Tanaman tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang menjadi bahan baku utama industri rokok. Proses produksi pelintingan rokok secara umum masih mengandalkan keterampilan manual yang menuntut gerakan tangan dan jari secara berulang. Aktivitas tersebut dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi dalam waktu lama yang disertai posisi tubuh statis dan janggal. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai posisi duduk ergonomis dan peregangan sederhana pada pekerja linting rokok di Pabrik Hasil Tembakau Gondanglegi. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi dengan partisipan sebanyak 12 pekerja linting rokok. Analisis postur kerja menggunakan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS). Sedangkan analisis beban fisik dilakukan berdasarkan masa kerja, durasi kerja per hari, dominan posisi kerja, dan gerakan repetitif. Hasil analisis OWAS menunjukkan bahwa postur kerja pekerja berada pada kategori 2, yang menandakan posisi kerja bSelum sepenuhnya ergonomis dan memerlukan perhatian serta perbaikan di masa mendatang. Faktor yang memengaruhi beban fisik pekerja meliputi durasi kerja 5–8 jam per hari, posisi kerja dominan duduk, kepala menunduk > 30 menit, gerakan repetitif >20 kali per menit, kebiasaan jarang melakukan peregangan, serta adanya tekanan untuk memenuhi target produksi. Edukasi melalui media leaflet mengenai posisi duduk ergonomis serta peregangan sederhana dapat menjadi salah satu upaya pencegahan yang efektif untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal pada pekerja.
Copyrights © 2026