Penelitian ini membahas transformasi estetika fotografi dari era analog ke era digital pada komunitas fotografer di Semarang dengan fokus pada perubahan nilai, gaya visual, dan kesadaran estetik lintas generasi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi karya fotografi, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran dari estetika modernis menuju postmodernis tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga kultural dan konseptual. Fotografi kini tidak lagi sekadar medium dokumentasi, melainkan sarana ekspresi personal dan komunikasi visual yang mencerminkan dinamika budaya digital. Perbedaan cara pandang antara fotografer generasi analog dan digital memperlihatkan bahwa fotografi telah menjadi bahasa visual yang terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi, budaya, dan cara manusia memaknai realitas. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana perkembangan media sosial mempercepat proses penyebaran dan apresiasi karya fotografi, sehingga mengaburkan batas antara seniman profesional dan pengguna umum. Selain itu, temuan ini menunjukkan bahwa transformasi estetika fotografi turut merefleksikan perubahan cara manusia membangun identitas dan makna visual di tengah arus informasi digital yang semakin hiperreal.