Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Retorika Aritoteles pada Pidato Presiden Prabowo Subianto Terlalu Lama Rakyat Jadi Penonton Kekayaaan Renita Asriani; Rhani Febria
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10839

Abstract

This study aims to analyze the use of Aristotle’s rhetorical strategies, namely ethos, pathos, and logos, in President Prabowo Subianto’s speech entitled “For Too Long, the People Have Only Been Spectators of Their Own Wealth” delivered during the commemoration of Pancasila Day on June 1, 2026. The study employed a qualitative method with a rhetorical analysis approach. The research data consisted of the speech transcript obtained from the speech video published on YouTube. Data were collected through documentation, observation, note-taking, and classification based on the categories of ethos, pathos, and logos. The data were analyzed descriptively by identifying and interpreting rhetorical elements contained in the speech. The findings reveal that the speech incorporates all three Aristotelian rhetorical appeals. Ethos is reflected in Prabowo’s emphasis on his role and responsibility as the President of the Republic of Indonesia and his references to the national figure Sukarno to strengthen the credibility of his message. Pathos is demonstrated through efforts to evoke audience emotions by portraying economic inequality, the condition of people who have not fully benefited from the nation’s natural resources, and concerns for vulnerable social groups. Logos is evident in the rational arguments regarding economic disparities, the use of Article 33 of the 1945 Constitution as a constitutional foundation, and the presentation of government programs as solutions to national economic challenges. The study concludes that the combination of ethos, pathos, and logos is effectively utilized to gain public support for the concept of Pancasila Economy and the national development agenda proposed by President Prabowo Subianto.
Aspek Sosial dalam Novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong Karya Eka Kurniawan: Analisis Sosiologi Sastra Anisa Rahmadani; Renita Asriani; Fatmawati
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek sosial dalam novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan dengan menelaah cara masyarakat tumbuh dan berkembang dan proses sosialnya. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan teknik pengumpulan data berupa teknik pustaka, membaca, simak, dan mencatat serta teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini ialah novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan yang dipublikasikan oleh Gramedia Pustaka Utama di Jakarta pada Agustus 2024 dengan tebal 135 halaman. Berdasarkan hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat enam aspek sosial kajian sosiologi sastra dalam novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong yaitu moral, etika, keadaan ekonomi, cinta kasih, ketaatan beragama, dan latar belakang pendidikan. Diperoleh data berjumlah 62 data, dengan rekapitulasi hasil analisis aspek sosial, moral terdapat 23 data, etika terdapat 9 data, keadaan ekonomi terdapat 9 data, cinta kasih terdapat 8 data, ketaatan beragama terdapat 9 data, dan latar belakang pendidikan terdapat 4 data.
Aspek Fonologi dalam Pemerolehan Bahasa Pertama Anak Usia Dua Tahun: Kajian Psikolinguistik Anisa Rahmadani; Renita Asriani; Fatmawati
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerolehan bahasa pertama pada anak usia dini merupakan proses alamiah yang berkaitan erat dengan perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa anak. Salah satu aspek penting dalam pemerolehan bahasa adalah fonologi, yaitu kemampuan anak dalam memproduksi bunyi-bunyi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemerolehan bahasa pertama pada aspek fonologi anak usia dua tahun berdasarkan kajian psikolinguistik, khususnya dalam mengidentifikasi bentuk perubahan fonem, penghilangan fonem, dan penambahan fonem dalam tuturan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak berusia dua tahun bernama Zhea Tazkia Qamra. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi, teknik catat, dan teknik simak libat cakap, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan anak mengalami berbagai proses fonologis, seperti substitusi fonem (/r/ menjadi /l/, /c/ menjadi /t/, /g/ menjadi /d/), penghilangan fonem awal, serta penambahan fonem pada posisi akhir kata. Proses-proses tersebut menunjukkan adanya penyederhanaan bunyi yang wajar dalam tahap perkembangan fonologi anak usia dua tahun. Dengan demikian, pemerolehan fonologi pada anak usia dini masih bersifat belum stabil dan akan terus berkembang seiring dengan kematangan alat ucap dan stimulasi lingkungan bahasa.