criticism, SDGs, and AI promotes a more critical, reflective, contextual, and relevant literature learning process aligned with the demands of twenty-first-century education. The novelty of this study lies in the systematic integration of literary criticism, SDGs, and AI within a single instructional design framework to enhance students’ critical literacy. ABSTRAK Pembelajaran sastra di sekolah masih didominasi oleh pendekatan tekstual yang berorientasi pada pemahaman unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra sehingga belum optimal dalam mengembangkan literasi kritis peserta didik. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dan tuntutan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut hadirnya model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kesadaran global secara simultan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran sastra digital berbasis kritik sastra, SDGs, dan AI sebagai upaya memperkuat literasi kritis peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg dan Gall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli, revisi, uji coba terbatas, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas guru Bahasa Indonesia dan 32 peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Wonogiri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, lembar validasi ahli, serta tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan model pembelajaran yang terdiri atas enam sintaks utama, yaitu orientasi isu, close reading, kritik sastra, diskusi reflektif, produksi karya, dan evaluasi autentik. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 86,8% dengan kategori sangat layak. Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan kemampuan literasi kritis peserta didik dengan nilai rata-rata meningkat dari 59,7 menjadi 83,2 dan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kritik sastra, SDGs, dan AI mampu menciptakan pembelajaran sastra yang lebih kritis, reflektif, kontekstual, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan kritik sastra, SDGs, dan AI secara sistematis dalam satu desain pembelajaran untuk memperkuat literasi kritis peserta didik.
Exploring Moral Value in Brianna and Bottomwise for Indonesian High School Teaching Material Eka Karunianing Hapsari; Suparmin Suparmin; Titik Sudiatmi
PAEDAGOGIA Vol 28, No 3 (2025): PAEDAGOGIA Jilid 28 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v28i3.105561

Abstract

The spread of issues regarding the morality of the younger generation, such as lack of manners, bullying, brawl and other juvenile delinquency is still a problem today, and a solution needs to be found immediately. An awareness of moral values can be done through literature and novels are one of the solutions. One novel that has good moral values in it is Brianna and Bottomwise by Andrea Hirata. In this novel, there are moral values that can be used as an example for the younger generation in their attitude, behavior and actions in everyday life. This study aims to describe the moral values aspect in terms of structural and extrinsic aspects in novels and its suitability as teaching material for Indonesian language subjects in high schools. This research used a descriptive qualitative design with a structural approach to analyze intrinsic elements such as themes and characters, and a moral approach by analyzing extrinsic values. Data were collected through close reading and note-taking techniques, then analyzed using triangulation. The results of the study reveal structural aspects of the novels Brianna and Bottomwise by Andrea Hirata are seen from the themes and characters. The manifestation of moral values in this novel; (1) the moral value of human relations with God, by praying to God and doing good deeds; (2) the moral value of the relationship between humans and the social environment, including helping each other, having good relationships with everyone, whether family or other people; (3) the moral values of human relations with themselves include never giving up, working hard and keeping promises. The findings of this study imply that Brianna and Bottomwise can be adapted into concrete learning media such as modules, student worksheets, and class discussions to strengthen character education. Wider implementation at various levels of education is also recommended so that literature-based learning can support national efforts to build students' moral character.
Penggunaan tindak tutur ilokusi Ferry Irwandi pada media sosial youtube Rifky Sandi Kurniawan; Sukarno Sukarno; Suparmin Suparmin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) in Progress
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i2.16198

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya YouTube, telah mengubah pola komunikasi menjadi lebih terbuka dan berpengaruh dalam pembentukan opini publik. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai tindakan komunikatif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis, kecenderungan, dan fungsi tindak tutur ilokusi yang digunakan Ferry Irwandi dalam komunikasi di YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data simak dan catat. Data berupa tuturan Ferry Irwandi yang diambil dari beberapa konten YouTube, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif, berdasarkan klasifikasi tindak tutur ilokusi menurut Searle, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 28 data tindak tutur ilokusi dengan dominasi pada tindak tutur asertif (9 data) dan tindak tutur ekspresif (9 data), diikuti tindak tutur direktif (5 data), tindak tutur komisif (3 data), dan tindak tutur deklaratif (2 data). Dominasi tindak tutur asertif menunjukkan peran penutur dalam membangun opini dan kerangka pemahaman audiens, sedangkan tindak tutur ekspresif memperkuat keterlibatan emosional penutur. Tindak tutur direktif berfungsi sebagai sarana persuasi, sementara tindak tutur komisif dan tindak tutur deklaratif berperan sebagai pendukung dalam membangun kredibilitas dan penegasan nilai. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi oleh Ferry Irwandi membentuk cara berkomunikasi yang terarah dan efektif, dengan memadukan fungsi informatif, ekspresif, dan persuasif. Oleh karena itu, tindak tutur ilokusi berperan penting dalam membentuk opini publik dan mengatur interaksi komunikasi di media sosial dengan lebih baik.