B. Siti Mardliyah
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS DATA HASIL BELAJAR PAI SEBELUM & SESUDAH MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) DI KELAS V B. Siti Mardliyah; Fenia Marliana; Yulida Fauziyah; Rahayu Kariadinata; Elis Ratna Wulan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11027

Abstract

This research is motivated by the challenges in Islamic Religious Education (PAI) learning which is often still conventional and teacher-centered, thus not optimizing active involvement and student learning outcomes, especially on zakat material. The focus of the problem in this study is to analyze the differences in learning outcomes of fifth-grade students at before and after the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model. The research method used is a quantitative approach with descriptive and inferential statistical analysis using paired two-sample tests. Important stages of the research include collecting pre-test and post-test data, normality tests, and hypothesis testing using the Wilcoxon Test because the data is not normally distributed. The results showed a significant increase in students' average scores from 67.60 to 79.77. Based on the Wilcoxon Test, a significance value of 0.000 was obtained, indicating a real difference in student understanding after the implementation of the PBL model. However, the N-Gain Score analysis showed an average score of 0.3837 which is included in the "Moderate" improvement category. The main conclusion of this study is that the PBL model has a statistically significant positive impact on student learning outcomes, although its effectiveness is still moderate and requires further optimization in its implementation. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sering kali masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru, sehingga kurang mengoptimalkan keterlibatan aktif dan hasil belajar siswa, khususnya pada materi zakat. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan hasil belajar siswa kelas V sebelum dan sesudah penerapan model Problem-Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji dua sampel berpasangan. Tahapan penting penelitian meliputi pengumpulan data nilai pre-test dan post-test, uji normalitas, serta pengujian hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa secara signifikan dari 67,60 menjadi 79,77. Berdasarkan Uji Wilcoxon, diperoleh nilai signifikansi 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan nyata pada pemahaman siswa setelah penerapan model PBL. Namun, analisis N-Gain Score menunjukkan skor rata-rata sebesar 0,3837 yang termasuk dalam kategori peningkatan "Sedang". Simpulan utama penelitian ini adalah model PBL secara statistik memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar siswa, meskipun efektivitasnya masih berada pada kategori sedang dan memerlukan optimalisasi lebih lanjut dalam implementasinya.    
Implementasi Konsep Khalifah Fil-Ard Sebagai Landasan Pengembangan Green Skill Siswa Sekolah Dasar Nina Amelia; B. Siti Mardliyah; Sinta Bella; Opik Taupik Kurahman
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep Khalifah fil Ardh sebagai landasan pengembangan green skill pada siswa sekolah dasar dalam perspektif pendidikan Islam. Nilai Khalifah fil-Ard dipahami sebagai landasan teologis yang menegaskan tanggung jawab manusia untuk menjaga, mengelola, dan memelihara bumi sebagai amanah dari Allah SWT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui kajian terhadap buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan metode content analysis untuk menemukan keterkaitan antara nilai khalifah sebagai dasar moral-spiritual dengan pembentukan keterampilan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Khalifah fil-Ard memiliki hubungan erat dengan penguatan karakter peduli lingkungan yang diwujudkan melalui green behaviour, ecoliteracy, dan green education untuk terciptanya green skill pada pribadi siswa yang ditera. Nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam pendidikan dasar melalui  perilaku ramah lingkungan, seperti pembiasaan kebersihan, pemilahan sampah, konsumsi bijak, dan pengolahan limbah.Integrasi nilai spiritual Islam dengan pembelajaran lingkungan mampu membentuk karakter ekologis siswa serta mengembangkan keterampilan hijau yang berorientasi pada keberlanjutan hidup. Dengan demikian, pendidikan berbasis nilai Khalifah fil Ardh menjadi strategi efektif dalam mencetak generasi muslim yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi ekologis sesuai tuntunan Islam.
IMPLIKASI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MORAL KOHLBERG TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA B. Siti Mardliyah; Sinta Bella; Sabrina Izzatul Jannah; Nafisatussa'adah Nafisatussa'adah; Tarsono Tarsono
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8080

Abstract

This research is motivated by the persistent challenge of shaping students' authentic religious character, where religious education often results only in ritualistic obedience without a deep internalization of values. This study focuses on analyzing the implications of Lawrence Kohlberg's moral development theory as a strategic foundation for revitalizing the practice of religious character education. Using qualitative methods with a descriptive-analytical literature study approach, this study synthesizes Kohlberg's key works and the psychology of religion literature to build a relevant pedagogical framework. Key findings indicate a significant structural relationship between the level of moral reasoning and the expression of religiosity: the Preconventional stage gives rise to instrumental spirituality based on rewards and punishments, the Conventional stage gives rise to normative obedience to social rules, while the Postconventional stage reflects the autonomous internalization of universal ethical principles. These findings imply the need for an adaptive educational approach, where teaching methods such as moral dilemma discussions are tailored to students' cognitive maturity to foster moral development. It is concluded that Kohlberg's framework serves as a crucial pedagogical roadmap for educators to transform external obedience into a strong and internalized moral-religious commitment, so that the success of character education is highly dependent on the alignment of educational interventions with the stages of students' moral development. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan persisten dalam membentuk karakter religius siswa yang autentik, di mana pendidikan agama sering kali hanya menghasilkan kepatuhan ritualistik tanpa internalisasi nilai yang mendalam. Studi ini berfokus pada analisis implikasi teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg sebagai landasan strategis untuk merevitalisasi praktik pendidikan karakter religius. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur deskriptif-analitis, penelitian ini menyintesis karya-karya utama Kohlberg dan literatur psikologi agama untuk membangun kerangka pedagogis yang relevan. Temuan utama menunjukkan adanya hubungan struktural yang signifikan antara tingkat penalaran moral dengan ekspresi religiusitas: tahap Prakonvensional memunculkan spiritualitas instrumental berbasis imbalan dan hukuman, tahap Konvensional melahirkan kepatuhan normatif terhadap aturan sosial, sedangkan tahap Pascakonvensional mencerminkan internalisasi prinsip etika universal secara otonom. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pendidikan yang adaptif, di mana metode pengajaran seperti diskusi dilema moral disesuaikan dengan kematangan kognitif siswa untuk mendorong perkembangan moral. Disimpulkan bahwa kerangka kerja Kohlberg berfungsi sebagai peta jalan pedagogis krusial bagi pendidik untuk mentransformasi ketaatan yang bersifat eksternal menjadi komitmen moral-religius yang kokoh dan terinternalisasi, sehingga keberhasilan pendidikan karakter sangat bergantung pada keselarasan intervensi edukatif dengan tahapan perkembangan moral peserta didik.