Novi Tiara
Universitas Muhammadiyah Kudus

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH HEAD MASSAGE THERAPY TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Noor Chandiq Kurniawan; Novi Tiara
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2200

Abstract

AbstrakTahun 2020 jumlah lanju usia diperkirakan mencapai angka 28,8juta orang dengan umur harapan hidup 71,7tahun. Penuaan tidak dapat dihindari dan terjadi perubahan seiring dengan bertambahnya usia sehingga mengakibatkan penyakit yang menyertainya. Penyakit Hipertensi sebagai penyebab utama kematian dini di dunia. Di tahun 2020 sekitar 1,56 miliar orang dewasa akan hidup dengan hipertensi. mencegah terjadinya komplikasi yang diakibatkan hipertensi maka perlu adanya pengelolaan yang tepat dengan pendekatan non farmakologi salah satunya aktivitas fisik dengan relaksasi dan massage. Head massage bisa memberikan efek relaksasi dikarenakan sentuhan pada permukaan kulit bisa memperlancar peredaran darah, konsentrasi meningkat dan merangsang pelepasan hormon endorphin secara alami. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh Head Massage Therapy terhadap penurunan tekanan darah pada lanjut usia. Jenis penelitian quasi eksperimen. Metode pendekatan cross sectional. Populasi 52 lansia, sampel 38 responden dengan Simple randomsampling. Analisa data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test. Hasil Penelitian pengaruh head massage therapy terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Desa Tasik Agung Rembang yaitu pvalue=0,000 sehingga disimpulkan ada pengaruh head massage therapy terhadap penurunan tekanan darah pada lanjut usia di Desa Tasik Agung Rembang.
PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DIABETES MELLITUS Trianita Siwi Utami; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Lasmini Lasmini; Novi Tiara
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2514

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan yang mengancam kehidupan masyarakat di dunia ditandai dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit DM yang berhubungan dengan gaya hidup tidak sehat. Dampak DM yang terjadi yaitu berbagai macam komplikasi penyakit, disabilitas, dan kematian. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat mengontrol kadar gula darah yaitu pemberian jus buah naga sebagai salah satu terapi komplementer. Tujuan penelitian ini yaitumenganalisis pengaruh jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM. Desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan pendekatan pre dan post-test with control group. Jumlah sampel sebanyak 19 responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Kabupaten Kudus. Pemberian jus buah naga dilakukan sebanyak 2 kali/hari selama 7 hari. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan glukometer dengan merk Easy Touch Type ET-301. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Terdapat pengaruh pemberian jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM dengan nilai p = 0,000 (p0,05). Pemberian jus buah naga dapat menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu klien DM diharapkan dapat mengkonsumsi jus buah naga sebagai intervensi mandiri dalam menurunkan kadar gula darah. Bentuk intervensi ini dapat diintegrasikan dalam upaya Kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas melalui program prolanis atau posbindu penyakit tidak menular.
WORKLOAD AND UNIVERSAL PRECAUTIONS COMPLIANCE AMONG HEALTH WORKERS IN AN EMERGENCY ROOMS Novi Tiara; Diah Irawati; Umi Faridah; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2597

Abstract

Healthcare-associated infections (HAIs) are prevalent in nearly all healthcare facilities worldwide. The most effective way to prevent these infections is to implement universal precautions during patient care in hospitals consistently. In Indonesia, the reported incidence of HAIs is significantly higher than the rates in developed countries. Several risk factors influence the occurrence of HAIs, including advanced age, compromised immune systems, disruptions to anatomical barriers, the presence of implanted foreign objects, and changes in normal microflora caused by antibiotic use. If not addressed promptly, non-compliance with Universal Precautions can lead to various adverse outcomes for patients, including potential disability or even death. This research aims to analyze the relationship between workload and compliance with the implementation of Universal Precautions among healthcare workers. The study used an analytic correlation design with a cross-sectional approach, targeting healthcare staff working in the Emergency Department of Bhakti Wira Tamtama Hospital in Semarang, totaling 33 participants. A total sampling technique was used for participant selection. The research utilized a workload questionnaire and an observation sheet for Universal Precaution compliance. Data analysis using the Chi-Square test revealed a significant relationship between workload and compliance with Universal Precautions among healthcare workers, with a p-value of 0.000 (p0.05). The findings of this study highlight the importance of providing additional education for healthcare workers who have limited knowledge and awareness of Universal Precautions to enhance compliance and reduce the incidence of HAIs.
Knowledge, Stress, and Treatment Compliance among Hypertension Clients in Rural Areas Lisa Tiyansi; Dewi Hartinah; Muhamad Jauhar; Novi Tiara
Journal of Bionursing Vol 8 No 2 (2026): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2026.8.2.17367

Abstract

Hypertension is a major risk factor for increasing mortality and morbidity rates. This is supported by the increasing prevalence of hypertension cases every year worldwide. If blood pressure cannot be controlled, it will lead to complications such as stroke, retinopathy, heart failure, heart attack, kidney failure, and disability. Therefore, adherence to treatment is crucial to prevent these complications. However, in the treatment of long-term diseases such as hypertension, which require lifelong treatment, barriers to medication adherence often occur. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and stress with medication adherence in hypertension patients in rural areas. The study design used correlation analysis with a cross-sectional approach. The independent variables were knowledge and stress, while the dependent variable was medication adherence. This study was conducted in two villages in Kudus Regency, which is the locus of hypertension, in April 2025. The study sample consisted of 97 respondents selected through a cross-sectional approach through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The instruments used include the Hill-Bone Compliance to High Blood Pressure Therapy Scale, the Hypertension Knowledge-Level Scale, and the Perceived Stress Scale (PSS-10). Data analysis using the chi-square test. The results of the study showed a significant relationship between knowledge (p=0.000) and stress (p=0.000) with medication adherence. Knowledge and stress are associated with medication adherence in hypertensive clients. Community health centers need to implement innovative programs to improve medication adherence through structured health education and stress management.
HEALTH LITERACY AND HEALTH BELIEF AS A DETERMINANTS OF HEALTH-SEEKING BEHAVIOR IN THE ELDERLY WITH DEMENTIA Novi Tiara; Muhamad Jauhar; Noor Eswanti; Faridha Alfiyatur Rohmaniah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 11, No 1 (2026): (IJP) INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v11i1.3422

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia diikuti oleh meningkatnya prevalensi demensia yang belum diimbangi dengan perilaku pencarian layanan kesehatan yang optimal. Banyak lansia dengan demensia tidak terdeteksi dan terlambat mendapatkan penanganan akibat rendahnya health literacy dan keyakinan kesehatan yang keliru, seperti anggapan bahwa demensia merupakan proses penuaan normal. Kondisi ini memperlebar treatment gap dan meningkatkan beban keluarga serta sistem kesehatan. Penelitian ini menjadi urgen untuk mengidentifikasi peran health literacy dan health belief terhadap health seeking behavior sebagai dasar pengembangan intervensi keperawatan komunitas yang efektif dan berbasis bukti. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan health literacy dan health belief dengan health seeking behaviour pada lansia dengan demensia. Metode penelitian menggunakan desain penelitian yaitu deskriptif analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen yaitu health literacy dan health belief serta variabel dependen yaitu health seeking behaviour. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2025 di UPTD Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus. Sampel penelitian sebanyak 106 lansia dengan Teknik purposive sampling. Kriteria Inklusi penelitian ini lansia yang berusia lebih dari 60 tahun, bisa membaca dan menulis, mampu berkomunikasi, dan tinggal di wilayah UPT Puskesmas Dawe. Kriteria Eksklusi, tidak mempunyai komplikasi penyakit berat, tidak disabilitas dan memiliki gangguan kognitif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner health literacy 12, keyakinan Kesehatan HBM, dan perilaku pencarian bantuan kesehatan HCSBQ. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara health literacy dan health belief dengan health seeking behavior dengan nilai p value p=0,01 (p0,05).