Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Linguistik Forensik sebagai Alat Bukti dalam Kasus Cyberbullying oleh Generasi Z: Perspektif Literasi Hukum Joharsah Joharsah; Rika Kartika; Diah Kusyani
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kontribusi linguistik forensik sebagai instrumen analitik dalam pembuktian hukum kasus cyberbullying yang dilakukan oleh Generasi Z, serta menelaah keterkaitan antara tingkat literasi hukum digital dan kecenderungan keterlibatan mereka dalam ujaran kebencian berbasis media daring. Dengan menggunakan metode kualitatif berparadigma deskriptif-analitis, data diperoleh melalui teknik observasi partisipatif terhadap teks digital di media sosial (TikTok, Instagram, dan Facebook), wawancara mendalam dengan pakar linguistik dan praktisi hukum, serta penyebaran survei terhadap 75 responden Generasi Z. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa tindak perundungan siber banyak diwujudkan dalam bentuk sarkasme, body shaming, imperative bernada ancaman, dan labeling yang diskriminatif. Temuan linguistik forensik menunjukkan kemampuan dalam merekonstruksi intensi komunikatif pelaku dan mengaitkannya dengan norma hukum, khususnya dalam konteks Undang-Undang ITE. Survei mengungkap bahwa mayoritas responden belum memiliki pemahaman hukum digital yang memadai, yang berdampak pada rendahnya kesadaran preventif terhadap ujaran bermasalah. Penelitian ini merekomendasikan integrasi model literasi hukum digital berbasis tiga pilar sebagai pendekatan edukatif preventif, serta menekankan pentingnya kolaborasi multidisipliner antara linguistik dan hukum dalam membangun sistem pembuktian yang adaptif terhadap dinamika kejahatan bahasa di era digital
Pengaruh Posisi Pengelasan Terhadap Uji Tarik Dengan Material Baja ST 60 Joharsah Joharsah; Julian Julian; Haris Prabowo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2303

Abstract

Pengelasan merupakan bagian tak terpisah dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peran utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Sehingga hampir tidak mungkin pertumbuhan satu pabrik tanpa melibatkan unsur pengelasan. Cara pengelasan yang palong banyak digunakan adalah pengelasan cair dengan busur (Las Busur Listrik) dan gas. Tidak semua logam memiliki sifat mampu las baik diataranya adalah baja paduan menengah. Batas masalah pada penelitian ini adalah plat baja St 60, Pengelasan menggunakan las listrik DC dengan Elektroda RB E70024 diameter 2,6 mm, dengan variasi arus 70 Amper, mengunakan jenis menggunakan jenis kampu V tunggal dengan sudut 50,150,300,450,600, penguji yang dilakukan adalah posisi pengelasan sudut kampu V dan uji tarik (Tensile test). penelitian ini dilakukan guna mengetahui perbandingn dan pengaruh kuat arus listrik pada material baja St 60 terhadap posisi pengelasan sudut kampuh V dan uji tarik hasil sebesar 638,43 Mpa, Sedangakan pada variasi kuat arus mengalami penurunan masing-masing sebesar 44,91 Mpa,1167,67 Mpa dan 178,7 Mpa terhadap kelompok rew material.
Pengaruh Variasi Kecepatan Sepeda Motor Honda Revo F1 FIT 110cc Terhadap Panas Yang Terjadi Pada Komponen Engine Julian Julian; Joharsah Joharsah; Rizky Alfian
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2305

Abstract

Dimana penelitian terhadap sepeda motor ini untuk mengetahui panas yang terjadi pada komponen engine dan mengetahui material yang terkandung (digunakan) dalam komponen engine tersebut, saat engine beroperasi dengan transmisi yang bervariasi (beban). Beberapa komponen engine yang akan diuji meliputi : Bak engkol (Crankcase), Knalpot (Muffler), Oli mesin (Engine oil). Pengujian dilalukan pada sepeda motor tipe honda revo f1 fit, dengan menggunakan alat : Tachometer, Infrared thermometer, Stopwatch. Namun hal yang menjadi patokan dan agar mendapat data yang efisian penguji menetapkan : putaran engine 3000rpm, waktu 5 menit, dan temperatur awal komponen engine 29⁰c. Material - material sangat menentukan kualitas pada komponen engine tersebut, karena material yang terkandung dalam komponen engine berperan aktif dalam menjaga kestabilan temperatur engine, dengan temperatur lingkungan yang berbeda dan putaran yang tidak tetap, dan transmisi (beban) yang bervariasi. Apabila kualitas material yang ada dalam komponen engine berkurang, dan temperatur tidak terkontrol pada saat engine beroperasi mengakibatkan panas berlebih (over healting).
Analisa Kinerja Ac ( Air Conditioner ) Terhadap Perubahan Tekanan Dan Kecepatan Putaran Kompressor Pada Mobil Xenia Type R Tahun 2018 Edi Herdiansyah; Julian Julian; Joharsah Joharsah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2312

Abstract

Oprasi pembubutan adalah proses pembentukan benda kerja dengan menggunakan mesin bubut.Mesin bubut adalah perkakas untuk membentuk benda kerja dengan gerak utama berputar. Dengan demikian, prinsip kerja dari mesin bubut adalah gerak potong yang dilakukan oleh oleh benda kerja yang berputar (bergerak rotasi) dengan gerak makan oleh pahat yang bergerak translasi dan dihantarkan pada benda kerja. Analisa yang dilakukan pada pembubutan bertingkat untuk spesimen paduan kuningan pada skripsi ini adalah waktu pemesinan dan kecepatan pemakanan (cutting speed) yang digunakan pada benda kerja. Tujuan kerja dari pembubutan bertingkat ini untuk mengetahui karaktaristik spesimen yang digunakan yaitu paduan kuningan, dan termasuk kecepatan spindle yang digunakan pada saat proses pembubutan dengan panjang 300 mm, diameter 50 mm, kedalaman potong 0,5 mm dan panjang pemakanan 40 mm. Pembubutan ini dengan variasi kecepatan spindle yaitu: 530rpm, 355rpm, 235rpm, 170rpm, dan 120rpm.