ak— Dalam perkembangan pelabuhan L. Say Maumere mengalami peningkatan akan permintaan volume jasa pelayanan yaitu menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan peti kemas. Untuk meningkatkan pelayanan akan kebutuhan jasa bongkar muatan yang ideal yang menghasilkan produktifitas yang optimal baik dari segi waktu maupun biaya, dilakukan penelitian pelayanan bongkar muat barang dari peti kemas di pelabuhan L, say Maumere. Penelitian ini menggunakan metode optimasi yang didasarkan pada data historis arus peti kemas dan arus kapal. Metode optimasi yang digunakan adlah analisis kapsitas terminal peti kemas, sistem penanganan penumpukan peti kemas di lapangan, dari analisis metode regresi dengan memperhatikan nilai BOR yang disarankan UNCTAD. Analisis yang dilakukan berdasarkan data tahun 2010-2019, kemudian berdasarkan data proyeksi arus peti kemas dan arus kapal dianalisis pelayanan bongkar muat barang dan peti kemas di pelabuhan Maumere yang optimal untuk 10 tahun kedepan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat diprediksi untuk 10 tahun ke depan pelayanan bongkar muat barang dan peti kemas lebih optimal dengan menambah jumlah gang pekerja menjadi 3 gang dan produktifitas bongkar muat dinaikan menajdi 14 TEU’s/jam dan penambahan tambatan sebanyak 4 tambatan sehingga panjang dermaga menjadi 495 m. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, luas lapangan penumpukan peti kemas yang teramati di lapangan adalah 28332 m2 atau 2,83 ha yang masih mampu menampung peti kemas untuk 10 tahun yang akan datang terhitung darri tahun 2020 sampai tahun 2029 dengan tinggi/jumlah penumpukan peti kemas adalah 3 susun.