Heny Subandiyah
Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Surabaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Identitas Kolektif dalam Cerita Rakyat Bertema Kuliner ASEAN: Kajian Gastronomi Sastra Liana Rochmatul Wachidah; Heny Subandiyah; Titik Indarti; Anas Ahmadi; Budinuryanta Yohanes
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.17902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makanan menjadi representasi identitas, media trasmisi nilai sosial, dan nilai estetika melalui gastronomi. Gastronomi sastra adalah kajian tentang makanan, budaya, dan identitas digambarkan dalam karya sastra, yang pada gilirannya dapat mencerminkan dinamika sosial dan budaya suatu masyarakat. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini yakni cerita bertema kuliner mewakili 3 Negara di ASEAN yakni Nasi Lemak untuk Raja dari Malaysia, Tumpeng untuk Nenek Sumirah dari Indonesia, dan Asal-usul Ambuyat dari Brunei Darussalam. Teknik pengumpulan data yakni simak dan catat. Teknik analisis data, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa makanan dalam narasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai asupan biologis, tetapi juga sebagai medium transmisi nilai-nilai budaya seperti rasa syukur, solidaritas, penghormatan terhadap leluhur, dan kerja sama komunal. Representasi makanan dalam cerita memperkuat identitas kolektif masyarakat, menjembatani hubungan antarindividu, antargenerasi, dan antara manusia dengan alam. Dengan demikian, makanan tradisional dalam cerita rakyat ASEAN menjadi refleksi jiwa budaya yang hidup dan dinamis, sekaligus sarana pelestarian identitas di tengah arus globalisasi.
Simbolisme Makanan dalam Cerita Anak Bancakan: Kajian Gastrosemiotik untuk Pendidikan Humanis Masa Depan Liana Rochmatul Wachidah; Heny Subandiyah; Titik Indarti
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21755

Abstract

The Bancakan folk tale represents a simple yet meaningful tradition of celebration through food offerings. This study uses a gastro-semiotic-ethnographic approach to reveal the function of food in the story as a cultural symbol and inspiration for humanistic education. The method used is qualitative descriptive-text analysis with the data source being the folk tale titled Bancakan by Sudadi. Data was collected through reading, note-taking, and mapping signs and values. It was analyzed using a framework of gastronomy, semiotics, and ethnography, supported by Causal Layered Analysis (CLA). The research findings reveal that food in the story, such as nasi gunungan, urap, boiled eggs, salted fish, and nasi gandulan (rice sent to an absent child), represents prayers, hopes, togetherness, and care. This aligns with Javanese cultural practices that emphasize togetherness and acceptance (nrima). Through CLA, the symbolism of these foods is projected into future education through a love-based curriculum rooted in compassion, empathy, and solidarity. The novelty of this research lies in the integration of gastrosemiotic ethnography and CLA, positioning culinary folk tales not merely as cultural heritage but as a source of inspiration for humanistic education grounded in local wisdom.
Penerapan Project Based Learning Berbantuan Mind Map dalam Pembelajaran Menulis Surat Lamaran Kerja Siswa SMP Alfiana Azizah Anas; Heny Subandiyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project based learning (PjBL) dengan media mind map dalam pembelajaran menulis surat lamaran kerja, hasil belajar dan respons peserta didik kelas VII D SMP Negeri 40 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan subjek 22 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran oleh pendidik memperoleh persentase 80% dan oleh peserta didik 75% dengan kategori baik. Nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 65,77 pada pretest menjadi 81,45 pada posttest. Hasil uji-t menunjukkan nilai thitung 10,807 lebih besar daripada ttabel 2,074 sehingga peningkatan hasil belajar dinyatakan signifikan. Respons peserta didik memperoleh persentase positif sebesar 95% dengan kategori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) dengan media mind map efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan memperoleh respons positif dari peserta didik kelas VII D SMP Negeri 40 Surabaya.
Identitas Kolektif dalam Cerita Rakyat Bertema Kuliner ASEAN: Kajian Gastronomi Sastra Liana Rochmatul Wachidah; Heny Subandiyah; Titik Indarti; Anas Ahmadi; Budinuryanta Yohanes
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.17902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makanan menjadi representasi identitas, media trasmisi nilai sosial, dan nilai estetika melalui gastronomi. Gastronomi sastra adalah kajian tentang makanan, budaya, dan identitas digambarkan dalam karya sastra, yang pada gilirannya dapat mencerminkan dinamika sosial dan budaya suatu masyarakat. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini yakni cerita bertema kuliner mewakili 3 Negara di ASEAN yakni Nasi Lemak untuk Raja dari Malaysia, Tumpeng untuk Nenek Sumirah dari Indonesia, dan Asal-usul Ambuyat dari Brunei Darussalam. Teknik pengumpulan data yakni simak dan catat. Teknik analisis data, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa makanan dalam narasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai asupan biologis, tetapi juga sebagai medium transmisi nilai-nilai budaya seperti rasa syukur, solidaritas, penghormatan terhadap leluhur, dan kerja sama komunal. Representasi makanan dalam cerita memperkuat identitas kolektif masyarakat, menjembatani hubungan antarindividu, antargenerasi, dan antara manusia dengan alam. Dengan demikian, makanan tradisional dalam cerita rakyat ASEAN menjadi refleksi jiwa budaya yang hidup dan dinamis, sekaligus sarana pelestarian identitas di tengah arus globalisasi.
Simbolisme Makanan dalam Cerita Anak Bancakan: Kajian Gastrosemiotik untuk Pendidikan Humanis Masa Depan Liana Rochmatul Wachidah; Heny Subandiyah; Titik Indarti
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21755

Abstract

The Bancakan folk tale represents a simple yet meaningful tradition of celebration through food offerings. This study uses a gastro-semiotic-ethnographic approach to reveal the function of food in the story as a cultural symbol and inspiration for humanistic education. The method used is qualitative descriptive-text analysis with the data source being the folk tale titled Bancakan by Sudadi. Data was collected through reading, note-taking, and mapping signs and values. It was analyzed using a framework of gastronomy, semiotics, and ethnography, supported by Causal Layered Analysis (CLA). The research findings reveal that food in the story, such as nasi gunungan, urap, boiled eggs, salted fish, and nasi gandulan (rice sent to an absent child), represents prayers, hopes, togetherness, and care. This aligns with Javanese cultural practices that emphasize togetherness and acceptance (nrima). Through CLA, the symbolism of these foods is projected into future education through a love-based curriculum rooted in compassion, empathy, and solidarity. The novelty of this research lies in the integration of gastrosemiotic ethnography and CLA, positioning culinary folk tales not merely as cultural heritage but as a source of inspiration for humanistic education grounded in local wisdom.
Analisis Capaian Pembelajaran Bahasa Jerman dan Integrasi Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka di SMA Alvidya Nisa Utami; Heny Subandiyah; Urip Zaenal Fanani; Syamsul Sodiq; Wisma Kurniawati
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i3.32094

Abstract

Abstract: Mastery of a foreign language is essential to prepare the younger generation for globalization. German, as a foreign language in Indonesian high schools, opens up academic and professional opportunities in German-speaking countries. This study aims to analyze the learning outcomes of German and explore the integration of Pancasila Learner Profile values in the Merdeka Curriculum. A descriptive qualitative approach is used by analyzing official documents such as the German Language Learning Outcomes (CP) and the Pancasila Learner Profile Guide. The results showed that German language learning can integrate values such as global diversity, critical reasoning, independence, and mutual cooperation through contextual and project-based approaches. The main challenges found were limited teacher training, lack of relevant teaching materials, and lack of implementation guidelines in schools. This research suggests improving teacher training and developing more contextualized teaching materials to support the integration of Pancasila values.Abstrak: Penguasaan bahasa asing sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi globalisasi. Bahasa Jerman, sebagai bahasa asing di SMA Indonesia, membuka peluang akademik dan profesional di negara-negara berbahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian pembelajaran Bahasa Jerman dan mengeksplorasi integrasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan menganalisis dokumen resmi seperti Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Jerman dan Panduan Profil Pelajar Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Jerman dapat mengintegrasikan nilai-nilai seperti berkebinekaan global, bernalar kritis, mandiri, dan gotong royong melalui pendekatan kontekstual dan berbasis proyek. Tantangan utama yang ditemukan adalah keterbatasan pelatihan guru, kurangnya bahan ajar yang relevan, dan minimnya panduan implementasi di sekolah. Penelitian ini menyarankan peningkatan pelatihan guru dan pengembangan bahan ajar yang lebih kontekstual dalam mendukung integrasi nilai-nilai Pancasila.