Suryanto Suryanto
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis pada Ucapan Orang Tolol Sedunia Ahmad Sahroni dalam Dinamika Demonstrasi Publik Mei Sekar Arum; Suryanto Suryanto
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i4.63

Abstract

Fenomena politik Indonesia pada Agustus–September 2025 menandai bagaimana bahasa politik dapat bertransformasi menjadi pemicu aksi sosial yang luas. Penelitian ini menganalisis ucapan kontroversial Ahmad Sahroni yang menyebut pihak pendukung pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia”. Ucapan tersebut memicu gelombang demonstrasi nasional, kerusuhan, hingga delegitimasi politik personal maupun institusional. Dengan menggunakan kerangka Critical Discourse Analysis (CDA) Fairclough, penelitian ini menelaah dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial dalam kasus Sahroni. Temuan menunjukkan bahwa bahasa provokatif tidak hanya merepresentasikan posisi ideologis elit, tetapi juga membentuk wacana media, memengaruhi interpretasi publik, dan mendorong mobilisasi sosial yang nyata. Artikel ini menegaskan pentingnya literasi kritis dalam memahami komunikasi politik di era demokrasi kontemporer Indonesia.
Transformasi Estetika Fotografi dari Era Analog ke Era Digital pada Komunitas Fotogafer Semarang Fauzi Firman Ardhandy; Suryanto Suryanto
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i4.101

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi estetika fotografi dari era analog ke era digital pada komunitas fotografer di Semarang dengan fokus pada perubahan nilai, gaya visual, dan kesadaran estetik lintas generasi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi karya fotografi, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran dari estetika modernis menuju postmodernis tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga kultural dan konseptual. Fotografi kini tidak lagi sekadar medium dokumentasi, melainkan sarana ekspresi personal dan komunikasi visual yang mencerminkan dinamika budaya digital. Perbedaan cara pandang antara fotografer generasi analog dan digital memperlihatkan bahwa fotografi telah menjadi bahasa visual yang terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi, budaya, dan cara manusia memaknai realitas. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana perkembangan media sosial mempercepat proses penyebaran dan apresiasi karya fotografi, sehingga mengaburkan batas antara seniman profesional dan pengguna umum. Selain itu, temuan ini menunjukkan bahwa transformasi estetika fotografi turut merefleksikan perubahan cara manusia membangun identitas dan makna visual di tengah arus informasi digital yang semakin hiperreal.