Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Comparative Study of Slum Area Management in South Korea, Colombia, India, and Indonesia Fani Hendra Saputra; Alfitri Alfitri; Andries Lionardo; Abdul Nadjib
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 8 No 3 (2025): Sharia Economics
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v8i3.8851

Abstract

The prevalence of slums remains a pressing global issue, with more than 1.1 billion people currently living in such conditions. This situation reflects persistent inequalities in access to adequate housing and basic services. To address this challenge, cross-country learning is essential to identify and adapt best practices for sustainable slum upgrading. This study employed qualitative methods to examine slum upgrading initiatives in South Korea, Colombia, India, and Indonesia. Data were collected through document analysis, literature review, and case study approaches. The findings indicate that the success of slum upgrading is determined not only by physical improvements but also by the quality of multi-stakeholder collaboration, community leadership, and consistent policy implementation. The cases of South Korea and Colombia highlight the importance of social mobilization and inclusive planning, whereas the cases of India and Indonesia underscore ongoing challenges related to coordination and funding constraints. This study underscores the need to strengthen local government capacity, enhance community participation, and develop multi-source financing schemes as key prerequisites for inclusive, empowered, and sustainable slum transformation. The cross-country insights presented here provide valuable policy lessons that can be adapted to improve slum upgrading practices in Indonesia.
TRANSFORMASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS PARTISIPASI DAN DATA: EVALUASI INOVASI PACAK BANG DALAM PENANGANAN BANJIR DAN GENANGAN DI KABUPATEN BANGKA TENGAH Fani Hendra Saputra; Muhammad Novriyansyah; Recki Dwinugraha; Derbi Pasrah; Faldi Aprio; Yusup Haryadi; Agung Taufiq Arrahman
Public Service and Governance Journal Vol. 7 No. 2 (2026): Juli : Public Service And Governance Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/psgj.v7i2.3988

Abstract

Penanganan laporan banjir dan genangan memerlukan layanan publik yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu mengubah informasi warga menjadi verifikasi, keputusan teknis, tindak lanjut, dan informasi publik yang dapat ditelusuri. Penelitian ini mengevaluasi PACAK BANG (Pelibatan Aktif Cegah dan Antisipasi Kebanjiran dan Genangan), inovasi digital Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian menggunakan desain studi kasus evaluatif dengan pendekatan campuran. Data bersumber dari dokumen inovasi, kode dan tampilan portal, serta 24 laporan administratif periode Januari-Juli 2026. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, pengodean isi tindak lanjut, triangulasi sumber, dan kerangka model logis input-proses-output-outcome. Hasil menunjukkan seluruh laporan telah disurvei dan memiliki uraian tindak lanjut; laporan tersebut mencakup 1.552 orang terdampak dan menghasilkan nilai kepuasan rata-rata 4,91 dari 5. Sebaran laporan terkonsentrasi di Kecamatan Lubuk Besar (62,5%), sedangkan pengodean kematangan tindak lanjut menunjukkan 8 laporan (33,3%) selesai ditangani, 4 laporan (16,7%) sedang berproses, dan 12 laporan (50,0%) berada pada tahap perencanaan atau koordinasi. PACAK BANG membentuk rantai layanan yang mengintegrasikan pelaporan masyarakat, dashboard transparansi, dan sistem pendukung keputusan berbobot. Meskipun demikian, peningkatan berikutnya perlu diarahkan pada sumber data tunggal, pencatatan waktu layanan, validasi bobot keputusan, integrasi spasial, audit kualitas data, dan perluasan partisipasi. Studi ini menyimpulkan bahwa PACAK BANG telah menghasilkan nilai publik terutama pada keterlacakan, transparansi, dan koordinasi, tetapi dampaknya terhadap pengurangan risiko banjir masih memerlukan evaluasi longitudinal dan pembanding yang lebih kuat