Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MOTHER’S SUPPORT AND FEMALE ADOLESCENT’S READINESS FOR MENARCHE : A CORRELATIVE STUDY Evita Dian Lestari; Dewi Hartinah; Ashri Maulida Rahmawati; Edita Pusparatri; Zunia Khairunnisa
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2548

Abstract

                                                      AbstrakMenarche, permulaan menstruasi, menandai tonggak penting dalam kehidupan seorang anak perempuan, yang sering kali disertai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis. Dukungan ibu selama periode ini memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan pengalaman anak perempuan tentang menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi korelasi dan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Hasil uji chi-square diperoleh nilai 0,044 (0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. AbstractMenarche, the onset of menstruation, marks a significant milestone in a girl's life, often accompanied by a range of physical and psychological change. Mother’s support during this period play a crucial role in shaping girls' perceptions and experiences of menarche. This study aimed to determine the correlation between mother’s support and the readiness of female adolescents for menarche. The research used a quantitative approach with a correlation study and cross-sectional design. Result show there is a correlation between mother’s support and the readiness of female adolescents for menarche. The chi-square test results obtained a value of 0.044(0,05). It can be concluded that there is a significant and positive relationship between mother’s support and the readiness of female adolescents for menarche.
PELATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK LANSIA GEMPOL MEDE Dewi Aulia Annafisah; Adisa Dini Salsabilla; Asyrofiatul Mahbubah; Evita Dian Lestari; Adhitya Firmansyah; Almar Atush Sholichah; Ananda Nor Aulia; Desita Fhenes Shafitri; Dian Pratiwi; Eko Surono; Tri Suwarto; Novy Tiara; Noor Eswanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2778

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Fenomena ini terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern yang kurang sehat Faktor gaya hidup menjadi salah satu pemicu utama permasalahan hipertensi, seperti pola makan yang tidak sehat kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Hipertensi pada usia 60 tahun ke atas memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan. dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan gangguan fungsi ginjal Relaksasi Otot Progresif (ROP) adalah teknik yang efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi. Teknik ini melibatkan proses pengencangan dan pelemasan otot secara sistematis pada berbagai kelompok otot di tubuh, mulai dari kepala hingga kaki atau sebaliknya. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketegangan fisik dan mental, yang secara langsung berkontribusi pada penurunan tekanan darahProgram pengabdian kepada masyarakat ini meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi tentang kesiapan peningkatan manajemen kesehatan dengan cara ROP terhadap penurunan tekanan darah melalui persentasi interaktif dan pelatihan melibatkan praktik langsung terapi ROP selama 20 menit. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesiapan manajemen kesehatan pada lansia terkait penyakit hipertensi yang diderita. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi penurunan yang signifikan pada semua indikator yang diukur yaitu tekanan darah sebelum dan sesudah dilakuan Relaksasi Otot Progresif (ROP). pemberian ROP tekanan darah sistolik pada lansia penderita hipertensi yang mengikuti kegiatan Gempol Mede di Desa Bakalan Krapyak memiliki rata-rata 144. Menjadi rata-rata tekanan darah sistolik adalah 140.58 mmHg.Dan rata-rata diastolik 83.50 mmHg menjadi 80.58 mmHg. Program ini dapat direplikasi dan diadaptasi serupa untuk komunitas lain dengan masalah yang serupa.pada lansia yang mengikuti kegiatan Gempol Mede di Desa Bakalan Krapyak sebanyak 12 responden lansia dengan hipertensi menunjukkan ada perbedaan dilihat dari nilai sig. (0.000). Penurunan tekanan darah setelah terapi relaksasi otot progresif ini mengindikasikan bahwa metode ROP ini efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.