Ilman Nafi'a
Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Disrupting Patriarchy Through Critical Literacy: A Textual and Pedagogical Analysis of Faqihuddin Abdul Kodir’s Writings on Gender Justice in Contemporary Indonesia Muhamad Fathi Ilmy; Ilman Nafi'a; Septi Gumiandari; Huriyah Huriyah; Nazwa Ilmy
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21662

Abstract

Patriarchal narratives in Indonesian educational and religious texts continue to reproduce gender inequality, making critical literacy an urgent pedagogical approach. This study aims to examine how the works of Faqihuddin Abdul Kodir contribute to promoting gender justice in language education through critical literacy practices. Employing a qualitative case study design, the research involved interviews, classroom observations, and document analysis with language teachers and education students in Cirebon who engaged with Faqihuddin’s writings and mubadalah framework. The findings reveal that teachers and students developed greater awareness of gender bias in texts and adopted reflective reading strategies to internalize ethical values such as justice and reciprocity. Teachers began to integrate inclusive language and encourage rewriting exercises from female perspectives, which positioned students as agents of social change. Furthermore, educators started to redefine their professional roles from mere linguistic instructors to facilitators of social justice. These results demonstrate the transformative potential of gender-just critical literacy pedagogy in both Islamic and multilingual educational contexts. This study concludes that integrating gender-conscious texts and reflective practices can enrich language classrooms, advance gender equality, and offer a progressive Islamic contribution to global critical literacy discourse.
Fatherless, Monther Wound dan Pendidikan Anak Khairunnisa Ulfadhilah; Ilman Nafi'a
Journal of Childhood Education, Development and Parenting Vol 4 No 2 (2026): Vol. 4 No. 2 Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/bocil.v4i2.2612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi fatherless dan mother wound terhadap pendidikan anak melalui kajian pustaka. Menggunakan metode library search, penulis mengumpulkan dan menganalisis berbagai studi terdahulu, artikel akademik, dan laporan penelitian yang berkaitan dengan tema ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh tanpa sosok ayah (fatherless) sering menghadapi kesulitan dalam aspek emosional dan sosial, yang berdampak negatif pada motivasi belajar dan prestasi akademis mereka. Di sisi lain, mother wound, yang mengacu pada trauma emosional yang dialami anak akibat hubungan yang bermasalah dengan figur ibu, turut memperburuk kondisi tersebut, menciptakan siklus ketidakstabilan psikologis yang menghalangi perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan sosial dan program intervensi yang peka terhadap pengalaman trauma dapat memainkan peran penting dalam membantu anak-anak ini mengatasi tantangan pendidikan mereka. Temuan dari kajian ini memberikan panduan bagi pendidik dan praktisi dalam merancang pendekatan yang lebih holistik dan inklusif untuk mendukung anak-anak dari keluarga yang mengalami kesulitan emosional. Keberhasilan intervensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan prestasi akademik anak-anak yang terdampak, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih mendukung bagi mereka.