Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Berbasis Folklore dalam Membina Civic Culture Calon Guru Sekolah Dasar S. Nailul Muna Aljamaliah; Agil Nanggala; Tita Mulyati; Dinie Anggraeni Dewi; Ayu Rahmawati; Alya Rahmadiyani; Yona Wahyuningsih
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/pedagogia.v16i2.6

Abstract

Riset ini berupaya merampungkan model PKn di perguruan tinggi berbasis folklore untuk membina civic culture calon guru sekolah dasar. Riset ini dirampungkan berbasis tradisi kualitatif dengan metode literature review dengan peneliti selaku instrumen kunci atau hidup untuk menelaah literatur yang berkaitan dengan substansi dan konsep penelitian, analisis data yaitu reduksi, display dan juga verifikasi. Hasil penelitian yaitu, pertama, model PKn di perguruan tinggi berbasis folklore untuk membina civic culture calon guru sekolah dasar, selaras dengan teori atau tradisi kewarganegaraan komunitarian, pendekatan kewarganegaraan Pancasila, lalu kapabel direalisasikan selaku civic education yang sifatnya formal, kurikuler dan teoretis juga selaku citizenship education yang sifatnya non-formal, sosio-kultural dan praktis untuk penguatan civic competence, kedua, model PKn di perguruan tinggi berbasis folklore untuk membina civic culture calon guru sekolah dasar, relevan dengan kurikulum PKn yang harus adaptif juga mengakomodir local wisdom, dan berprinsip student centered learning, maka bersifat modern, demokratis juga objektif, termasuk memuat community service dalam kerangka citizenship education selaku wahana peningkatan civic engagement mahasiswa pada pelestarian folklore, local wisdom dan kebudayaan nusantara secara sukarela dan berkualitas. Kesimpulan penelitian yaitu model PKn di perguruan tinggi berbasis folklore untuk membina civic culture bersifat integratif dan holistik, selaku titik temu atas adaptasi PKn pada modernisasi juga tanggung jawab PKn pada pelestarian kebudayaan nusantara dan habituasi civic culture pada calon guru sekolah dasar.
Model Pendidikan Kewarganegaraan Global di Sekolah Dasar Berbasis Multikulturalisme sebagai Praktik Pembangunan Berkelanjutan di Bidang Kemanusiaan Alya Rahmadiyani; Ayu Rahmawati; Aceng Fahmi Idris; Agil Nanggala; Rizal Fahmi
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 23 No 2 (2023): Pelita : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah [Juli - Desember]
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/pelita.v23i2.4852

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan Global di Sekolah Dasar merupakan ilmu yang membentuk peserta didik menjadi warga global yang kompeten, dengan mengembangkan dimensi kompetensi global seperti pengetahuan, keterampilan dan karakter. Penyelenggaraan pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar perlu menanamkan pendidikan Kewarganegaraan Global yang berbasis multikulturalisme agar mampu mempertahankan eksistensi PKN di tanah global dan membantu mengoptimalkan proses pembangunan berkelanjutan di bidang kemanusiaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pendidikan kewarganegaraan global berbasis multikulturalisme di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel dan sumber lain yang relevan dengan topik penelitian. Peneliti melakukan analisis, refleksi dan finalisasi mengenai model Global Civics berbasis Multikulturalisme sebagai Praktik Pembangunan Berkelanjutan di Bidang Kemanusiaan. Data yang diperoleh dinarasikan dan dideskripsikan untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Data menunjukkan ada lima tahapan yang terdiri dari relevansi, realisasi, inti, refleksi dan sosialisasi masif. Tahapan ini dilakukan sebagai penerapan model Pendidikan Kewarganegaraan global di sekolah dasar sebagai praktik pembangunan berkelanjutan di bidang kemanusiaan..
MODEL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN GLOBAL DI SEKOLAH DASAR BERBASIS MULTIKULTURALISME SEBAGAI PRAKTIK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI BIDANG KEMANUSIAAN Alya Rahmadiyani; Ayu Rahmawati; Aceng Fahmi Idris; Agil Nanggala
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/ap.v4i2.4835

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan Global di Sekolah Dasar merupakan ilmu yang membentuk peserta didik menjadi warga global yang kompeten, dengan mengembangkan dimensi kompetensi global seperti pengetahuan, keterampilan dan karakter. Penyelenggaraan pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar perlu menanamkan pendidikan Kewarganegaraan Global yang berbasis multikulturalisme agar mampu mempertahankan eksistensi PKN di tanah global dan membantu mengoptimalkan proses pembangunan berkelanjutan di bidang kemanusiaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pendidikan kewarganegaraan global berbasis multikulturalisme di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel dan sumber lain yang relevan dengan topik penelitian. Peneliti melakukan analisis, refleksi dan finalisasi mengenai model Global Civics berbasis Multikulturalisme sebagai Praktik Pembangunan Berkelanjutan di Bidang Kemanusiaan. Data yang diperoleh dinarasikan dan dideskripsikan untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Data menunjukkan ada lima tahapan yang terdiri dari relevansi, realisasi, inti, refleksi dan sosialisasi masif. Tahapan ini dilakukan sebagai penerapan model Pendidikan Kewarganegaraan global di sekolah dasar sebagai praktik pembangunan berkelanjutan di bidang kemanusiaan.
Intergenerational Learning Dynamics and the Perspective Transformation of Generation Alpha Students toward Generation Z Student Teachers Ayu Rahmawati; Triana Lestari; Dede Margo Irianto
PAEDAGOGIA Vol 29, No 2 (2026): PAEDAGOGIA Jilid 29 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v29i2.119105

Abstract

The interaction between Generation Alpha students and Generation Z student teachers creates new relational dynamics that may influence how students perceive communication, closeness, and authority in learning. Although this phenomenon is becoming increasingly common in elementary schools, it has rarely been studied from the students’ perspective. This study aims to explore Generation Alpha students’ responses to intergenerational interactions in elementary schools. Using a qualitative Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach within an interpretivist paradigm, the study observed six fifth-grade students and involved student teachers as informants. Data were collected through eight weeks of non-participant observation and semi-structured interviews, and were subsequently analyzed using NVivo through the stages of compiling, disassembling, reassembling, interpreting, and concluding. The data analysis yielded three key themes: (1) Generation Z student teachers are perceived as egalitarian, supportive, and approachable figures; (2) social-emotional attachment enhances students’ comfort, participation, and engagement; and (3) intensive closeness shifts the boundaries of the formal teacher–student relationship into a friendship-like relationship, thereby transforming the meaning of authority in the classroom. The findings indicate that intergenerational relationships reshape pedagogical relations in elementary schools. Understanding these dynamics is important for schools, student teachers, and teacher education programs in developing mentoring strategies and policies that balance relational closeness with pedagogical authority.