Penanganan laporan banjir dan genangan memerlukan layanan publik yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu mengubah informasi warga menjadi verifikasi, keputusan teknis, tindak lanjut, dan informasi publik yang dapat ditelusuri. Penelitian ini mengevaluasi PACAK BANG (Pelibatan Aktif Cegah dan Antisipasi Kebanjiran dan Genangan), inovasi digital Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian menggunakan desain studi kasus evaluatif dengan pendekatan campuran. Data bersumber dari dokumen inovasi, kode dan tampilan portal, serta 24 laporan administratif periode Januari-Juli 2026. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, pengodean isi tindak lanjut, triangulasi sumber, dan kerangka model logis input-proses-output-outcome. Hasil menunjukkan seluruh laporan telah disurvei dan memiliki uraian tindak lanjut; laporan tersebut mencakup 1.552 orang terdampak dan menghasilkan nilai kepuasan rata-rata 4,91 dari 5. Sebaran laporan terkonsentrasi di Kecamatan Lubuk Besar (62,5%), sedangkan pengodean kematangan tindak lanjut menunjukkan 8 laporan (33,3%) selesai ditangani, 4 laporan (16,7%) sedang berproses, dan 12 laporan (50,0%) berada pada tahap perencanaan atau koordinasi. PACAK BANG membentuk rantai layanan yang mengintegrasikan pelaporan masyarakat, dashboard transparansi, dan sistem pendukung keputusan berbobot. Meskipun demikian, peningkatan berikutnya perlu diarahkan pada sumber data tunggal, pencatatan waktu layanan, validasi bobot keputusan, integrasi spasial, audit kualitas data, dan perluasan partisipasi. Studi ini menyimpulkan bahwa PACAK BANG telah menghasilkan nilai publik terutama pada keterlacakan, transparansi, dan koordinasi, tetapi dampaknya terhadap pengurangan risiko banjir masih memerlukan evaluasi longitudinal dan pembanding yang lebih kuat