Rahim, Amirudin
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN LABORATORIUM SENI TERHADAP KREATIVITAS DALAM MERANCANG TARI KREASI PADA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 5 KENDARI Sukawati; Kadir; Amirudin Rahim
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.074 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v3i2.7809

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya mutu pendidikan dirasakan pada penyelenggara proses pembelajaran seni budaya, khususnya seni tari. Siswa kurang mendapat kesempatan untuk menciptakan komposisi tari sendiri. Kelemahan tersebut mengakibatkan kreativitas yang dimiliki anak tidak diperoleh secara maksimal. Salah satu alternatif untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi adalah dengan penggunaan laboratorium seni. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan laboratorium seni terhadap kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dengan menggunakan Pretest Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Kendari. Sampel diambil berdasarkan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan dengan pemberian instrumen berupa tes kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi yang berbentuk tes uraian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian secara deskriptif dan secara inferensial menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi sebelum penggunaan laboratorium seni pada kelas yang memiliki kemampuan tinggi adalah sebesar 79,56 sedangkan Rata-rata kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi sesudah penggunaan laboratorium seni pada kelas yang memiliki kemampuan tinggi adalah sebesar 89,09;       (2) Rata-rata kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi sebelum penggunaan laboratorium seni pada kelas yang memiliki kemampuan rendah adalah sebesar 76,39 sedangkan Rata-rata kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi sesudah penggunaan laboratorium seni pada kelas yang memiliki kemampuan rendah adalah sebesar 83,73;   (3) Ada pengaruh penggunaan laboratorium seni terhadap kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Kendari; dan (4) Ada perbedaan pengaruh penggunaan laboratorium seni terhadap kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi antara siswa kelas kemampuan tinggi dan kelas kemampuan rendah.Keyword: Kreativitas; Laboratorium Seni; Tari Kreasi
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS IKLAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 08 MATA OLEO KABUPATEN BOMBANA Resky Amalia; Amirudin Rahim; Sahlan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 3 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i3.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan media audio visual terhadap kemampuan menulis iklan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 08 Mata Oleo Kabupaten Bombana, dengan metode yang digunakan yaitu metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data kemampuan menulis iklan siswa kelas VIII. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 08 Mata Oleo Kabupaten Bombana. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A dengan jumlah siswa 22 orang sebagai kelas kontrol, kelas VIII B dengan jumlah siswa 22 orang sebagai kelas kontrol, kelas VIII C dengan jumlah siswa 21 orang sebagai kelas eksperimen, dan kelas VIII D berjumlah 20 orang sebagai kelas eksperimen. Kelompok kontrol dalam penelitian ini tidak diberikan perlakuan berupa penggunaan media audio visual sedangkan kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pengguanaan media audio visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung = 5,340 > t tabel = 1,666, yang berarti bahwa nilai nilai t hitung lebiih besar dari nilai t tabel, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif untuk penggunaan media audio visual terhadap kemampuan menulis iklan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 08 Mata Oleo Kabupaten Bombana.
FUNGSI DAN MAKNA MANTRA HEMBULA’A PADA MASYARAKAT KALEDUPA Nurul Fitria; Amirudin Rahim; La Ode Syukur
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 3 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JULI-SEPTEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.982 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i3.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna tuturan hembula’a pada masyarakat Kaledupa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotik Roland Barthes yaitu menganalisis data berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, dokumentasi dan observasi langsung dari masyarakat Kaledupa. Hasil penelitian ini ditemukan fungsi dan makna tuturan hembula’a pada masyarakat Kaledupa dalam setiap aktivitasnya adalah untuk mempermudah setiap aktivitas-aktivitas masyarakat dalam bercocok tanam. Fungsi dan makna mantra dan tutuan dalam ritual hembula’a memiliki fungsi dan menyajikan makna yang beragam tersebar dalam kode-kode yang dikandungnya. Dari proses mengkaji fungsi dan pemaknaan itu dapat dikatakan bahwa lima kode Roland Barthes itu dapat dimanfaatkan untuk menangkap makna yang di dalam cerpen itu dengan beragam penafsiran di masing-masing kodenya.
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL MENGEJAR CINTA HALAL KARYA PRIMA MUTIARA Mustika Sani Uri; Amirudin Rahim; Yunus
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 4 (2022): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.423 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai religius yang terdapat dalam novel Mengejar Cinta Halal karya Prima Mutiara. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yaitu pendeskripsian dari data yang diperoleh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang bersifat deskriptif tersebut ditemukan bahwa nilai-nilai religius yang terdapat dalam novel Mengejar Cinta Halal karya Prima Mutiara meliputi keimanan (tauhid) dan sikap perilaku (akhlak). Dalam Keimanan (tauhid) terdapat nilai yang berkaitan dengan keimanan kepada Allah SWT, nilai yang berkaitan dengan ketakwaan kepada Alaah SWT, dan nilai yang berkaitan dengan perasaan berdosa (tobat). Sikap perilaku (akhlak) terdapat nilai yang berkaitan dengan perasaan sabar dengan meghadapi segala cobaan, nilai yang berkaitan dengan tawakal. Saran yang dapat dikemukakan yaitu penelitian ini hanya mengkaji nilai religius yang terdapat dalam novel Mengejar Cinta Halal karya Prima Mutiara.
ANALISIS STRUKTURAL CERITA RAKYAT KERBAU EMAS BUAT RINGKULELE DAERAH WAWONII Jeriy Saputra; Amirudin Rahim; La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i1.390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita rakyat Kerbau Emas Buat Ringkulele dengan mengunakan metode deskriptif. Kemudian data dalam penelitian berupa keseluruhan isi teks cerita rakyat Kerbau Emas Buat Ringkulele yang bersumber dari dokumen cerita rakyat Kerbau Emas Buat Ringkulele dan data hasil wawancara. Pengumpulan data yang dilakukan melewati tiga tahapan yaitu teknik wawancara yang kemudian dideskripsikan dalam bentuk tulisan, lalu melewati teknik bacan itensif dan terakhir teknik baca analitik untuk memeperoleh hasil yang diinginkan.Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah terdiri atas dua yaitu struktur luar dan struktur dalam. Berdasarkan struktur luar terdapat 9 episode yang menggambarkan setiap pokok isi cerita, kemudian ditemukan pula mytheme yang berjumlah 16 mytheme dari seluruh episode. Selain itu ditemukan pula unit-unit dari setiap episode yang berjumlah 36 unit yang masing-masing menggambarkan peristiwa yang terjadi disetiap episode. Sedangkan, hubungan sintagmatik pada cerita ini terdiri atas empat deret dengan dua deret hubungan paradigmatik. Selain itu, struktur dalam yang ditemukan terdiri dari makna, oposisi biner sebagai penghubung antar mytheme yang ada. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa struktur cerita rakyat Kerbau Emas Buat Ringkulele dalam penelitian ini menggunakan cara kerja Levi Strauss yang memandang cerita rakyat sebagai mitos yang dikelompokkan dalam struktur luar dan struktur dalam.
KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 POLEANG SELATAN Aditya Wirayudha; Fahruddin Hanafi; Amirudin Rahim
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i2.393

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMPN 10 Poleang Selatan. Penelitian ini hendaknya bermanfaat karena dapat menghasilkan data faktual tentang kemahiran siswa dalam menulis puisi. Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan. Responden penelitian ini adalah 72 siswa dari tiga ruang kelas di kelas VIII SMP Negeri 10 Poleang Selatan. Diperlukan suatu instrumen untuk mengumpulkan data kemahiran siswa dalam menulis puisi. Instrumen penelitian ini digunakan ujian berupa tes menulis puisi tertulis. Pendekatan tes tertulis digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data. Kapasitas siswa kelas VIII SMPN 10 Poleang Selatan dalam menulis puisi dikategorikan belum mampu berdasarkan hasil analisis data. Hal ini disebabkan kemampuan belajar klasikal siswa masih di bawah 85%. Rincian: Dari siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 70%, sebanyak 56 siswa atau 78% tergolong mampu secara individu menulis puisi dari siswa lainnya sebanyak 16 siswa atau 22% tergolong tidak mampu secara individu menulis puisi. 70%. berdasarkan tingkat kemahiran menulis puisi yang ditunjukkan oleh masing-masing komponen penilaian yang meliputi majas (54,2%), konotasi kata (81%), lambang kata (89%), kesesuaian topik (97%), dan imajinasi ( gambar) (51%). Dari seluruh kriteria yang dinilai, kesesuaian tema dan simbol kata merupakan dua kriteria yang masuk dalam kelompok kompeten.
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SUNYI PALING RIUH KARYA FAJAR SULAIMAN Selvia; Amirudin Rahim; La Ode Akhiri Zulzaman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.500

Abstract

This study aims to analyze the characters in Fajar Sulaiman’s novel Sunyi Paling Riuh by applying a structural approach. The research focuses on identifying the types of character traits and their relationships within the story. The method used is qualitative descriptive with library research as the data collection technique, in which textual data such as words, sentences, and narrative descriptions were analyzed to reveal the moral and psychological aspects of the characters. The findings show that the novel presents seven dominant character traits: responsibility, friendliness, compassion, wisdom, helpfulness, perseverance, and uncommunicativeness. These traits are embodied mainly in the protagonist, Dhuha, who undergoes significant personal transformation after the disintegration of his family. The relationships among characters—family, friendship, and educational relations—illustrate moral values of empathy, resilience, and responsibility. Structurally, the novel follows a progression from inner conflict, moral crisis, self-awareness, to emotional recovery. The study concludes that Sunyi Paling Riuh reflects the realities of modern youth struggling with emotional and familial breakdowns while highlighting universal values of love, persistence, and moral strength.
HUMANISME DALAM ANTROLOGI PUISI “BUTON, IBU DAN SEKANTONG LUKA” KARYA IRIANTO IBRAHIM M. Syamsul Mubarok; Amirudin Rahim; La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep humanisme yang tertuang dalam makna puisi-puisi Irianto Ibrahim dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif mengandung pengertian bahwa penelitian ini menguraikan data secara objektif sesuai dengan data yang ditemukan dalam puisi. Sementara itu, kualitatif mengandung pengertian bahwa dalam menjelaskan konsepkonsep yang berkaitan satu sama lain digunakan kata-kata atau kalimat, bukan mengandung angka-angka statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan keenam puisi Irianto Ibrahim menuju pada eksistensi manusia dalam kehidupan yang biasa dipahamai sebagai konsep manusia (humanisme) universal dan mengandung tiga pokok penting yakni: (1) eksistensi manusia sebagai makhluk spiritual (puisi Buton 1969, Bunda,Kirimkan Nanda Doa-Doa, dan Alamat Maut), (2) eksistensi manusia dalam sikap toleransi antar manusia sebagai aktifitas dan interaksi sosial (puisi Buton 1969, Sekantong Luka dari Seorang Ibu, Ibuku Tak Pernah Menangis dan Jalan Pulang), (3) manusia yang berhubungan dengan sikap keindividualannya (puisi Bunda, Kirimkan Nanda Doa-Doa). Jika diamati secara saksama melalui contoh-contoh puisi yang telah dikemukakan di bagian sebelumnya, terdapat tiga wilayah penting kehidupan manusia yang selalu ditimba oleh para penyair sebagai sumber penciptaan puisipuisinya, yakni wilayah kehidupan individual, kehidupan sosial, dan kehidupan agama. Dengan kata lain, puisi akan selalu berkenaan dengan masalah manusia dalam hubungannya dengan diri sendiri, dalam hubungannya dengan manusia lain atau alam, dan dalam hubungannya dengan Tuhan.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS XI SMA ALQUR'AN WAHDAH ISLAMIYAH KENDARI Ahmad Kurniawan; Amirudin Rahim; La Ode Akhiri Zulzaman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.965

Abstract

The purpose of this research is to describe the ability to write procedural texts of the 11th grade students of SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Kendari. The method used in this research is descriptive quantitative. This type of research falls into the category of field research. It is called field research because the researcher goes directly to the school where the research is conducted. Based on the results and analysis conducted, it can be concluded that out of 46 students in the 11th grade of SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Kendari, individually, 35 students (76.98%) are categorized as capable, and 11 students (23.91%) are categorized as not yet capable of writing procedural texts. This can be seen from the students' scores in the research. The structure of the procedural text includes: goal (100%), steps (95.65%), reaffirmation (91.30%). The linguistic features of procedural texts include: imperative verbs (95.65%), additive conjunctions (100%), persuasive statements (65.21%), technical terms (17.39%), tool descriptions (4.34%).
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PUISI PADA PESERTA DIDIK Hasriati; La Ode Adili; Amirudin Rahim
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i3.1275

Abstract

The purpose of this study was to describe the effectiveness of learning to write poetry texts using audio-visual media for class VIII students of SMP Negeri 1 Wadaga, West Muna Regency. This study is classified as a field research. The method used in this study is a quantitative descriptive method. The population in this study were all class VIII students of SMP Negeri 1 Wadaga. The sample in this study was 22 students of class VIII-3 of SMP Negeri 1 Wadaga. The instrument used to collect data in this study was the effectiveness of learning to write poetry texts using audio-visual media given to students in the form of a written test. Based on the results of data analysis, it can be concluded that student learning outcomes are classified as very effective because they reach an effectiveness level of 100%. Student activities in learning are classified as very effective because they reach an effectiveness level of 90%. Teacher activities in learning are classified as very effective because they reach an effectiveness level of 95%. Student responses can be said to be very effective because they reach an effectiveness level of 94.54%.