Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perzinahan sebagai Alasan Perceraian dalam Perkawinan Sah: Analisis Hukum Islam dan Hukum Perdata Indonesia Desinta Desinta; Ari Yohannes Manik; Cindy Nurhasanah; Rhyfka Arlina Bago; Yohana Sinurat; Syuratty Astuti Rahayu Manalu
Justice Amnesty Law and Undoing Journal Vol 1, No 2 (2025): November 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalu.v1i2.7272

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kita tentang perzinahan sebagai alasan perceraian dalam hukum Islam dan hukum perdata Indonesia. Meskipun perkawinan adalah ikatan suci yang diatur oleh agama dan hukum negara, perzinahan sering menjadi alasan utama perceraian. Baik dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) maupun dalam hukum perdata, perzinahan menjadi alasan sah untuk mengajukan cerai. Untuk memeriksa norma hukum dalam UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan KHI, penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif kualitatif, dan hasilnya menunjukkan bahwa, meskipun masing-masing sistem hukum memandang perzinahan sebagai pelanggaran berat, orientasi mereka berbeda. Sementara hukum perdata Indonesia menekankan pembuktian yuridis formal di pengadilan, hukum Islam menekankan aspek moral dan keagamaan (dosa besar). Perbedaan ini menyebabkan masalah rumit dalam pembuktian di lapangan. Sulit memenuhi persyaratan hukum formal sering menghambat penerimaan gugatan cerai meskipun secara sosial sudah jelas.
EFEKTIVITAS PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA ATAS PEMUTARAN LAGU DI RESTORAN DAN KAFE KOTA PEMATANG SIANTAR: ANALISIS TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 9 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NO 28 TAHUN 2014 yohana sinurat; cindy nurhasanah; ameytia rizka aulia; josua armando tamba; alvin putra hariando manik; parlaungan gabriel siahaan
Jurnal Supremasi Vol 16 No 1 (2026): Volume 16 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/supremasi.v16i1.5397

Abstract

Pelindungan hukum hak cipta atas pemutaran lagu di restoran dan kafe menjadi isu penting terutama di Kota Pematangsiantar. Meskipun sektor kuliner berkembang pesat kesadaraan pelaku usaha rendah terhadap kewajiban izin membayar royalti sesuai pasal 9 ayat 2 UU hak cipta. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas implementasi aturan keseimbangan antara hak pencipta dan pelaku usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengelola, manager maupun karyawan kafe dan restoran. Hasil menunjukkan perlindungan hak cipta atas pemutaran lagu masih lemah karena kurangnya sosialisasi LMKN, ketidaktahuan pelaku usaha UMKM dan beban ekonomi tarif royalti.