Peran guru dalam meningkatkan minat literasi siswa menjadi aspek fundamental dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. Literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman, analisis, dan penerapan informasi dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran sentral guru dalam menumbuhkan budaya literasi di sekolah melalui pendekatan pembelajaran yang terarah bagi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada upaya memahami dan menafsirkan fenomena sosial melalui pengumpulan data naratif serta analisis deskriptif. Guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, perancang strategi, serta teladan dalam membentuk kebiasaan literasi yang berkelanjutan. Guru tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis membaca dan menulis, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar literatif melalui kegiatan seperti membaca bersama, menulis reflektif, serta diskusi berbasis teks. Selain itu, guru turut mengembangkan media pembelajaran inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses dan partisipasi siswa dalam kegiatan literasi. Kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua terbukti menjadi faktor penting dalam menumbuhkan budaya literasi yang kuat. Dengan profesionalisme dan dedikasi guru, sekolah dapat melahirkan generasi pembelajar yang melek literasi, cerdas, dan adaptif terhadap tantangan global.