Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Overconfidence Dan Love Of Money Terhadap Perilaku Keuangan : (Studi Kasus Pada Keluarga Nelayan Di Kota Langsa) Rahmat Maulidan; Muhammad Daffa Zulfikar; Sri Indah Lestari; Nova Novitasari; Muhammad Ridwan Verinanda
Astina: Jurnal Ekonomi Utama Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Ekonomi Utama (Juria)
Publisher : CV. Astina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55903/juria.v4i3.307

Abstract

Objective: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh overconfidence dan love of money terhadap perilaku keuangan keluarga nelayan di Kota Langsa, dengan mempertimbangkan perbedaan gender sebagai faktor moderasi. Design/Methods/Approach: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada keluarga nelayan sebagai responden. Teknik analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Responden dipilih dengan teknik purposive sampling untuk memastikan relevansi dengan konteks penelitian. Findings: Hasil penelitian menunjukkan bahwa overconfidence berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan, baik pada kategori total, laki-laki, maupun perempuan. Love of money juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan, dengan pengaruh yang lebih kuat pada kelompok laki-laki dibandingkan perempuan. Perbedaan gender memperlihatkan bahwa perempuan lebih dipengaruhi oleh overconfidence, sedangkan laki-laki lebih dipengaruhi oleh love of money. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku keuangan keluarga nelayan tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh faktor psikologis dan nilai pribadi. Originality/Value: Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur terkait perilaku keuangan masyarakat pesisir dengan mengintegrasikan faktor psikologis (overconfidence) dan nilai pribadi (love of money) dalam satu model empiris, serta mengidentifikasi perbedaan gender sebagai aspek penting yang sebelumnya kurang diperhatikan dalam penelitian sejenis. Practical/Policy Implication: Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pemerintah dan lembaga keuangan dalam merancang program literasi keuangan yang lebih efektif dengan memperhatikan aspek psikologis dan perbedaan gender. Diharapkan manajer program pemberdayaan masyarakat pesisir dapat mengembangkan strategi edukasi keuangan yang menekankan pada pengendalian kepercayaan diri berlebih dan pemahaman nilai uang secara bijak
Peran Self-Control dalam Memoderasi Pengaruh Social Proof dan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Impulsive buying Produk Skincare Sri Indah Lestari; Muhammad Daffa Zulfikar; Rahmat Maulidan; Nova Novitasari; Helmi Murtaza
Journal of Business and Economics Research (JBE) Vol 7 No 2 (2026): June 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jbe.v7i2.10015

Abstract

This study aims to analyze the influence of Social Proof and Fear of Missing Out (FOMO) on impulsive buying behavior of skincare products and test the role of Self-Control as a moderating variable. The study used a quantitative approach with a survey method of 240 social media users who have purchased skincare products. The sampling technique used purposive sampling, while data analysis was carried out using Structural Equation Modeling (SEM) based on AMOS 25. The results showed that Social Proof had a significant effect on impulsive buying (C.R. = -2.052; p = 0.04), while FOMO had no significant effect on impulsive buying (C.R. = -0.544; p = 0.586). In addition, Self-Control was shown to moderate the relationship between Social Proof and impulsive buying (C.R. = 3.962; p < 0.001) and the relationship between FOMO and impulsive buying (C.R. = 3.867; p < 0.001). These findings suggest that the influence of user reviews, influencer recommendations, and social media trends can increase the tendency for impulsive buying, but good self-control skills can reduce the influence of these social and psychological stimuli. The contribution of this research lies in testing a model of digital consumer behavior in purchasing skincare products on social media by positioning self-control as a control mechanism in the relationship between social and psychological factors on impulsive buying. The results of this study provide implications for skincare industry players to develop more responsible marketing strategies, and for consumers to improve their self-control abilities when faced with intensive exposure to digital marketing content.
Data Mining dan Big Data Dalam Dunia Industri Muzakkir putera; Newton Newton; Helen Parkhurst; Muhammad Rezaldi; Sri Indah Lestari; Deea Rizki Oziana; Zati Hulwani
Jurnal Industri dan Inovasi (INVASI) Vol 3, No 1 (2025): Vol 3, No 1 (September 2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/invasi.v3i1.12756

Abstract

salah satu metode klastering yang paling populer dan banyak digunakan dalam analisis data tak berlabel. Metode ini bertujuan untuk membagi sekumpulan data ke dalam sejumlah klaster yang telah ditentukan sebelumnya, berdasarkan kedekatan data terhadap pusat klaster (centroid). Proses K-Means dimulai dengan menentukan jumlah klaster (k), kemudian memilih centroid awal secara acak. Setiap data kemudian diklasifikasikan ke klaster terdekat berdasarkan jarak Euclidean. Selanjutnya, centroid diperbarui berdasarkan rata-rata data dalam masing-masing klaster, dan proses ini diulang hingga pusat klaster tidak lagi berubah secara signifikan. Kelebihan metode ini adalah kesederhanaannya dan efisiensi komputasinya, namun K-Means juga memiliki keterbatasan seperti kepekaan terhadap pemilihan centroid awal dan ketidaksesuaian dalam menangani data non-linier atau berbentuk kompleks. Metode ini banyak diaplikasikan dalam segmentasi pasar, pengenalan pola, analisis citra, dan pengelompokan dokumen.