Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Penggunaan “Buri Wolio” pada Mahasiswa Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo La Niampe; Hasdairta Laniampe; Hisna; Mursin; Bainudin
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek Bahasa Daerah yang perlu dipelajari salah satunya adalah Bahasa Wolio. Salah satu keistimewaan dari Bahasa Wolio adalah bahwa Bahasa Wolio ada di Kerajaan Buton dan memiliki sistem aksara yang baku, yang diambil dari aksara Arab dan Jawi. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan Penggunaan “Buri Wolio” kepada mahasiswa Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo dan dapat mengembangkan pengetahuan dan minatnya mengenai Penggunaan “Buri Wolio” ini. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pendekatan kolaboratif. Dalam pengabdian ini, tim pengabdian melakukan sosialisasi yang didalamnya terdapat pembimbingan, diskusi dan konsultasi mengenai penggunaan “Buri Wolio” yang baik dan benar. Selain itu, sumber referensi yang relevan disediakan, dan juga pemberian materi yang dilakukan oleh ahlinya. Melalui sosialisasi penggunaan “Buri Wolio” bagi Mahasiswa Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo ini diharapkan dapat berguna bagi mahasiswa agar ilmu pengetahuan yang mereka miliki dapat lebih berkembang khususnya dalam bidang ilmu Filologi.
ANALISIS NARASI LISAN MASYARAKAT NAMBO TENTANG PENYAKIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT Hasdairta Laniampe; Bainudin; Irawati Tapasi; Taufiq Said
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh narasi lisan masyarakat Nambo tentang penyakit terhadap perilaku mereka dalam mencari pengobatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan tokoh masyarakat, dukun/tradisional healer, serta tenaga medis di Desa Nambo, Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan pengobatan didorong oleh Explanatory Model of Illness yang mengklasifikasikan penyakit ke dalam ranah medis-biologis dan spiritual-nonmedis. Narasi lokal mengaitkan penyakit spiritual dengan etiologi personalistik yang dipandang berada di luar jangkauan layanan medis formal. Selain itu, protokol budaya bersyarat sering kali mewajibkan pelaksanaan ritual tradisional sebelum intervensi medis diperbolehkan. Akibatnya, layanan kesehatan formal kerap diposisikan sebagai pilihan terakhir atau alternatif sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakpatuhan dan keterlambatan dalam pengobatan medis bersumber dari konflik antara etiologi budaya dan protokol medis formal. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas menerapkan pendekatan Culturally Sensitive Care (pelayanan yang peka terhadap budaya) guna menjembatani kesenjangan antara narasi medis dan narasi lokal, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien serta efektivitas pelayanan kesehatan di masyarakat yang bersifat pluralistik.
Folklore Literacy Transformation for Generation Alpha through Digital-Mediated Storytelling in a Southeast Sulawesi Village Hasdairta Laniampe; La Niampe; Bainudin; Irawati Tapasi
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): August 2026
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v10i3.2321

Abstract

Background: The lack of interest in reading and declining awareness of folklore preservation in the digital era present significant challenges to the sustainability of oral traditions in Anggoeya Village, Southeast Sulawesi. As digital natives, Generation Alpha requires a literacy approach that is both adaptive and innovative. Preliminary observations showed that 100% of children used smartphones daily but none were familiar with QR codes for education or could identify local folklore narratives. Purpose of the Study: This community service program aims to revitalize the interest of elementary school-aged children (Generation Alpha) in Southeast Sulawesi folklore through the Digital-Mediated Storytelling method. Methods: The approach involved interactive socialization, technology demonstrations using QR Code scanning, and implementation of physical reading habits through the 15-Minute Reading Habit method. Five curated local stories (Oheo, La Moelu, Legenda Gunung Mekongga, La Sirimbone, Wandiu-Diu) were digitized into multimedia formats accessible via QR codes. The program engaged 15 elementary school students. Results: Evaluation indicated significant improvement in digital literacy and cultural understanding. Approximately 80% of participants (12 children) were able to operate QR Code scanning techniques independently, and 86.7% (13 children) successfully identified the moral values within local narratives. The initiative successfully established a "Pojok Baca Sederhana" (Simple Reading Corner) as a community-based literacy hub. The integration of digital media and physical reading habits proved effective in enhancing children's engagement with local wisdom content.