Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ritual Nyera pada Mesin Kapal bagi Masyarakat Etnis Bajo di Desa Banu-Banua Jaya Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara Taufiq Said; La Ando La Ando; La Ode Ali Basri; La Ode Marhini
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 No 1, Juni 2024
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v7i1.2602

Abstract

This research aims to analyze the importance of the Nyera Ritual on Ship Engines for the Bajo Ethnic Community and the meaning of the Nyera ritual in the Bajo ethnic community in Banu-Banua Jaya Village, Kulisusu District, North Buton Regency. The research method for collecting data was carried out using observation, interviews and documentation techniques. Using Edward B Tylor's theoretical basis, the technique for determining informants uses the purposive technique. Data were analyzed using data collection techniques, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show that the importance of the Nyera ritual consists of 5 types: 1.) Purification, 2.) Protection/Safety, 3.) Preserve, 4.) Fortune, 5). Friendship. The meaning in the Nyera ritual has 3 types of meaning: 1.) The meaning of materials such as water, incense, chicken, 2.) The meaning of the Nyera Ritual process, namely reciting prayers on water, the meaning of bathing a chicken, the meaning of reciting prayers on a knife, the meaning of wiping chicken blood on each side of the machine. 3.) The meaning of the final stage of reading prayers on the machine so that all wishes are carried out. The Nyera Ritual can be fulfilled by the Almighty and the meaning of giving syndikka money so that the person giving the syndikka money has good fortune.
Etnomedisin dalam Praktik Pengobatan Tradisional Suku Muna di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari Hasdairta Laniampe; La Niampe; Taufiq Said; Almarsaban Almarsaban; Bainudin Bainudin; Irawati Tapasi; Mursin Mursin
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 14 No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, October 2025
Publisher : Laboratory of Anthropology Department, Faculty of Humanity, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v14i3.3049

Abstract

Indonesia is recognized as the second most biodiverse country in the world, possessing approximately 28,000 species of flowering plants, around 6,000 of which are classified as traditional medicinal plants. Amid the tide of globalization, traditional medicine continues to play a vital role in Indonesian society, even as modern medicine advances. The use of plants as medicine is deeply intertwined with local traditions, as exemplified by the Muna people, who possess indigenous knowledge in utilizing various medicinal plants. This study aims to identify the types of traditional medicinal plants, methods of preparation, and their use as alternative treatments for broader communities, employing a qualitative descriptive approach. The findings reveal eight types of medicinal plants employed by the Muna people in Anggoeya Village, one of which is guava leaves boiled to treat diarrhea. This research serves as a bridge between the Muna people's local wisdom in traditional healing practices and modern scientific knowledge, supporting the conservation of ethnobotanical knowledge while opening opportunities for the development of natural-based medicines.  
PENINGKATAN KESIAPAN KERJA ALUMNI JURUSAN TRADISI LISAN MELALUI PELATIHAN USAHA KECIL DAN MENENGAH Shinta Arjunita Saputri; La Ode Marhini; Agus Rihu; Salniwati Salniwati; Dian Trianita Lestari; Taufiq Said
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37907

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja alumni jurusan Tradisi Lisan melalui pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Peningkatan kesiapan kerja tersebut diwujudkan dalam bentuk pembekalan pengetahuan dan skill alumni melalui sosialisasi dan pelatihan terkait dengan UMKM berbasis kearifan lokal khususnya kerajinan nentu di Kota Kendari. Hal ini penting dilakukan karena berdasarkan analisis hasil tracer study dan FGD diperoleh informasi bahwa mahasiswa jurusan Tradisi Lisan mengalami kesulitan mencari pekerjaan di periode awal kelulusan. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu 1) tahapan persiapan terdiri dari: a) pembentukan tim, b) koordinasi kegiatan baik secara teknis dan administrasi dengan stakeholder terkait, dan c) identifikasi masalah secara parsial, 2) tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari: a) Pelaksanaan FGD, b) Pelaksanaan Sosialisasi, dan c) Pelatihan (Praktik), dan 3) tahap evaluasi. Peserta dalam kegiatan ini adalah alumni yang tercatat sebagai lulusan baru pada Jurusan Tradisi Lisan. Lokasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di UPPKS Kerajinan Nentu Hati Mulia. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peserta sangat antusias baik dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan dan berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara yang dilakukan terdapat 80 % dari total peserta sangat tertarik untuk menekuni kerajinan nentu baik dalam konteks pemasaran maupun menjadi pengrajin nentu. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini memiliki peran penting dalam mengatasi atau mengurangi masa tunggu kerja alumni yang dapat berdampak positif pada peningkatan mutu lulusan dan mutu jurusan.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN KERANJANG BAMBU SEBAGAI PRODUK KREATIF DAN RAMAH LINGKUNGAN La Ode Marhini; Agus Rihu; La Ode Muhammad Sardin; Edy Samiel; Taufiq Said
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6219

Abstract

Rendahnya daya serap kerja alumni Jurusan Tradisi Lisan serta belum optimalnya pemanfaatan sumber daya bambu di Kota Kendari menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini. Dalam ruang kelas, mahasiswa telah dibekali dengan pengetahuan budaya yang kuat, namun masih memerlukan penguatan keterampilan aplikatif berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui pelatihan pembuatan keranjang bambu sebagai produk kreatif dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif yang dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan 23 mahasiswa, melalui tahapan sosialisasi, pelatihan praktik langsung di lokasi pengrajin bambu, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis mahasiswa dalam mengolah bambu, serta dihasilkannya produk keranjang bambu yang layak pakai dan memiliki potensi nilai ekonomi. Simpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan keranjang bambu efektif sebagai upaya pemberdayaan mahasiswa dan berpotensi dikembangkan sebagai model pengabdian berbasis kearifan lokal dan ekonomi kreatif ramah lingkungan.