Adisya Alfatihah
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Zina dan Norma Sosial dalam Kitab Fathul Qorib pada Mata Pelajaran Kitab di Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta Aulia Mursyida; Annisa Nur Rahmah; Adisya Alfatihah; Dilvi Rinta Awanis; Difa Gamar Azizah
Jurnal Ilmu Agama Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JIGAMNA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jigamna.v1i1.837

Abstract

This study examines the relationship between the concept of adultery and social norms as described in the book Fathul Qorib in the subject of religious studies at the Raudlatul Muhibbin Al-Mustainiyyah Islamic boarding school in Surakarta. The background of this study is the concern that the substance of classical teachings is not always contextualized with modern social conditions, so that the understanding of adultery norms in Islamic boarding school communities can be distorted or inconsistent. The objectives of this research are: (1) to interpret the teachings on adultery in Fathul Qorib, (2) to identify the social norms that are formed or maintained through these teachings, and (3) to analyze the compatibility or conflict between the teachings of the book and the social practices of the santri. The research method is qualitative with a textual hermeneutic and educational ethnographic approach. Data were obtained through text study of the book, in-depth interviews with teachers and students, and observation of classes. The results show that the teachings of Fathul Qorib emphasize the prohibition of activities that “approach adultery” (taqrîb) and moral sanctions against violators, which in social practice in Islamic boarding schools results in internal disciplinary norms (reporting, reprimands, guidance). However, there is a gap between the formal norms of the book and the reality of social interactions among students (ikhtilât, non-mahram social relationships). This study concludes that teaching the book can strengthen the social norms of the pesantren, but a responsive pedagogical strategy is needed to prevent distortion of norms or hypocrisy among students. Practical suggestions: teachers of religious texts should engage in critical and reflective dialogue with students and align the teaching of religious texts with contextual character building.
INOVASI PEMBUATAN PAVING BLOCK DARI LIMBAH BOTOL PLASTIK UNTUK MENDUKUNG PENGURANGAN SAMPAH PLASTIK DI DESA SEKARSULI Adisya Alfatihah; Anna Raffa Fadilah; Arzety Meirita Alfiana; Irfan Seno Aji; Isnan Arya Kurniawan; Izhar Nurma Maulidawila; Ninda Ayu Maqhfiroh; Nurul Hidayah; Rahma Daniel Fahrezia; Salwa Salsabila; Tri Hapsari; Vina Agustina
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Klaten, yang mencapai 170 ton per hari menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah tempat penampungan sementara. Permasalahan tersebut semakin kompleks dengan adanya sampah plastik yang sulit terurai dan belum dikelola secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, Jawa Tengah, dalam mengelola limbah plastik melalui pemanfaatannya sebagai bahan pembuatan paving block. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan meliputi edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah plastik, demonstrasi, praktik pembuatan paving block, serta evaluasi kegiatan. Program dilaksanakan pada 19 Juli 2026 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas bapak-bapak dan remaja. Pembuatan paving block menggunakan limbah botol plastik dan sampah plastik lainnya sebagai bahan utama, serta oli bekas dan pasir sebagai bahan pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar dua karung kecil sampah plastik berhasil dimanfaatkan dan menghasilkan tiga buah paving block berbentuk persegi panjang tanpa produk gagal. Kegiatan juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan masyarakat melalui keaktifan peserta selama edukasi serta munculnya keinginan untuk mengumpulkan dan mengolah sampah plastik secara mandiri. Meskipun demikian, produk yang dihasilkan belum melalui pengujian teknis, seperti kuat tekan dan daya serap air, sehingga belum dapat dinyatakan memenuhi standar konstruksi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan produktif dan ekonomi kreatif.