Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Risiko Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Pegawai Perusahaan Umum Jasa Tirta I Kota Malang Nikmatur Rosidah; Bayu Prastowo; Nur Halizah Rahma Dini; Syabina Zahra Rienanda; Donny Septian Wibisono
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 1 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v5i1.6092

Abstract

Long-term exposure to digital screens is a main factor in the incidence of Computer Vision Syndrome (CVS). This phenomenon is due to the rapid use of computers, gadgets, and other electronic devices. This service aims to mapping and educating eye fatigue, irritation, dry eyes, and visual impairment as symptoms of Computer Vision Syndrome (CVS). This community service uses the Participatory Approach method on 60 participants at the Public Company Jasa Tirta I, Malang City. This service has been permitted through No.0007/UM/VP SDK/VII/2024. Education is carried out using Dale's Cone of Experience theory with a combination of lectures and stimulation. Participants generally experienced myopia refractive error. In addition, there was an increase in participant knowledge reaching 60.42%. These findings confirm that a service-based educational approach can be an effective method in addressing digital health issues
Edukasi Risiko Postur Kerja pada Pekerja Linting Rokok di Pabrik Hasil Tembakau Gondanglegi Ellen Melyasari Piga; Bayu Prastowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 4 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i3.4429

Abstract

Tanaman tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang menjadi bahan baku utama industri rokok. Proses produksi pelintingan rokok secara umum masih mengandalkan keterampilan manual yang menuntut gerakan tangan dan jari secara berulang. Aktivitas tersebut dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi dalam waktu lama yang disertai posisi tubuh statis dan janggal. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai posisi duduk ergonomis dan peregangan sederhana pada pekerja linting rokok di Pabrik Hasil Tembakau Gondanglegi. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi dengan partisipan sebanyak 12 pekerja linting rokok. Analisis postur kerja menggunakan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS). Sedangkan analisis beban fisik dilakukan berdasarkan masa kerja, durasi kerja per hari, dominan posisi kerja, dan gerakan repetitif. Hasil analisis OWAS menunjukkan bahwa postur kerja pekerja berada pada kategori 2, yang menandakan posisi kerja bSelum sepenuhnya ergonomis dan memerlukan perhatian serta perbaikan di masa mendatang. Faktor yang memengaruhi beban fisik pekerja meliputi durasi kerja 5–8 jam per hari, posisi kerja dominan duduk, kepala menunduk > 30 menit, gerakan repetitif >20 kali per menit, kebiasaan jarang melakukan peregangan, serta adanya tekanan untuk memenuhi target produksi. Edukasi melalui media leaflet mengenai posisi duduk ergonomis serta peregangan sederhana dapat menjadi salah satu upaya pencegahan yang efektif untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal pada pekerja.
Edukasi Stretching Exercise untuk Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pekerja Kantor Agustin Putri Adhyani; Bayu Prastowo; Donny Septian Wibisono
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 8 (2026): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/mbm7tj35

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan muskuloskeletal akibat penekanan saraf medianus pada pergelangan tangan yang umumnya disebabkan oleh aktivitas tangan berulang dan posisi kerja statis dalam waktu lama. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri, kesemutan, mati rasa, dan kelemahan pada tangan. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai CTS. Metode pelaksanaan dilakukan melalui dua tahap. Pemetaan gangguan muskuloskelatal menggunakan Nordic Body Map 9NBM), kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan menggunakan media leaflet. Selama edukasi, peserta menunjukkan sikap kooperatif dengan mendengarkan materi secara aktif, melakukan demonstrasi latihan stretching exercise. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan bahwa pengetahuan peserta meningkat setelah edukasi diberikan.
Edukasi Hipertensi dengan Pendekatan Latihan Fisik Sederhana Berbasis Fisioterapi Komunitas pada Posyandu Lansia Muhammad Daffa Putra Iswahyudi; Bayu Prastowo; Nadya Setyarini Farizka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4760

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada lansia dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pentingnya aktivitas fisik melalui edukasi fisioterapi komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Lansia Desa Sidodadi Kecamatan Lawang dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Metode yang dilakukan meliputi edukasi yang disertai dengan pemeriksaan tekanan darah dan intervensi fisik sederhana berupa latihan pernapasan, gerak aktif anggota tubuh, peregangan ringan, dan jalan santai. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 7 peserta mengalami hipertensi derajat 1 dan 10 peserta mengalami hipertensi derajat 2. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan intervensi. Pengetahuan mengenai pengertian hipertensi meningkat dari 8 menjadi 25 peserta, sedangkan pengetahuan tentang bahaya hipertensi, tanda dan gejala, pentingnya aktivitas fisik, serta latihan fisik sederhana meningkat menjadi 23 peserta. Kegiatan edukasi fisioterapi komunitas dan latihan fisik sederhana dapat membantu meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan penerapan pola hidup sehat.