Ditengah banyaknya informasi dan berkembang pesatnya teknologi saat ini menjadikan tantangan tersendiri bagi Generasi Z yang tumbuh dan berkembang di era digitalisasi untuk membentuk karakter religius. Program Smarttren dirancang Pemerintah sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan pembinaan spiritual dan karakter peserta didik selama bulan suci Ramadhan. Meskipun pembinaan keagamaan selama Ramadhan umumnya dilakukan melalui pesantren kilat, Pemerintah Jawa Barat memiliki strategi khusus yang hanya diperuntukan untuk wilayahnya yaitu program Smartren, sebuah program yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah dan belum banyak kajian yang membahas terkait efektifitas program tersebut. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengkaji dampak program Smartren terhadap pembentukan karakter religius pada peserta didik di SMK Bhakti Kencana Banjar yang merupakan generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan kelengkapan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait program dan kegiatan-kegiatan smarttren seperti shalat dhuha berjamaah, tadarus bersama, pembiasaan ceramah/kultum pagi, puasa, PADI, KAROMAH, IHSAN, BERHIAS, Rantang Kanyaah, berbagi, dan aktivitas sosial lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kegiatan Smartren berhasil memberikan dampak signifikan dalam penguatan karakter, pengetahuan, dan keterampilan keagamaan peserta didik terbukti sebagian besar peserta didik mengalami peningkatan kedisiplinan ibadah, memperluas wawasan keagamaan, menumbuhkan sikap ta’dzim, kesadaran sosial serta pembiasan ibadah di Sekolah maupun di Rumah. Melalui pembiasaan ibadah, kajian keislaman, serta aktivitas sosial, program ini terbukti mampu menjadi wadah pembinaan karakter Islami yang relevan dan menarik bagi gen Z. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan sehingga mampu menjadi solusi dalam memecahkan tantangan karakter religius di era modern.
Copyrights © 2025