Dalam proses pembelajaran bahasa Cirebon, tentunya diperlukan sebuah kamus. Namun, ketersediaan kamus bahasa Cirebon sangat terbatas jumlahnya. Begitu pula dengan akses peminjamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kamus bahasa Cirebon tersebut. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data secara lisan dan secara tertulis. Pengumpulan data secara lisan menggunakan instrumen kosakata dasar swadesh. Sementara itu, pengumpulan data secara tertulis menggunakan data dari korpus tertulis. Data ini diambil menggunakan instrumen AntConc. Tahap analisis data adalah mengentri lema. Lema dientri dengan menentukan kelas kata, memberikan contoh frasa ataupun kalimat, baik dalam bahasa sumber maupun dalam bahasa sasarannya. Pengentrian tersebut menggunakan Microsoft Excel. Data kemudian diolah dan dikonversi ke dalam aplikasi Lexique Pro memakai aplikasi SheetSwiper. Aplikasi ini berfungsi untuk mengonversi lembar kerja (spreadsheet) berisi data linguistik ke dalam format standar. Pada tahap pengembangan, teknik pengumpulan data yang terkait dengan validasi produk awal adalah angket. Instrumen uji kelayakan yang berupa angket yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada Instrumen C: Penilaian Buku Referensi untuk Ensiklopedi, Kamus, dan Atlas yang disusun oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Nasional. Instrumen tersebut meliputi penilaian terhadap materi/isi kamus, penyajian kamus, bahasa yang digunakan dalam kamus, dan unsur grafika dalam kamus. Hasil uji kelayakan materi/isi, penyajian, dan bahasa memperoleh total skor 324, sedangkan kelayakan kegrafikaan memperoleh skor 39. Kamus ini dinyatakan ahli layak digunakan sebagai buku pengayaan pengetahuan. Adapun jenjang penggunanya adalah SD/MI kelas pemula dan kelas lanjut, SMP/MTs, SMA/MA/SMK/MAK, serta umum/perguruan tinggi. In the process of learning the Cirebon language, of course, a dictionary is needed. However, the availability of Cirebon language dictionaries is very limited. Likewise with access to borrowing. This study aims to develop the Cirebon language dictionary. The data was carried out using oral and written data collection techniques. Oral data collection using swadesh basic vocabulary instrument. Meanwhile, the written data collection used data from the written corpus. This data was collected using the AntConc instrument. The data analysis stage was lexeme entry. Lema was entered by determining the word class, giving examples of phrases or sentences, both in the source language and in the target language. The entry was done using Microsoft Excel. The data was then processed and converted into the Lexique Pro application using the SheetSwiper application. This application serves to convert collection stage spreadsheets containing linguistic data into a standard format. At the development stage, the data collection technique related to the validation of the initial product was a questionnaire. The feasibility test instrument in the form of a questionnaire used in this study is based on Instrument C: Assessment of Reference Books for Encyclopedias, Dictionaries, and Atlases prepared by the Center for Curriculum and Bookkeeping, Research and Development Agency, Ministry of National Education. The instrument includes an assessment of the material/content of the dictionary, the presentation of the dictionary, the language used in the dictionary, and the graphical elements in the dictionary. The results of the feasibility test of material/content, presentation, and language obtained a total score of 324, while the feasibilitysuitable for of graphics obtained a score of 39. This is dictionary declared by experts to be use as a knowledge enrichment book. The levels of users are elementary/MI beginner classes and advanced classes, junior high school/MTs, high school/MA/SMK/MAK, and general/college.