Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan diskriminasi sosial yang terdapatdalam Novel Hello karya Tere Liye. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena denganmendalam dan dilakukan dengan mengumpulkan datasedalam-dalamnya hingga memperoleh gambaran utuh tentang diskriminasi sosial dalam novel Hello karya Tere Liye. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa teks (kalimat, kata, frasa, dan diksi) yang terdapat pada novel yang memuat diskriminasi sosial dalam novel Hello karya Tere Liye. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca cermat dan catat karena datanya berupa teks. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik pembahasan heuristik dan hermeneutik. Berdasarkan hasil penelitian terhadap novel Hello karya Tere Liye, diskriminasi sosial dalam novel ini muncul dalam dua bentuk utama, yaitu diskriminasi langsung dan tidak langsung, yang berdampak pada hubungan antar tokoh serta perkembangan karakter mereka. Diskriminasi langsung yang ditunjukkan melalui penolakan eksplisit terhadap tigor karena status sosialnya sebagai anak pembantu. Raden Wijaya yang secara terang-terangan melarang Tigor untuk menjalin hubungan dengan Hesty, meskipun Tigor telah sukses dalam pendidikannya dan diskriminasi ini juga terlihat dalam cara masyarakat memandang seseorang berdasarkan latar belakang. Diskriminasi tidak langsung ditunjukkan melalui stereotip dan ekspektasi sosial bahwa seseorang dari kelas bawah tidak pantas untuk bersanding dengan orang dari kelas atas, yang di mana dalam novel ini norma Sosial dalam keluarga Hesty dan masyarakat sekitar menunjukkan bahwa ada batasan tak kasat mata yang membedakan kelas sosial tertentu. Kata kunci: Novel, Diskriminasi, Pendekatan Sosiologi Karya Sastra