Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POLEMIK POLITIK DAN STRATEGI DAKWAH FATHURRAHMAN FATHURRAHMAN
TASÂMUH Vol. 16 No. 2 (2019): DAKWAH DAN POLITIK
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.267 KB) | DOI: 10.20414/tasamuh.v16i2.935

Abstract

This study was conducted to obtain an overview of social phenomena in the political year and the da'wah strategies needed because of the political choices needed to exchange admonitions between people. The difference is increasingly put forward, and diversity is increasingly not seen as solid. Mutual intrigue conflicts between one candidate pair with another candidate always apply. Dropping has become a political problem, but harassing, and blaspheming, even disbelief among people is conflicts caused by differences in political choices. Then da'wah was successfully crushed by using politics. The preachers no longer see da'wah as a medium of peace, agreeing that their pulpits are used as a demonstration of their political election campaigns and even messages that are delivered provocatively and corner other groups. Da'wah must be present as a mediator amid political choice conflict.
Etika Komunikasi dan Informasi dalam Perspektif Al-Qur’an : - Fathur, Fathurrahman
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2024): Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i2.7623

Abstract

Konsep tentang komunikasi tidak hanya berkaitan dengan masalah cara berbicara efektif saja melainkan juga etika bicara. Semenjak memasuki era reformasi, masyarakat Indonesia berada dalam suasana euforia, bebas bicara tentang apa saja, terhadap siapapun, dengan cara bagaimanapun. Al-Qur’an menyebut komunikasi sebagai salah satu fitrah manusia. Untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya berkomunikasi. Informasi sudah menjadi kebutuhan manusia yang esensial untuk mencapai tujuan. Melalui informasi manusia dapat mengetahui pristiwa yang terjadi di sekitarnya, memperluas cakrawala pengetahuannya, sekaligus memahami kedudukan serta peranannya dalam masyarakat. Etika merupakan suatu tipe pembuatan keputusan yang bersifat moral dan menentukan apa yang benar atau salah dipengaruhi oleh peraturan dan hukum yang ada dalam masyarakat. Etika adalah elemen penting dalam diskusi mengenai proses komunikasi, setiap kegiatan komunikasi memiliki standar etika baik secara ipmplisit maupun eksplisit. Etika komunikasi akan mencoba mencari standar etika apa yang digunkan oleh komuniakator dan komunikan dalam menilai diantara teknik, isi dan tujuan komunikasi.
Content Analysis on Tiktok Account @dr.intanrachmita as Women's Education Media in Dealing with Verbal and Non-Verbal Aggressiveness Fathurrahman Rahman; Nikmatullah; Dahlia Hidayati
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2710

Abstract

Pada era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu platform utama bagi individu untuk mengakses informasi dan edukasi di berbagai bidang, termasuk  tentang kekerasan yang terjadi pada perempuan. TikTok sebagai salah satu platform media sosial terpopuler memiliki jangkauan yang luas dan mampu menarik perhatian jutaan pengguna dari berbagai kalangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh dr. Intan Rachmita dalam akun TikTok-nya @dr.intanrachmita dalam memberikan edukasi mengenai bagiamana perempuan tidak boleh untuk menormalisasikan sikap agresif verbal kekerasan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konten.Analisis isi konten digunakan untuk memahami bagaimana konten media disusun dan disampaikan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pengikut. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi konten danpenelitian kepustakaan dimana peneliti mengumpulkan data dengan cara mencari, membaca dan mengumpulkan tulisan, artikel, dokumen online dan informasi lainnya tentang @dr.intanrachmita, guna melengkapi penelitian yang peneliti lakukan. Hasil penelitian tersebut adalah TikTok memiliki potensi besar sebagai platform edukasitentang bagiaman perempuan memposisikan dirinya dihadapan laki-laki. Format video pendek pada aplikasiTikTok memungkinkan informasi tersampaikan secara cepat dan mudah dipahami. Pada postingan tiktok @dr.intanrachmita memanfaatkan fitur ini dengan baik, menghadirkan konten informatif yang menarik perhatianpenonton merupakan sebuah strategi yang digunakan dalam menyampaikan edukasi. Kecepatan dan fleksibilitas dalam menyampaikan informasi menjadi salah satu keunggulan utama TikTok dibandingkan media tradisional. dr. Intan Rachmita melalui akun @dr.intanrachmita menggunakan berbagai strategi komunikasi efektif untukmenjangkau dan menyampaikan pesan edukasi kepada para pengikut Tiktok.
Negosiasi Dakwah Digital: Kontinuitas dan Transformasi di Kalangan Ulama NU di Lombok Fathurrahman, Fathurrahman; Wildan, Muhammad Dimas Hidayatullah
JOM Vol 7 No 1 (2026): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences , March
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v7i1.9057

Abstract

The rapid development of information technology and the Covid-19 pandemic have significantly transformed the landscape of Islamic preaching (da'wah), prompting traditional religious authorities to adapt their strategies. This study examines how Nahdlatul Ulama (NU) ulama in Lombok respond to these changes. Employing a qualitative field research approach, data were collected through direct observation of preaching activities and the digital engagement of NU ulama. The analysis draws on Campbell’s framework in Who’s Got the Power?, which explores the shifting dynamics of religious authority in the digital era. The findings indicate that NU ulama adopt a hybrid preaching strategy. They actively utilize social media platforms through livestream preaching and contextual religious content, while simultaneously maintaining conventional religious gatherings such as majelis taklim held in mosques, pesantren halls, and neighborhood prayer rooms. Theoretically, this study demonstrates that digital media does not replace traditional religious authority but instead reinforces embodied and community-based forms of Islamic knowledge and preaching.