Syamsul Sodiq
Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Surabaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Simbol Kehamilan dalam Cerita Rakyat Madura Digital Libraries of IOWA: Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur Mochamad Arifin Alatas; Darni Darni; Suyatno Suyatno; Syamsul Sodiq
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.17987

Abstract

Cerita rakyat Madura memiliki mitos tentang kehamilan yang tidak hanya sebagai fenomena biologis, tetapi juga sebagai simbol kekuatan kosmik dan spiritual. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis makna kehamilan dalam perspektif masyarakat Madura dengan fokus pada simbolisme kosmik dan pengaruhnya terhadap legitimasi peran sosial. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutika simbolik berdasarkan teori Paul Ricoeur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, analisis teks cerita rakyat, dan wawancara mendalam dengan tokoh budaya serta pelaku tradisi lokal. Teknik analisis data menggunakan analisis hermeneutik dengan tiga tahapan, yakni prapemahaman, pemahaman, dan penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehamilan dalam cerita rakyat Madura tidak hanya dipandang sebagai proses biologis, melainkan sebagai simbol kekuatan gaib dan perubahan sosial, yang dapat membawa anugerah atau musibah yang bergantung pada konteks budaya dan mitologisnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa mitos kehamilan dalam masyarakat Madura berfungsi sebagai alat untuk menginterpretasi pengalaman transenden, memberikan makna baru, dan menghubungkan individu dengan dimensi kosmik yang sering kali membawa perubahan signifikan bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Pendidikan Humanistik dan Emansipatoris dalam Novel Totto-Chan: Kajian Filosofis Futurologis Mochamad Arifin Alatas; Suyatno Suyatno; Syamsul Sodiq; Mintowati Mintowati; Didik Nurhadi; Yuniseffendri Yuniseffendri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21754

Abstract

The humanistic and emancipatory education promoted in Tetsuko Kuroyanagi's novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window offers a learning model that is relevant to the challenges of future education in Indonesia. This study aims to explore the application of the concept of humanistic, inclusive, and emancipatory education contained in the novel, and its relevance to 21st-century education in Indonesia. The research method used is a qualitative approach with text analysis, followed by a philosophical study of the concept of education raised in the novel. The results of the study indicate that education based on freedom, inclusivity, and character development at Tomoe Gakuen has the potential to be applied in Indonesian education, by utilizing technology to create more independent, creative, and inclusive learning, and shaping students' characters to face increasingly complex global challenges. In addition, the results of this study also highlight the importance of the role of teachers as facilitators in creating a learning environment that supports the development of 21st-century skills, such as critical thinking, collaboration, and problem solving, as well as developing social empathy in the digital era.
Development of Teaching Materials for Observation Report Texts in the Sekolahku Digital Platform Containing Local Wisdom from Surabaya Adi Purnomo; Syamsul Sodiq; Titik Indarti
Belantika Pendidikan Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Kayon Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47213/bp.v8i2.443

Abstract

Abstract: This study addresses the limited implementation of contextual and culturally responsive learning in Indonesian language instruction, particularly in observation report texts. It aims to develop digital teaching materials integrated into the Sekolahku platform by incorporating local wisdom in line with the Merdeka Curriculum. Using the ADDIE model, data were collected through needs analysis, expert validation, and student trials. Results show high feasibility, with validation scores above 90% and student responses reaching 94.5% (very good). The findings indicate that integrating local culture and multimodal features enhances engagement, critical thinking, and contextual understanding, making the materials valid, practical, and effective for meaningful learning. Abstrak: Pembelajaran teks laporan hasil observasi masih cenderung tekstual dan kurang kontekstual sehingga belum mendukung pembelajaran bermakna sesuai Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan mengembangkan materi ajar digital berbasis platform Sekolahku bermuatan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah model ADDIE melalui tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data didapatkan melalui wawancara beberapa narasumber, validasi ahli, dan uji coba kelompok kecil. Hasil menunjukkan kelayakan sangat baik dengan validasi materi 98,01%, bahasa 95,03%, media 90%, dan respons siswa 94,5%. Integrasi kearifan lokal dan fitur multimodal terbukti meningkatkan keterlibatan, pemahaman kontekstual, dan berpikir kritis siswa secara signifikan.
Ontology of Literacy in the Workplace: A Phenomenological Perspective Wily Ariwiguna; Anas Ahmadi; Syamsul Sodiq; Mohammad Rokib
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 14, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.14.2.368-379.2025

Abstract

This study explores the ontological essence of workplace literacy through a phenomenological lens, addressing the evolving demands of modern professional environments that require advanced competencies in literacy, numeracy, and critical thinking. Grounded in the recognition that contemporary workplaces are increasingly complex and text-mediated, this research investigates how reading, writing, and communication practices are enacted, experienced, and interpreted by employees across various sectors in Indonesia. Employing transcendental phenomenology as the methodological framework, the study systematically analyzes both the textural descriptions and structural essences of informants' lived experiences from diverse workplace settings. This dual analysis reveals that literacy exists and manifests within professional contexts as more than just a technical skill. The findings demonstrate that workplace literacy operates simultaneously as a functional competency and as a form of professional consciousness that mediates relationships among individuals, texts, and organizational systems. Literacy emerges as essential for maintaining work consistency, enabling critical self-reflection, and bridging personal values with organizational culture. Furthermore, the study reveals that authentic workplace literacy is deeply rooted in reflective awareness and humanistic values, rather than being confined to instrumental or procedural applications. These insights underscore the necessity of cultivating workplace literacy development programs that prioritize reflexive practice, critical consciousness, and the integration of human-centered values within organizational learning frameworks, ultimately contributing to more meaningful and effective professional communication practices.
Simbol Kehamilan dalam Cerita Rakyat Madura Digital Libraries of IOWA: Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur Mochamad Arifin Alatas; Darni Darni; Suyatno Suyatno; Syamsul Sodiq
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.17987

Abstract

Cerita rakyat Madura memiliki mitos tentang kehamilan yang tidak hanya sebagai fenomena biologis, tetapi juga sebagai simbol kekuatan kosmik dan spiritual. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis makna kehamilan dalam perspektif masyarakat Madura dengan fokus pada simbolisme kosmik dan pengaruhnya terhadap legitimasi peran sosial. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutika simbolik berdasarkan teori Paul Ricoeur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, analisis teks cerita rakyat, dan wawancara mendalam dengan tokoh budaya serta pelaku tradisi lokal. Teknik analisis data menggunakan analisis hermeneutik dengan tiga tahapan, yakni prapemahaman, pemahaman, dan penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehamilan dalam cerita rakyat Madura tidak hanya dipandang sebagai proses biologis, melainkan sebagai simbol kekuatan gaib dan perubahan sosial, yang dapat membawa anugerah atau musibah yang bergantung pada konteks budaya dan mitologisnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa mitos kehamilan dalam masyarakat Madura berfungsi sebagai alat untuk menginterpretasi pengalaman transenden, memberikan makna baru, dan menghubungkan individu dengan dimensi kosmik yang sering kali membawa perubahan signifikan bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Pendidikan Humanistik dan Emansipatoris dalam Novel Totto-Chan: Kajian Filosofis Futurologis Mochamad Arifin Alatas; Suyatno Suyatno; Syamsul Sodiq; Mintowati Mintowati; Didik Nurhadi; Yuniseffendri Yuniseffendri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21754

Abstract

The humanistic and emancipatory education promoted in Tetsuko Kuroyanagi's novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window offers a learning model that is relevant to the challenges of future education in Indonesia. This study aims to explore the application of the concept of humanistic, inclusive, and emancipatory education contained in the novel, and its relevance to 21st-century education in Indonesia. The research method used is a qualitative approach with text analysis, followed by a philosophical study of the concept of education raised in the novel. The results of the study indicate that education based on freedom, inclusivity, and character development at Tomoe Gakuen has the potential to be applied in Indonesian education, by utilizing technology to create more independent, creative, and inclusive learning, and shaping students' characters to face increasingly complex global challenges. In addition, the results of this study also highlight the importance of the role of teachers as facilitators in creating a learning environment that supports the development of 21st-century skills, such as critical thinking, collaboration, and problem solving, as well as developing social empathy in the digital era.
Analisis Capaian Pembelajaran Bahasa Jerman dan Integrasi Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka di SMA Alvidya Nisa Utami; Heny Subandiyah; Urip Zaenal Fanani; Syamsul Sodiq; Wisma Kurniawati
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i3.32094

Abstract

Abstract: Mastery of a foreign language is essential to prepare the younger generation for globalization. German, as a foreign language in Indonesian high schools, opens up academic and professional opportunities in German-speaking countries. This study aims to analyze the learning outcomes of German and explore the integration of Pancasila Learner Profile values in the Merdeka Curriculum. A descriptive qualitative approach is used by analyzing official documents such as the German Language Learning Outcomes (CP) and the Pancasila Learner Profile Guide. The results showed that German language learning can integrate values such as global diversity, critical reasoning, independence, and mutual cooperation through contextual and project-based approaches. The main challenges found were limited teacher training, lack of relevant teaching materials, and lack of implementation guidelines in schools. This research suggests improving teacher training and developing more contextualized teaching materials to support the integration of Pancasila values.Abstrak: Penguasaan bahasa asing sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi globalisasi. Bahasa Jerman, sebagai bahasa asing di SMA Indonesia, membuka peluang akademik dan profesional di negara-negara berbahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian pembelajaran Bahasa Jerman dan mengeksplorasi integrasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan menganalisis dokumen resmi seperti Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Jerman dan Panduan Profil Pelajar Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Jerman dapat mengintegrasikan nilai-nilai seperti berkebinekaan global, bernalar kritis, mandiri, dan gotong royong melalui pendekatan kontekstual dan berbasis proyek. Tantangan utama yang ditemukan adalah keterbatasan pelatihan guru, kurangnya bahan ajar yang relevan, dan minimnya panduan implementasi di sekolah. Penelitian ini menyarankan peningkatan pelatihan guru dan pengembangan bahan ajar yang lebih kontekstual dalam mendukung integrasi nilai-nilai Pancasila.