Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Smarttren Ramadhan dalam Membentuk Karakter Religius Generasi Z di SMK Bhakti Kencana Banjar Tyas Prayesti; Widiani Hidayati; Anindita Yumnaa Oktaviani
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.68

Abstract

Ditengah banyaknya informasi dan berkembang pesatnya teknologi saat ini menjadikan tantangan tersendiri bagi Generasi Z yang tumbuh dan berkembang di era digitalisasi untuk membentuk karakter religius. Program Smarttren dirancang Pemerintah sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan pembinaan spiritual dan karakter peserta didik selama bulan suci Ramadhan. Meskipun pembinaan keagamaan selama Ramadhan umumnya dilakukan melalui pesantren kilat, Pemerintah Jawa Barat memiliki strategi khusus yang hanya diperuntukan untuk wilayahnya yaitu program Smartren, sebuah program yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah dan belum banyak kajian yang membahas terkait efektifitas program tersebut. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengkaji dampak program Smartren terhadap pembentukan karakter religius pada peserta didik di SMK Bhakti Kencana Banjar yang merupakan generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan kelengkapan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait program dan kegiatan-kegiatan smarttren seperti shalat dhuha berjamaah, tadarus bersama, pembiasaan ceramah/kultum pagi, puasa, PADI, KAROMAH, IHSAN, BERHIAS, Rantang Kanyaah, berbagi, dan aktivitas sosial lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kegiatan Smartren berhasil memberikan dampak signifikan dalam penguatan karakter, pengetahuan, dan keterampilan keagamaan peserta didik terbukti sebagian besar peserta didik mengalami peningkatan kedisiplinan ibadah, memperluas wawasan keagamaan, menumbuhkan sikap ta’dzim, kesadaran sosial serta pembiasan ibadah di Sekolah maupun di Rumah. Melalui pembiasaan ibadah, kajian keislaman, serta aktivitas sosial, program ini terbukti mampu menjadi wadah pembinaan karakter Islami yang relevan dan menarik bagi gen Z. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan sehingga mampu menjadi solusi dalam memecahkan tantangan karakter religius di era modern.
Pengembangan Pendidikan Agama Islam dalam Menjaga Kesehatan Mental Peserta Didik di SMP Muhammadiyah 3 Wonosobo Tyas Prayesti; Anindita Yumnaa Oktaviani; Widiani Hidayati
Noor: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Modernization and Holistic Innovation in Islamic Religious Education
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/noor.v1i1.89

Abstract

Menjaga kesehatan raga dan jiwa menjadi salah satu kunci hidup yang seimbang dan berkualitas, namun saat ini kesehatan mental menjadi  isu krusial di kalangan remaja. Berbagai faktor seperti masalah keluarga, pertemanan, media sosial, trauma, dan tekanan pendidikan dapat mempengaruhi kondisi psikologis mereka. Sekolah memiliki peran dalam menjaga dan memperbaiki kesehatan mental peserta didik, salah satunya dengan cara Pengembangan Pendidikan Agama Islam. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mendeskripsikan Pengembangan Pendidikan Agama Islam yang ada di SMP Muhammadiyah Wonosobo dalam menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan upaya penguatan kesehatan mental peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan PAI dan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mental peserta didik melalui kegiatan keagamaan, metode pembelajaran dan materi pembelajaran PAI. Selain itu, guru PAI dan Wakasek Kesiswaan juga menyatakan pentingnya penguatan nilai agama dan kesehatan mental untuk menciptakan lingkungan  belajar yang baik. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menunjukkan bahwa pengembangan PAI di sekolah dapat menjadi alternatif intervensi dini dalam isu kesehatan mental remaja.