Rizal Fahmi
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploring School-Based Civic Engagement for Enhancing Life Satisfaction in the Baduy Indigenous Community Rizal Fahmi; Karim Suryadi; Siti Nurbayani K; Asep Mahpudz
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7905

Abstract

Life satisfaction is a critical indicator of democratic governance, reflecting citizens’ well-being and their active participation in societal development. However, prior studies often emphasize government responsibility, neglecting the role of citizen-driven initiatives—particularly in Indigenous contexts such as the Baduy community in Indonesia. This study adopts a narrative literature review method to examine the potential of school-based civic engagement in enhancing life satisfaction among the Baduy people. Relevant peer-reviewed articles published between 2015 and 2024 were sourced from Scopus, ScienceDirect, DOAJ, and Google Scholar. The selection process involved screening, eligibility assessment, and thematic synthesis of 27 studies focused on civic engagement, life satisfaction, and Indigenous well-being. The findings suggest that civic engagement, facilitated through educational institutions, fosters community participation, social cohesion, and cultural preservation. In Indigenous contexts, such as the Baduy community—renowned for their local wisdom, ecological values, and self-reliance—civic practices aligned with traditional norms can enhance subjective well-being. Engagement models involving collaborative education, service learning, and institutional partnerships emerged as promising strategies. School-based civic engagement offers a culturally responsive and sustainable alternative to state-centric development approaches. For the Baduy, integrating civic values into education may strengthen communal identity while promoting life satisfaction. These insights underscore the need for inclusive civic education models tailored to Indigenous contexts, with implications for policymakers, educators, and future research.
Model Pendidikan Kewarganegaraan Global di Sekolah Dasar Berbasis Multikulturalisme sebagai Praktik Pembangunan Berkelanjutan di Bidang Kemanusiaan Alya Rahmadiyani; Ayu Rahmawati; Aceng Fahmi Idris; Agil Nanggala; Rizal Fahmi
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 23 No 2 (2023): Pelita : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah [Juli - Desember]
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/pelita.v23i2.4852

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan Global di Sekolah Dasar merupakan ilmu yang membentuk peserta didik menjadi warga global yang kompeten, dengan mengembangkan dimensi kompetensi global seperti pengetahuan, keterampilan dan karakter. Penyelenggaraan pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar perlu menanamkan pendidikan Kewarganegaraan Global yang berbasis multikulturalisme agar mampu mempertahankan eksistensi PKN di tanah global dan membantu mengoptimalkan proses pembangunan berkelanjutan di bidang kemanusiaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pendidikan kewarganegaraan global berbasis multikulturalisme di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel dan sumber lain yang relevan dengan topik penelitian. Peneliti melakukan analisis, refleksi dan finalisasi mengenai model Global Civics berbasis Multikulturalisme sebagai Praktik Pembangunan Berkelanjutan di Bidang Kemanusiaan. Data yang diperoleh dinarasikan dan dideskripsikan untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Data menunjukkan ada lima tahapan yang terdiri dari relevansi, realisasi, inti, refleksi dan sosialisasi masif. Tahapan ini dilakukan sebagai penerapan model Pendidikan Kewarganegaraan global di sekolah dasar sebagai praktik pembangunan berkelanjutan di bidang kemanusiaan..