Laifa Rahmawati
Yogyakarta State University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Inkuiri Berbasis Digital dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Berpikir Kritis: Systematic Literature Review pada Pendidikan Dasar dan Menengah Libna Sahlatul Mufidah; Laifa Rahmawati; Imroatun Nadifah
Instructional Development Journal Vol. 9 No. 1 (2026): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat penting di abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran IPA. Namun, penelitian sebelumnya mengenai pembelajaran inkuiri berbasis digital masih bersifat terpisah-pisah dan belum memberikan sintesis yang komprehensif lintas jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model inkuiri berbasis digital dalam pembelajaran IPA guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan kerangka PRISMA untuk mengidentifikasi dan menyeleksi studi yang relevan, yang kemudian dilanjutkan dengan sintesis kualitatif terhadap 20 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2016 hingga 2025. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan thematic analysis terhadap 20 artikel melalui tahap ekstraksi data, open coding, axial coding, dan selective coding untuk mengidentifikasi serta mengelompokkan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran inkuiri berbasis digital bervariasi pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari inkuiri terbimbing berbantuan Augmented Reality di tingkat sekolah dasar hingga inkuiri terbuka melalui laboratorium virtual dan Virtual Reality di tingkat sekolah menengah. Secara keseluruhan, pembelajaran inkuiri berbasis digital terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui keterlibatan siswa dalam proses sistematis seperti orientasi masalah, investigasi, analisis, dan refleksi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan komprehensif pola implementasi serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi efektivitas pembelajaran inkuiri berbasis digital dalam pembelajaran IPAKeterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat penting di abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran IPA. Namun, penelitian sebelumnya mengenai pembelajaran inkuiri berbasis digital masih bersifat terpisah-pisah dan belum memberikan sintesis yang komprehensif lintas jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model inkuiri berbasis digital dalam pembelajaran IPA guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan kerangka PRISMA untuk mengidentifikasi dan menyeleksi studi yang relevan, yang kemudian dilanjutkan dengan sintesis kualitatif terhadap 20 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2016 hingga 2025. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan thematic analysis terhadap 20 artikel melalui tahap ekstraksi data, open coding, axial coding, dan selective coding untuk mengidentifikasi serta mengelompokkan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran inkuiri berbasis digital bervariasi pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari inkuiri terbimbing berbantuan Augmented Reality di tingkat sekolah dasar hingga inkuiri terbuka melalui laboratorium virtual dan Virtual Reality di tingkat sekolah menengah. Secara keseluruhan, pembelajaran inkuiri berbasis digital terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui keterlibatan siswa dalam proses sistematis seperti orientasi masalah, investigasi, analisis, dan refleksi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan komprehensif pola implementasi serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi efektivitas pembelajaran inkuiri berbasis digital dalam pembelajaran IPA.
Digital Era Dynamics: Uncovering Self-Regulation Patterns in Science Learning Among Border Region Junior High School Students Luqmanul Hakim Abi Abdillah; Rusdiman Buhera; Agung Wijaya Subiantoro; Shafina Ade Pratiwi; Insih Wilujeng; Laifa Rahmawati
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 1 (2025): January
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i1.1255

Abstract

Purpose of the study: The research objective is to provide essential insights into students' self-regulation characteristics in border regions, which can inform strategic efforts to maintain and improve their capabilities as they navigate the challenges of the digital era. Methodology: This study used quantitative research with descriptive data analysis involving 198 students from three junior high schools in Nunukan Regency. Data was collected using a self-regulation questionnaire with a Likert scale, which measured four indicators: forethought, volitional control, motivation, and self-reflection. The data was then analyzed using score and average calculations to assess the students' self-regulation profile. Main Findings: The study findings reveal that the self-regulation profile of junior high school students in Nunukan Regency is generally in the high category, with an average of 77%. The motivation indicator reached the highest level at 81%, while volitional control was the lowest at 72%. Notably, differences in self-regulation levels were observed across the participating schools and grade levels. Novelty/Originality of this study: This study provides a comprehensive understanding of the self-regulation characteristics of students in the border area of Nunukan Regency, which can serve as a basis for developing more effective learning strategies and improving the quality of education in similar contexts. The findings offer valuable insights that can inform the development of targeted interventions and support systems to cater to the specific needs of learners in border regions as they navigate the challenges of the digital era.