Trianita Siwi Utami
Universitas Muhammadiyah Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DIABETES MELLITUS Trianita Siwi Utami; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Lasmini Lasmini; Novi Tiara
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2514

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan yang mengancam kehidupan masyarakat di dunia ditandai dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit DM yang berhubungan dengan gaya hidup tidak sehat. Dampak DM yang terjadi yaitu berbagai macam komplikasi penyakit, disabilitas, dan kematian. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat mengontrol kadar gula darah yaitu pemberian jus buah naga sebagai salah satu terapi komplementer. Tujuan penelitian ini yaitumenganalisis pengaruh jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM. Desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan pendekatan pre dan post-test with control group. Jumlah sampel sebanyak 19 responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Kabupaten Kudus. Pemberian jus buah naga dilakukan sebanyak 2 kali/hari selama 7 hari. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan glukometer dengan merk Easy Touch Type ET-301. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Terdapat pengaruh pemberian jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM dengan nilai p = 0,000 (p0,05). Pemberian jus buah naga dapat menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu klien DM diharapkan dapat mengkonsumsi jus buah naga sebagai intervensi mandiri dalam menurunkan kadar gula darah. Bentuk intervensi ini dapat diintegrasikan dalam upaya Kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas melalui program prolanis atau posbindu penyakit tidak menular.