Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan Pemeriksaan Resiko Cedera Ekstremitas Atas pada Anggota Komunitas Rajut Kota Malang Zidni Imanurrohmah Lubis; Noor Mika Hayati; Diah Amelia Nurul Imami; Lala Nabilah Alfizah; Dheviana Ramadhani; Atika Yulianti
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7818

Abstract

Aktivitas merajut yang melibatkan gerakan berulang, postur statis, dan posisi ekstrem pada tangan dapat meningkatkan risiko cedera muskuloskeletal ekstremitas atas. Komunitas Rajut Malang (KRM) melakukan teknik yubiami yang menuntut kerja intensif jari dan tangan tanpa dukungan ergonomis yang memadai. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pemeriksaan risiko cedera ekstremitas atas menggunakan Strain Index. Hasil menunjukkan 68% anggota tergolong dalam kategori risiko berbahaya, 22% berisiko, dan 10% aman. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan anggota tentang risiko cedera, sehingga diharapkan dapat mendorong tindakan pencegahan. Kegiatan ini juga memberi pengalaman aplikatif bagi mahasiswa fisioterapi dalam melakukan analisis, edukasi, dan pemeriksaan pada komunitas. Hasil menunjukkan pentingnya intervensi dini dan edukasi ergonomi dalam mendukung produktivitas pengrajin rajut.
Penyuluhan Fisioterapi Komunitas Tentang Cervical Root Syndrome (CRS) Pada Pengunjung Puskesmas Bareng Kota Malang Prasetyo Abiyyu Dwi Nugroho; Zidni Imanurrohmah Lubis; Siti Istiqomah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4042

Abstract

Nyeri leher didefinisikan sebagai nyeri pada leher dengan atau tanpa nyeri yang menjalar ke salah satu atau kedua tungkai atas yang berlangsung setidaknya selama 1 hari. Cervical Root Syndrome (CRS) ditandai dengan distribusi nyeri dermatomerik menjalar ke salah satu atau kedua lengan yang berdampak terhadap sensorimotor karena defisit konduksi dan distribusi nyeri yang dinamis. Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan terkait Cervical Root Syndrome (CRS) pada pengunjung di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan fisioterapi berupa promosi kesehatan terkait Cervical Root Syndrome (CRS) kepada pengunjung di Puskesmas Bareng dengan menggunakan media monitor tv dan pembagian poster sebagai media promosi kesehatan. Kegiatan penyuluhan di Puskesmas Bareng dihadiri oleh 14 orang pengunjung, setelah itu penulis menyiapkan materi, monitor tv dan membagikan media promosi kesehatan berupa poster. Kegiatan penyuluhan berjalan dengan baik serta dapat diterima oleh pengunjung yang ikut berpartisipasi selama kegiatan. Adapun manfaat dalam kegiatan penyuluhan ini adalah memberikan dan pemahaman mengenai CRS dan treatment apa yang diberikan, sehingga pengetahuan pengunjung mengenai CRS menjadi meningkat.