Pada era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu platform utama bagi individu untuk mengakses informasi dan edukasi di berbagai bidang, termasuk tentang kekerasan yang terjadi pada perempuan. TikTok sebagai salah satu platform media sosial terpopuler memiliki jangkauan yang luas dan mampu menarik perhatian jutaan pengguna dari berbagai kalangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh dr. Intan Rachmita dalam akun TikTok-nya @dr.intanrachmita dalam memberikan edukasi mengenai bagiamana perempuan tidak boleh untuk menormalisasikan sikap agresif verbal kekerasan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konten.Analisis isi konten digunakan untuk memahami bagaimana konten media disusun dan disampaikan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pengikut. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi konten danpenelitian kepustakaan dimana peneliti mengumpulkan data dengan cara mencari, membaca dan mengumpulkan tulisan, artikel, dokumen online dan informasi lainnya tentang @dr.intanrachmita, guna melengkapi penelitian yang peneliti lakukan. Hasil penelitian tersebut adalah TikTok memiliki potensi besar sebagai platform edukasitentang bagiaman perempuan memposisikan dirinya dihadapan laki-laki. Format video pendek pada aplikasiTikTok memungkinkan informasi tersampaikan secara cepat dan mudah dipahami. Pada postingan tiktok @dr.intanrachmita memanfaatkan fitur ini dengan baik, menghadirkan konten informatif yang menarik perhatianpenonton merupakan sebuah strategi yang digunakan dalam menyampaikan edukasi. Kecepatan dan fleksibilitas dalam menyampaikan informasi menjadi salah satu keunggulan utama TikTok dibandingkan media tradisional. dr. Intan Rachmita melalui akun @dr.intanrachmita menggunakan berbagai strategi komunikasi efektif untukmenjangkau dan menyampaikan pesan edukasi kepada para pengikut Tiktok.